Titik Balik Seorang Nidah Kirana

Judul buku : Tuhan, izinkan aku menjadi pelacur

Penulis : Muhidin M Dahlan

Tahun : 2005

Halaman : 264

 

Nidah Kirana atau sering disapa Kiran merupakan mahasiswi yang taat beribadah. Tubuhnya ia tutupi dengan jubah panjang, waktu nya ia persembahkan kepada sang pencipta. Ritual agama ia jalani dengan ikhlas tanpa banyak tanya. Ia meninggalkan keduniawiannya dan memilih kehidupan yang sufistik. Hasratnya tentang agamapun memuncak ketika ia dipertemukan dengan salah satu jamaah yang menawarkannya untuk beragama secara utuh dengan mendirikan negara berbasis agama.

Menjadi salah satu anggota jamaah membuat Kiran gencar menyebarkan pemahaman nya. Ia mulai merekrut orang-orang yang ada di kampung halamannya, bahkan orang tuanya. Sampai akhirnya pergerakan Kiran tercium dan ia mulai dijauhi oleh masyrakat sekitar. Lambat laun ia merasa aneh terhadap organisasinya. Beribadah hanya sekedar menuntaskan kewajiban bagi jamaah, apalagi ia tidak merasakan semangat dakwah dan berjihad para jamaah nya. Ia pun mulai mendesak organisasinya untuk menjawab semua pertanyaan. Ia mulai kecewa, lalu memutuskan kabur dari jamaah.

Kekecewaannya menghantarkan Kiran pada kekosongan, kehampaan, hingga ia mulai mengimani iblis. Kiran mulai menghujat Tuhan dan menentang Nya, ia melampiaskan frustasinya dengan mengkonsumsi obat terlarang dan menyerahkan tubuhnya menjadi santapan lelaki. Tidak ada rasa sesal yang meyelimuti Kiran selepas bersetubuh, ia malah semakin berdiri tegak seraya menyalahkan Tuhan..

Buku ini memperlihatkan titik balik seorang makhluk Tuhan paling taat hingga menjadi hamba yang membangkang. Pergolakan emosi tokoh Kiran yang disuguhkan penulis membuat pembaca hanyut, ditambah pemikiran Kiran yang sangat kritis. Tak hanya itu, buku ini banyak membongkar pemikiran pembaca tentang kemunafikan manusia yang tegak di atas medan dakwah hingga membahas hal yang tabu di masyrakat. Namun pemilihan diksi pada buku ini terkesan vulgar dan agak bertele-tele. Tokoh pendukungpun kurang terbahas. Terlepas dari itu, buku ini banyak mengajarkan tentang nilai-nilai kehidupan.

Linda Rohmatasari

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *