<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>digitalisasi Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/digitalisasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/digitalisasi/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Aug 2026 14:52:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>digitalisasi Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/digitalisasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perwakilan Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Dibekali Kompetensi Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 14:52:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pidi-4.0]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[proses-bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2138</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Politeknik STMI Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur pada 20-22 Juli 2026. Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman proses industri sebagai persiapan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/">Perwakilan Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Dibekali Kompetensi Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em>Politeknik STMI Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur pada 20-22 Juli 2026. Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman proses industri sebagai persiapan menghadapi dunia kerja.</em></em></p>



<p>Politeknik STMI Jakarta melalui Unit Transformasi Digital 4.0, menggelar Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 Juli. Pelatihan ini bertujuan untuk bekal wawasan mahasiswa mengenai dunia industri. Kegiatan ini menghadirkan pemateri lintas program studi seperti pembuatan BPMN (<em>Business Process Model and Notation</em>), pembuatan diagram <em>Use Case</em>, pembuatan diagram <em>activity, </em>dan pembuatan <em>dashboard</em>. Selain itu, mahasiswa juga berkunjung ke PIDI 4.0 untuk memperoleh gambaran langsung mengenai implementasi proses bisnis manufaktur.</p>



<p>Penanggung jawab Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur, Cassey Paputungan, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan agenda rutin yang ditujukan bagi dosen, IKM (Industri Kecil Menengah), dan mahasiswa. Pelatihan ini juga dirancang untuk memberikan pengetahuan yang belum tentu diperoleh di ruang kelas, “Tujuannya sendiri itu kami ingin lebih mengajari mahasiswa, memberikan informasi, dan sharing terkait materi-materi yang mungkin tidak didapatkan di kelasnya secara langsung”, ujarnya. Ia menambahkan, pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai program studi sehingga menjadi wadah untuk saling berbagi pengetahuan.</p>



<p>Selain menghadirkan pemateri lintas program studi, peserta juga diajak melihat langsung implementasi proses manufaktur melalui kunjungan ke PIDI 4.0. Menurut Cassey, pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai dunia industri sebelum menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin) maupun memasuki dunia kerja, “Jadi sebelum masuk ke proses Prakerin, mahasiswa itu sudah dilibatkan dulu, sudah dapat pemahaman dulu terkait di dunia kerja itu bagaimana. Apa saja implementasi dari pembelajaran di kampus di dunia kerjanya” ujarnya.</p>



<p>Manfaat pelatihan juga dirasakan oleh Fatimatuzzahra, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Polimer (TKP). Ia mengaku memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses bisnis, “Hal baru yang paling utama mungkin lebih mendalami lagi mengenai proses bisnis, kalau misalnya di TKP itu memang lebih singkat untuk penjelasannya. Tapi kalau misalnya di sini benar-benar lebih mendalam lagi dan jadi lebih tahu lagi” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Tiara Caella dari Program Studi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) mengaku kunjungan ke PIDI 4.0 menjadi pengalaman yang paling berkesan, &#8220;Di PIDI itu ada Toyota, kan. Di Toyota-nya itu kita bisa tahu proses bisnis yang mereka jalankan itu seperti apa, dari mulai proses pembuatan mobilnya, terus juga digitalisasi prosesnya, proses bisnisnya. Jadi kita benar-benar menambah wawasan aja sih di PIDI itu&#8221; ujarnya. Pengalaman tersebut membuat Tiara merasa pelatihan ini menjadi bekal berharga sebelum menjalani magang maupun memasuki dunia kerja. Hal ini sejalan dengan pernyataan Bu Cassey bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja.</p>



<p><strong>Penulis: Muhammad Nur Ikhsan<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/">Perwakilan Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Dibekali Kompetensi Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peluncuran 5Gnow.id Mendukung Perkembangan 5G di Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/peluncuran-5gnowid-mendukung-perkembangan-5g-di-indonesia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/peluncuran-5gnowid-mendukung-perkembangan-5g-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2023 08:58:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[5g]]></category>
		<category><![CDATA[5gnowid]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[telekomunikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Di Indonesia, 5G sedang berkembang pesat. Kemenkominfo melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam meluncurkan 5Gnow.id untuk memberikan pembaruan informasi yang terkait dengan kebijakan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/peluncuran-5gnowid-mendukung-perkembangan-5g-di-indonesia/">Peluncuran 5Gnow.id Mendukung Perkembangan 5G di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Di Indonesia, 5G sedang berkembang pesat. Kemenkominfo melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam meluncurkan 5Gnow.id untuk memberikan pembaruan</em> <em>informasi yang terkait dengan kebijakan 5G dan mempengaruhi perkembangan teknologi lainnya.</em></p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari kominfo.go.id, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan pelaku usaha telekomunikasi di Indonesia dalam meluncurkan sebuah portal pusat informasi mengenai 5G, yaitu 5Gnow.id. Platform tersebut diluncurkan untuk mempercepat perkembangan teknologi dan transformasi digital di Indonesia. Melalui platform digital 5Gnow.id, masyarakat dari dalam negeri maupun luar negeri dapat mengakses berbagai informasi terkini mengenai perkembangan 5G di Indonesia</p>
<p style="text-align:justify">Platform 5Gnow.id diperkenalkan dalam acara Mobile World Congress (MWC) 2023 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol. Peluncuran platform ini merupakan bagian dari acara 5G Alliance Roundtable yang diadakan oleh APAC 5G Industry Community, yaitu sebuah komunitas industri 5G di kawasan Asia Pasifik. Kemenkominfo pun turut berpartisipasi sebagai anggota dalam acara tersebut.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Direktur Penataan Sumber Daya, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Denny Setiawan mengatakan bahwa platform 5Gnow.id ini dirancang sebagai sebuah platform kolaboratif yang melibatkan para pemangku kepentingan baik dari tingkat lokal maupun global.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Ia berharap bahwa melalui portal ini, akan terjadi dorongan dalam pengembangan aplikasi 5G dan memberikan informasi perkembangannya. &ldquo;Kami berharap portal ini juga mampu mendorong pengembangan aplikasi 5G yang inovatif dan selaras dengan kebijakan Pemerintah untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN),&rdquo; ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari antaranews.com, menurut Ketua Umum Asosiasi Internet of Things (ASIOTI) Teguh Prasetya, pasar 5G di Indonesia terus tumbuh dengan pesat. Ia mengatakan bahwa teknologi 5G memiliki dampak positif pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain itu, teknologi tersebut juga mendukung perkembangan <em>Internet of Things</em> (<em>IoT</em>), kecerdasan buatan (<em>AI</em>), pengolahan data besar (<em>Big Data</em>), dan <em>metaverse.</em></p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), pengembangan jaringan 5G di Indonesia memiliki potensi untuk memberikan kontribusi lebih dari Rp2.800 Triliun atau sekitar 9,5% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030. Bahkan, potensi tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi Rp3.500 Triliun atau sekitar 9,8% dari total PDB Indonesia pada tahun 2035.</p>
<p style="text-align:justify">Dia juga mengungkapkan bahwa 5Gnow.id akan berfungsi sebagai pusat informasi terkini tentang perkembangan 5G di Indonesia. &ldquo;5Gnow.id akan menjadi hub berisi informasi terkini terkait pengembangan 5G di Indonesia. 5Gnow.id mengumpulkan informasi dari regulator, ekosistem, dan pelaku industri sekaligus mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam memberikan kabar terbaru seputar 5G dan teknologi pendukung kedepannya,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p style="text-align:justify">Kembali dilansir dari kominfo.go.id, salah satu pemrakarsa hadirnya 5Gnow.id, PT Alita Praya Mitra (Alita) menyatakan bahwa platform 5Gnow.id dapat menghubungkan komunikasi secara interaktif dengan <em>multi-stakeholders,</em> terutama masyarakat dan korporasi sebagai pengguna layanan dan solusi berbasis jaringan 5G. Dari hal tersebut, Sales &amp; Marketing Director Alita, Martini Soejatno pun turut berkomitmen dalam mendukung pengembangan teknologi 5G di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify">Tidak hanya dengan PT Alita Praya Mitra, portal 5Gnow.id juga merupakan hasil kerjasama antara Kemenkominfo dengan berbagai pihak lainnya, antara lain ASIOTI, Mastel, ATSI, Telecom Infra Project, GSMA, APAC5G, Meta, Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison, NPERF, ITB, ITS, Telkom University, dan Huawei.</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis: Nisrina Auliya<br />
Editor: Amanda&nbsp;Cahayawulan</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/peluncuran-5gnowid-mendukung-perkembangan-5g-di-indonesia/">Peluncuran 5Gnow.id Mendukung Perkembangan 5G di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/peluncuran-5gnowid-mendukung-perkembangan-5g-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembangunan PDN Untuk Pengoptimalan e-Governance</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pembangunan-pdn-untuk-pengoptimalan-egovernance/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pembangunan-pdn-untuk-pengoptimalan-egovernance/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2022 18:29:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;&#160;Pemerintah berencana membangun empat Pusat Data Nasional (PDN). Telah dilaksanakan acara peletakan batu pertama untuk proyek e-governance. Terdapat 4 lokasi yang ditetapkan sebagai</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pembangunan-pdn-untuk-pengoptimalan-egovernance/">Pembangunan PDN Untuk Pengoptimalan e-Governance</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;&nbsp;</strong><em>Pemerintah berencana membangun empat Pusat Data Nasional (PDN). Telah dilaksanakan acara peletakan batu pertama untuk proyek e-governance. Terdapat 4 lokasi yang ditetapkan sebagai tempat pembangunan PDN.</em></p>
<p>Mengutip dari kominfo.go.id, demi mendukung pelayanan publik yang efisien, efektif, dan transparan serta mendorong implementasi data untuk mencapai suatu perubahan dan tujuan, pemerintah merencanakan pembangunan empat Pusat Data Nasional (PDN). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk pemerintahan berbasis digital.</p>
<p>Dilansir dari aptika.kominfo.go.id, PDN merupakan sekumpulan pusat data yang digunakan secara bagi pakai oleh instansi pusat dan pemerintah daerah serta saling terhubung. PDN ini terdiri atas pusat data Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) dan pusat data instansi pusat hingga pemerintah daerah yang memenuhi persyaratan tertentu.</p>
<p>Dalam laman antaranews.com, Menteri Kominfo Republik Indonesia Johnny G Plate menyatakan bahwa PDN yang di Indonesia memiliki peran penting untuk memperkuat dan mengoptimalkan pemerintahan berbasis digital (<em>e-governance</em>) yang lebih efisien.</p>
<p>&ldquo;Harapannya adalah efisiensi, tata kelola data yang lebih efisien. Memperkuat <em>e-governance</em> dan menghasilkan Satu Data Indonesia untuk pengambilan keputusan berbasis data,&rdquo; kata Menteri Johnny di sela acara &ldquo;Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pusat Data Nasional&rdquo; di kawasan GIIC, Cikarang, Jawa Barat, Rabu 9/11/22.</p>
<p>Dikutip melalui kominfo.go.id, pada Rabu 9/11/2022 Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Samuel Abrijani, dalam acara peletakan batu pertama (<em>groundbreaking</em>) menandai perkenalan proyek pembangunan PDN di Kabupaten Bekasi kepada jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor privat, serta masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Sekaligus dalam rangka penyelenggaraan PDN melalui Proyek Penguatan Infrastruktur<em> e-Government </em>di Kawasan Jabodetabek sesuai amanat Perpres No.95 Tahun 2018 tentang Infrastruktur SPBE,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Melansir dari kominfo.go.id, Kemkominfo telah merancang empat lokasi pembangunan PDN, yaitu Kawasan Deltamas Industrial Estate (Jabodetabek), Nongsa Digital Park (Batam), Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur, serta Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Menurut Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Bambang Dwi Anggono, keempat PDN tersebut berstandar global Tier- 4, tingkat yang sangat tinggi untuk standar pusat data.</p>
<p>&ldquo;Penentuan lokasi sudah ditetapkan berdasarkan kriteria pemilihan lokasi yang ada di dalam Standar Pusat Data SNI 8799:2019, Uptime Institute maupun standar ANSI/TIA 942.&rdquo; Jelasnya.</p>
<p>Menyadur dari kominfo.go.id, Direktur Bambang Dwi Anggono menjelaskan PDN pertama akan dibangun di Cikarang, Jawa Barat, tepatnya di Kawasan Deltamas Industrial Estate. Adapun PDN kedua akan dibangun di kawasan Nongsa Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.</p>
<p>&ldquo;Pemilihan lokasi pusat data di Batam didasarkan keunggulan atas kelengkapan infrastruktur penunjang, semisal infrastruktur serat optik, pasokan listrik, air, serta jalur langsung ke tulang punggung internet global. Setelah Batam, lokasi pembangunan PDN selanjutnya rencananya akan dibangun di IKN, serta Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur,&rdquo; tutur Direktur LAIP Ditjen Aptika Kementerian Kominfo.</p>
<p><strong>Penulis : Ihsan Ali</strong></p>
<p><strong>Editor : Az-zahra Nurwanda</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pembangunan-pdn-untuk-pengoptimalan-egovernance/">Pembangunan PDN Untuk Pengoptimalan e-Governance</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pembangunan-pdn-untuk-pengoptimalan-egovernance/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satelit Nano SS-1 Milik Indonesia Siap Mengorbit</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/satelit-nano-ss1-milik-indonesia-siap-mengorbit/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/satelit-nano-ss1-milik-indonesia-siap-mengorbit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2021 19:30:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah mendukung pengembangan satelit nano SS-1 karya anak bangsa yang akan diluncurkan April 2022 guna mendukung Indonesia di</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/satelit-nano-ss1-milik-indonesia-siap-mengorbit/">Satelit Nano SS-1 Milik Indonesia Siap Mengorbit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah mendukung pengembangan satelit nano SS-1 karya anak bangsa yang akan diluncurkan April 2022 guna mendukung Indonesia di era digitalisasi.</em></p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari konferensi pers &ldquo;Rencana Peluncuran Satelit Nano Indonesia&rdquo; yang diadakan pada Senin (25/10/2021), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tengah mendukung riset dan pengembangan teknologi satelit nano yang dikerjakan oleh beberapa mahasiswa dan akademisi Universitas Surya. &ldquo;Kemenkominfo membantu perizinan <em>filing </em>atau dokumen teknis sistem orbit satelit kepada Internasional Telecommunication Union serta proses koordinasi satelit secara internasional,&rdquo; ujar Johnny Gerard Plate.</p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari jurnal &ldquo;Potensi Nano Satelit sebagai Teknologi Satelit Masa Depan&rdquo;, satelit nano sendiri merupakan satelit yang dirancang berukuran kecil dengan dimensi 10x10x10 cm dengan bobot kurang dari 10 kilogram (kg). Biasanya diluncurkan dengan menumpang satelit besar (<em>piggyback</em>) atau melalui stasiun luar angkasa (ISS). Disadur dari <em>surya.ac.id</em>, satelit nano ini dapat berfungsi sebagai transfer data, <em>repeater</em> (baca: pengulang) untuk komunikasi data, sistem pelaporan paket otomatis (APRS), pengumpulan data untuk bencana alam, dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan jurnal yang sebelumnya, Satelit nano juga memiliki keunggulan seperti biaya pembuatannya lebih murah karena ukurannya kecil. Selain itu, satelit ini diluncurkan dengan cara menumpang satelit yang besar maupun satelit nano lainnya, sehingga dapat memangkas biaya, tidak memerlukan fasilitas yang besar dan mahal. Dengan demikian, perusahaan dapat membuat satelit dalam jumlah banyak (<em>constellation</em>) untuk memperoleh data pengamatan yang lebih cepat.</p>
<p style="text-align:justify">Untuk progresnya sendiri, riset serta pembuatan satelit nano karya anak bangsa yang diberi nama Surya Satellite-1 (SS-1) ini dimulai dari tahun 2016 dan sekarang telah memasuki tahap <em>final testing</em>. Rencananya, SS-1 akan dikirim ke Jepang pada bulan Desember 2021 ini dan akan diluncurkan per April 2022. &ldquo;Saya ingin melaporkan bahwa mereka harus mengirimkan satelit itu pada bulan Desember ke Jepang dan akan diluncurkan pada bulan April tahun 2022. Kondisi satelit sekarang dalam <em>final testing</em>,&rdquo; jelas Adi Rahman&nbsp;Adiwoso selaku President Director Pasifik Satelit Nusantara dalam konferensi pers.</p>
<p style="text-align:justify">Melihat hal tersebut, Giri Widyan Pratama selaku dosen Jaringan Komunikasi Data di Politeknik STMI Jakarta menyambut baik kehadiran satelit nano SS-1. Beliau merasa bangga karena anak bangsa mampu bersaing di dunia satelit bersamaan dengan negara lain. &ldquo;Saya juga sebagai anak bangsa juga ikut bangga. Kita mampu bersaing di dunia teknologi dengan negara lain,&rdquo; ujar Giri.</p>
<p style="text-align:justify">Giri berharap ke depannya satelit buatan Indonesia ini dikembangkan menjadi satelit besar, serta dapat segera diluncurkan agar masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat dari nano satelit SS-1 ini. &ldquo;Harapannya, satelit ini nantinya bisa dikembangkan tidak hanya nano saja , tapi juga berkembang menjadi satelit besar. Yang paling dekat itu ya meluncurkannya satelit itu sendiri agar kita bisa mendapatkan manfaatnya juga, baik teman-teman industri bisnis maupun pemerintah,&rdquo; tandas Giri.</p>
<p><strong>Penulis: Ihsan Ali<br />
Editor: Artha Julia</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/satelit-nano-ss1-milik-indonesia-siap-mengorbit/">Satelit Nano SS-1 Milik Indonesia Siap Mengorbit</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/satelit-nano-ss1-milik-indonesia-siap-mengorbit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tujuan Dibalik Rilisnya IDM Token</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/tujuan-dibalik-rilisnya-idm-token/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/tujuan-dibalik-rilisnya-idm-token/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2021 03:05:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[cryptocurrency]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[idm-coop]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian-perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Pada tanggal 28 Oktober lalu, Indonesia Digital Millenials Cooperatives telah merilis aset kripto baru buatan Indonesia yaitu IDM Token yang rencananya akan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/tujuan-dibalik-rilisnya-idm-token/">Tujuan Dibalik Rilisnya IDM Token</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Pada tanggal 28 Oktober lalu, Indonesia </em>Digital Millenials Cooperatives <em>telah merilis aset kripto baru buatan Indonesia yaitu IDM Token yang rencananya akan digunakan untuk mengundang investor demi membangun UMKM yang terdigitalisasi.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Crypto currency</em> atau mata uang kripto kini semakin diminati masyarakat, tidak terkecuali oleh masyarakat Indonesia. Melansir dari siaran pers Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi selaku Menteri Perdagangan menjelaskan tren jual beli aset kripto akan terus meningkat dan nilai transaksinya akan terus bertambah. Pada tahun 2020, masyarakat Indonesia yang bertransaksi aset kripto mencapai 4 juta orang dengan nilai transaksi mencapai Rp65 triliun. Kemudian hingga akhir Mei 2021, jumlahnya naik menjadi 6,5 juta orang dan nilai transaksinya meroket menjadi Rp370 triliun.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya peluang pada perdagangan aset kripto tersebut melatarbelakangi lahirnya koperasi digital untuk milenial yang dinamakan Indonesia Digital Millenials Cooperatives atau IDM Coop. Seperti yang dijelaskan pada <em>Antaranews.com</em>, Indonesian Millennials and Generation Z (I&#39;M Gen Z) menginisiasi berdirinya koperasi milenial dengan nama Indonesia Digital Millenials Cooperatives (IDM Coop) di Jakarta pada Sabtu (18/7/2020). Adapun demikian, Koperasi Milenial tersebut didirikan oleh 31 orang</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, IDM Coop ini merencanakan pembuatan aset kripto yang bernama IDM Token demi mewujudkan tujuan mereka. Koin kripto Indonesia atau IDM ini resmi dirilis pada tanggal 28 Oktober 2021 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>Antaranews.com</em>, Ketua atau Chief Executive Officer (CEO) IDM Coop M. Chairul Basyar yang biasa disapa Ilung dalam keterangan tertulis menjelaskan bahwa melalui IDM Coop ini akan dibuat sebuah platform digital berupa aplikasi yang akan menjadi rantai pasokan untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Dengan demikian, kehadiran platform tersebut akan banyak membantu dan menyasar para pelaku UMKM untuk menyuplai produk-produknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, Jerry Sambuaga selaku Wakil Menteri Perdagangan berharap adanya IDM Token ini dapat membiayai sebuah proyek yang sudah disusun untuk dijalankan. &ldquo;Proyek yang saat ini sedang dikerjakan adalah membantu pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital koperasi di Indonesia,&rdquo; jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut laman web <em>idmcoop.com</em>, IDM Token dimaksudkan untuk mengundang investor mata uang kripto untuk membiayai proyek besar kami dalam membangun ekosistem digital koperasi dan UMKM di Indonesia. Puncak rencana yang dibuat oleh IDM Coop yaitu perilisan Aplikasi IDM Super yang akan diluncurkan pada kuartal kedua di tahun 2022. Namun untuk saat ini, IDM token berada pada tahap awal di jaringan <em>binance smart chain</em> yaitu teknologi blockchain buatan Binance, yang mana masih dalam tahap pencarian super investor melalui IDM Token ini. IDM Token sendiri tercatat menggunakan jaringan <em>binance smart chain</em> dengan nilai desimal 9.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awal perilisannya IDM Token, menurut laman web <em>bscscan.com </em>tercatat sudah terjadi 2.626 jumlah transaksi dengan total transaksi senilai 702.374.918,66 IDM dan terus bertambah. Per 15 November 2021 tercatat terdapat 7.253 <em>holders</em> dan peningkatan total transaksi menjadi 28.232.</p>
<p><strong>Penulis: Aldi Ihza Maula<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/tujuan-dibalik-rilisnya-idm-token/">Tujuan Dibalik Rilisnya IDM Token</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/tujuan-dibalik-rilisnya-idm-token/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Digital Parenting Menjadi Hal yang Penting di Dunia Digital saat Ini</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/digital-parenting-menjadi-hal-yang-penting-di-dunia-digital-saat-ini/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/digital-parenting-menjadi-hal-yang-penting-di-dunia-digital-saat-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2021 22:21:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[digital-parenting]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Pada era digitalisasi, besarnya pengunaan gawai serta akses internet memicu timbulnya risiko-risiko yang dapat terjadi pada anak. Dengan itu, peran digital parenting menjadi</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/digital-parenting-menjadi-hal-yang-penting-di-dunia-digital-saat-ini/">Digital Parenting Menjadi Hal yang Penting di Dunia Digital saat Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Pada </em><em>era digitalisasi</em><em>, </em><em>besarnya pengunaan gawai serta akses internet memicu timbulnya </em><em>risiko-risiko yang dapat terjadi pada anak. Dengan itu, peran digital parenting menjadi penting untuk menghindari dan mengurangi risiko-risiko tersebut. </em></p>
<p style="text-align:justify">Dalam jurnal yang berjudul &ldquo;Digital Parenting sebagai Wahana Terapi untuk Menyeimbangkan Dunia Digital dengan Dunia Nyata bagi Anak&rdquo; dijelaskan bahwa <em>digital parenting</em> (baca: pengasuhan digital) merupakan cara pengasuhan kepada anak untuk lebih mengenal dunia digital dengan memberikan batasan-batasan tentang hal-hal yang boleh dilakukan maupun yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan perangkat digital.</p>
<p style="text-align:justify"><em>Digital parenting</em> menjadi hal yang penting karena beberapa hal. Seperti yang disebutkan pada jurnal yang berjudul &ldquo;Digital Parenting Sebagai Upaya Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak Usia Dini saat Pandemi Covid-19&rdquo;, terdapat dampak dari kecanduan gadget yaitu perkembangan motorik kasar anak cenderung melambat karena minimnya pergerakan yang biasa dilakukan oleh anak.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu, dilansir dari laman <em>kominfo.go.id</em> bahwa jumlah anak yang mengakses internet terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini sejalan dengan data yang disajikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa terdapat peningkatan jumlah anak yang mengakses internet. Jika dibandingkan antara tahun 2019 dengan tahun 2020, pada anak kategori usia 5-12 tahun pada tahun 2019 terdapat 7,93 persen dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 9,55 persen anak pengguna internet. Kemudian pada kategori anak usia 13-15 pada tahun 2019 terdapat 7,86 persen dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 7,42 persen anak pengguna internet.</p>
<p style="text-align:justify">Terdapat hal-hal yang bisa terjadi jika anak tidak diberi batasan sehingga kecanduan gadget. Melansir dari jurnal yang berjudul &ldquo;Digital Parenting sebagai Wahana Terapi untuk Menyeimbangkan Dunia Digital dengan Dunia Nyata bagi Anak&rdquo;, hal-hal yang dapat terjadi jika anak kecanduan gadget diantaranya adalah fokus berkurang, menjadi lebih emosional, sulit untuk mengambil keputusan dan daya juang yang rendah.</p>
<p style="text-align:justify">Karena hal-hal dan alasan-alasan yang telah disebutkan di atas, <em>digital parenting </em>menjadi penting dan harus berperan dalam pengasuhan anak. Seperti yang dilansir dari <em>Antara News</em> bahwa Ruby Alamnsyah, Pakar Digital Forensik Universitas Indonesia, menyarankan orang tua harus mendampingi, mengontrol, mengawasi, dan membatasi jam main <em>online</em> anak untuk melindungi anak dari <em>cyberbullying</em> (baca: perundungan digital). Selain itu, orang tua juga harus melakukan <em>parenting control</em> atau kendali orang tua seperti menentukan platform yang boleh digunakan oleh anak serta memberi pemahaman pada anak untuk melindungi dirinya.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu menurut jurnal yang berjudul &ldquo;Pengaruh Digital Parenting terhadap Sosial Kemandirian Anak Prasekolah&rdquo;, <em>digital parenting </em>merupakan upaya orang tua mempersiapkan anak untuk menghadapi kencangnya perkembangan teknologi. Pada <em>digital parenting,</em> orang tua juga harus memiliki kemampuan untuk tidak terkecoh dengan kecanggihan zaman sekarang. Keahlian tersebut adalah cara berkomunikasi dengan anak, cara untuk memproteksi gadget atau gawai anak dan membuat kesepakatan dengan anak agar peran-peran <em>digital parenting</em> dapat berjalan dengan baik.</p>
<p><strong>Penulis: Bagus Nurcahyo<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/digital-parenting-menjadi-hal-yang-penting-di-dunia-digital-saat-ini/">Digital Parenting Menjadi Hal yang Penting di Dunia Digital saat Ini</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/digital-parenting-menjadi-hal-yang-penting-di-dunia-digital-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dunia Digital Akan Membuat Sastra Semakin Pendek</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/dunia-digital-akan-membuat-sastra-semakin-pendek/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/dunia-digital-akan-membuat-sastra-semakin-pendek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2021 12:28:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Zaman sekarang, banyak orang yang masuk ke dalam dunia digital tanpa diikuti dengan kebiasaan membaca buku dan menulis. Akibatnya, mereka hanya membaca</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/dunia-digital-akan-membuat-sastra-semakin-pendek/">Dunia Digital Akan Membuat Sastra Semakin Pendek</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Zaman sekarang, banyak orang yang masuk ke dalam dunia digital tanpa diikuti dengan kebiasaan membaca buku dan menulis. Akibatnya, mereka hanya membaca kalimat-kalimat singkat saja.</em></p>
<p style="text-align:justify">Dalam Webinar Nasional Pekan Sastra 2021 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Media Ekonomi dan Bisnis (Memi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman, Mahardika Ayunda selaku moderator menjelaskan bahwa karya sastra adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam bentuk gambaran kehidupan yang mampu membangkitkan pesona dengan alat bahasa dan dilukiskan dalam bentuk tulisan.</p>
<p style="text-align:justify">Menurut Septriani yang dalam jurnal berjudul &ldquo;Tantangan Pengajaran Kultur Kebangsaan melalui Karya Sastra terhadap Siswa Generasi Digital&rdquo;, sastra memanfaatkan berbagai teknologi baik internet komputer, maupun <em>handphone </em>(baca: telepon genggam) sebagai medianya saat ini. Kartini F. Astuti selaku penulis buku <em>Rahasia Melepaskan </em>dan juga <em>content creator&nbsp;</em>(baca: pembuat konten) dalam webinar bertema &ldquo;Sastra: Menjangkau yang Tak Terjangkau&rdquo; sebelumnya mengatakan modernisasi membuat sastra dan teknologi harus berjalan beriringan. Dikarenakan sastra tanpa teknologi akan ketinggalan, sedangkan teknologi tanpa sastra maka akan kehilangan arah.</p>
<p style="text-align:justify">Kartini juga menyebutkan bahwa dunia yang dilipat itu seperti kondisi dunia sekarang, dimana kita bisa melihatnya dalam genggaman tanpa batasan. &ldquo;Dahulu, kita kesulitan dalam mencari perpustakaan untuk mendapatkan buku tertentu. Saat ini sangat mudah untuk mencari buku-buku atau informasi lainnya,&quot; jelasnya.&nbsp;Ia pun menambahkan bahwa hal tersebut membuat kita bingung untuk menentukan informasi yang akan dikonsumsi.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, Kartini mengungkapkan bahwa sastra dalam bahasa Sanskerta berarti tulisan dan dahulu disebut <em>susastra</em>, makna kata &ldquo;su&rdquo; adalah indah. Namun sekarang, <em>susastra</em> hanya tinggal sastra saja karena sudah tidak indah lagi. &ldquo;Semakin banyak orang yang abai, bahkan ingin segala hal instan. Akhirnya, orang hanya mementingkan sensasi,&rdquo; ujar Kartini.</p>
<p style="text-align:justify">Sujiwo Tejo yang dikenal sebagai aktor, budayawan, penulis, dan musikus menuturkan bahwa zaman dahulu sastra-sastra pendek adalah yang paling laris. Namun setelah adanya cerpen dan puisi yang semakin pendek, dunia digital akan membuat sastra semakin pendek ke depannya &ldquo;Hal ini mengakibatkan orang-orang tidak tertarik untuk membaca tulisan-tulisan yang panjang. Dilihat dari cara orang membaca berita, kebanyakan mereka hanya membaca judulnya saja,&rdquo; jelas Sujiwo. Menurutnya, itu akan membuat banyak orang yang tidak terliterasi. Akibatnya, mereka tidak fokus pada topik saat diajak bicara.</p>
<p style="text-align:justify">Kartini menjelaskan bahwa untuk produktif dimasa pandemi ini bisa dilakukan dengan berbagai hal, seperti membaca buku. Dengan membaca buku, kita seolah-olah berkomunikasi langsung dengan penulis. Selain itu, kita akan terbuka wawasannya dan merasa seolah-olah sedang menjelajah dunia. &ldquo;Selain membaca buku, menulis adalah pilihan terbaik. Dengan menjadikan tulisan sebagai semangat hidup, harimu akan dipenuhi dengan karya. Tulisan juga dapat dilukiskan dalam bentuk lain seperti video dan yang lainnya,&rdquo; tutupnya.</p>
<p><strong>Penulis: Danu Maulana Jasuntra<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/dunia-digital-akan-membuat-sastra-semakin-pendek/">Dunia Digital Akan Membuat Sastra Semakin Pendek</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/dunia-digital-akan-membuat-sastra-semakin-pendek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengenalan Augmented Reality dan Implementasinya di Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pengenalan-augmented-reality-dan-implementasinya-di-indonesia-/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pengenalan-augmented-reality-dan-implementasinya-di-indonesia-/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2021 15:28:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[augmented-reality]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[gawai]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Di era digital ini, perkembangan teknologi semakin meningkat, salah satunya teknologi Augmented Reality. Hingga saat ini, teknologi tersebut telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pengenalan-augmented-reality-dan-implementasinya-di-indonesia-/">Pengenalan Augmented Reality dan Implementasinya di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Di era digital ini, perkembangan teknologi semakin meningkat, salah satunya teknologi Augmented Reality. Hingga saat ini, teknologi tersebut telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang.</em></p>
<p style="text-align:justify">Di zaman ini, teknologi yang digunakan oleh masyarakat semakin canggih, di antarannya penggunaan teknologi <em>Augmented Reality</em> (AR). &nbsp;Adam Ardisasmita selaku Intel Innovator, Vice President Asosiasi Game Indonesia, CEO Arsanesia menjelaskan bahwa AR merupakan suatu teknologi proyeksi yang di mana objek realitas maya bergabung dengan dunia nyata.&nbsp; &ldquo;Kita di dunia nyata mempunyai bentuk fisik. Lalu, ada pula benda atau objek digital yang muncul di dunia kita,&rdquo; jelasnya dalam webinar bertema &ldquo;Tren&nbsp; Implementasi dan Pengembangan Augmented Reality&rdquo; pada Kamis (8/4/2021).</p>
<p style="text-align:justify">Sering kali, masyarakat menganggap bahwa teknologi ini sama dengan <em>Virtual Reality</em> (VR). Namun ternyata, keduanya adalah teknologi yang berbeda. Perbedaan tersebut disampaikan dalam webinar bertajuk &ldquo;Carving The Future World Through Augmented and Virtual Reality&rdquo;.&nbsp; Rahmita Wirza O. K. Rahmat selaku Leader Computer Graphic, Vision, and Visualization (CGV2) Universiti Putra Malaysia menerangkan bahwa VR ialah teknologi yang berusaha menggantikan realitas dengan dunia virtual.</p>
<p style="text-align:justify">Dengan demikian hal tersebut berbeda dengan AR yang hanya menambahkan objek virtual ke dalam dunia nyata. &ldquo;Jadi pada dasarnya, VR menggantikan realitas dengan lingkungan digital tiga dimensi yang benar-benar baru, sedangkan AR adalah konten digital yang terhampar dalam dunia nyata,&rdquo; terang Rahmita pada Selasa (10/11/2020).</p>
<p style="text-align:justify">Selanjutnya, Adam mengungkapkan bahwa masuknya tren AR ini ke tanah air dimulai semenjak perusahaan Google mengumumkan kacamata pintarnya yang bernama Google Glass. Kacamata tersebut dapat memunculkan informasi sesuai dengan keinginan penggunanya, layaknya teknologi pada anime Dragon Ball. Namun sayangnya, tren Google Glass mengalami penurunan dikarenakan langkanya peredaran perangkat tersebut.</p>
<p style="text-align:justify">Lanjutnya, Adam menuturkan bahwa teknologi AR pun kembali terkenal di tanah air melalui gim daring yang bernama Pokemon Go. Melalui gim ini, para pemain dapat merasakan keseruan saat berburu monster virtual di dunia nyata melalui perantara aplikasinya. Gim ini juga memanfaatkan kamera pada ponsel pintar serta layanan <em>location based</em> <em>service</em> atau layanan berbasis lokasi.</p>
<p style="text-align:justify">Tak hanya untuk bersenang-senang, teknologi AR juga dapat diimplementasikan menjadi alat bantu dalam berbagai bidang. Pertama, AR dapat membantu pengusaha <em>online </em>dalam memaparkan produknya. Lalu dapat melatih untuk menerangkan cara penggunaan alat-alat yang besar. Selanjutnya bisa membantu pengajar dalam melakukan replikasi atau penduplikatan objek yang sulit dijangkau. &ldquo;Dengan AR, kita dapat membuat model manusia dengan ukuran yang real. Benda tersebut dapat diperbesar hingga terlihat ukuran sel, bahkan mitokondria atau organel sel yang ada di tubuh manusia,&rdquo; tutur Adam.</p>
<p style="text-align:justify">Kemajuan pengembangan AR pun semakin cepat. &ldquo;Menurut saya, perkembangan AR dan VR menjadi lebih cepat karena Covid-19 ini,&rdquo; tutur Rahmita. Teknologi sendiri ini cukup mudah dikembangkan karena vendor atau pihak yang menyediakan bahan mentah telah berlomba-lomba untuk membuat <em>Software Development Kit</em> (SDK) selengkap mungkin. Hal tersebut dilakukan agar pengembang dapat menemukan solusi untuk teknologi AR ke depannya.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, Adam mengucapkan bahwa pengembang di seluruh dunia sudah belajar membuat AR dari awal saat ini. Melihat hal tersebut, ia pun berharap agar pengembang dari Indonesia tidak tertinggal lagi. &ldquo;Kalau misalnya teknologi terdahulu, kita kalah dengan negara lain. Nah saat ini, kita sama-sama memulai dari nol. Jadi, kita jangan sampai terlambat,&rdquo; tutupnya.</p>
<p><strong>Penulis: Ihsan Ali<br />
Editor: Silvia Andini</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pengenalan-augmented-reality-dan-implementasinya-di-indonesia-/">Pengenalan Augmented Reality dan Implementasinya di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pengenalan-augmented-reality-dan-implementasinya-di-indonesia-/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
