lpmindustria.com – Politeknik STMI Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur pada 20-22 Juli 2026. Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman proses industri sebagai persiapan menghadapi dunia kerja.
Politeknik STMI Jakarta melalui Unit Transformasi Digital 4.0, menggelar Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 Juli. Pelatihan ini bertujuan untuk bekal wawasan mahasiswa mengenai dunia industri. Kegiatan ini menghadirkan pemateri lintas program studi seperti pembuatan BPMN (Business Process Model and Notation), pembuatan diagram Use Case, pembuatan diagram activity, dan pembuatan dashboard. Selain itu, mahasiswa juga berkunjung ke PIDI 4.0 untuk memperoleh gambaran langsung mengenai implementasi proses bisnis manufaktur.
Penanggung jawab Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur, Cassey Paputungan, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan agenda rutin yang ditujukan bagi dosen, IKM (Industri Kecil Menengah), dan mahasiswa. Pelatihan ini juga dirancang untuk memberikan pengetahuan yang belum tentu diperoleh di ruang kelas, “Tujuannya sendiri itu kami ingin lebih mengajari mahasiswa, memberikan informasi, dan sharing terkait materi-materi yang mungkin tidak didapatkan di kelasnya secara langsung”, ujarnya. Ia menambahkan, pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai program studi sehingga menjadi wadah untuk saling berbagi pengetahuan.
Selain menghadirkan pemateri lintas program studi, peserta juga diajak melihat langsung implementasi proses manufaktur melalui kunjungan ke PIDI 4.0. Menurut Cassey, pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai dunia industri sebelum menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin) maupun memasuki dunia kerja, “Jadi sebelum masuk ke proses Prakerin, mahasiswa itu sudah dilibatkan dulu, sudah dapat pemahaman dulu terkait di dunia kerja itu bagaimana. Apa saja implementasi dari pembelajaran di kampus di dunia kerjanya” ujarnya.
Manfaat pelatihan juga dirasakan oleh Fatimatuzzahra, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Polimer (TKP). Ia mengaku memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses bisnis, “Hal baru yang paling utama mungkin lebih mendalami lagi mengenai proses bisnis, kalau misalnya di TKP itu memang lebih singkat untuk penjelasannya. Tapi kalau misalnya di sini benar-benar lebih mendalam lagi dan jadi lebih tahu lagi” ujarnya.
Sementara itu, Tiara Caella dari Program Studi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) mengaku kunjungan ke PIDI 4.0 menjadi pengalaman yang paling berkesan, “Di PIDI itu ada Toyota, kan. Di Toyota-nya itu kita bisa tahu proses bisnis yang mereka jalankan itu seperti apa, dari mulai proses pembuatan mobilnya, terus juga digitalisasi prosesnya, proses bisnisnya. Jadi kita benar-benar menambah wawasan aja sih di PIDI itu” ujarnya. Pengalaman tersebut membuat Tiara merasa pelatihan ini menjadi bekal berharga sebelum menjalani magang maupun memasuki dunia kerja. Hal ini sejalan dengan pernyataan Bu Cassey bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja.
Penulis: Muhammad Nur Ikhsan
Editor: Amira Najla Hartini

