<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lingkungan Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/lingkungan/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 May 2025 04:01:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>lingkungan Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/lingkungan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sustainable Living : Langkah Kecil Menuju Dunia yang Lebih Hijau</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/sustainable-living-langkah-kecil-menuju-dunia-yang-lebih-hijau/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/sustainable-living-langkah-kecil-menuju-dunia-yang-lebih-hijau/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2025 04:01:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[sustainable living]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1967</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ditengah perubahan iklim yang semakin ekstrem, gaya hidup berkelanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Menerapkan sustainable living dapat memberi dampak besar terhadap lingkungan, tetapi</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/sustainable-living-langkah-kecil-menuju-dunia-yang-lebih-hijau/">Sustainable Living : Langkah Kecil Menuju Dunia yang Lebih Hijau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p class="has-text-align-center"><em>Ditengah perubahan iklim yang semakin ekstrem, gaya hidup berkelanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Menerapkan sustainable living dapat memberi dampak besar terhadap lingkungan, tetapi dalam menerapkannya pasti ada tantangan dan hambatan yang dihadapi.</em></p>



<p><em>Sustainable living </em>atau gaya hidup berkelanjutan adalah gaya hidup yang bertujuan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Menurut Siti, mahasiswa Agribisnis IPB, gaya hidup ini bisa jadi solusi jangka panjang jika diterapkan secara konsisten. Aira, mahasiswa Teknik Kimia Polimer Politeknik STMI Jakarta, menambahkan bahwa jika banyak orang beralih ke gaya hidup ini akan memberikan dampak signifikan dan menjadi tanggung jawab bersama. <em>Sustainable living </em>bukan hanya sekadar tren belaka dan teori, tetapi tentang bagaimana kita menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Winda, <em>founder </em>komunitas <em>Green Genius</em>, menceritakan pengalamannya bagaimana ia membangun kebiasaan hidup berkelanjutan ini, “Kalau untuk aku sendiri, <em>sustainable living</em> yang aku lakukan pertama adalah mengelola sampah pribadi aku dulu. Jadi dari memilah sampah di rumah, kemudian mengurangi penggunaan sampah-sampah plastik seperti botol plastik, gelas minuman plastik,&#8221; ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa meskipun terasa berat dan merepotkan, ia selalu membawa dua <em>tumbler</em> untuk kebutuhan minum hariannya. Dari kebiasaan inilah, individu maupun komunitas dapat berkontribusi nyata untuk menjaga lingkungan.</p>



<p>Salah satu tantangan terbesar dalam menerapkan gaya hidup ini adalah ketergantungan pada barang-barang yang kurang ramah lingkungan. Menurut Winda, banyak orang masih terpaksa menggunakan plastik karena kebutuhan sehari-hari, seperti membawa belanjaan, atau saat membeli minuman kemasan, “Dan salah satu yang tidak bisa kita pungkiri adalah plastik itu murah harganya dan mudah didapat. Jadi seperti kebutuhan manusia yang tinggi dibarengi dengan murahnya atau banyaknya suplai plastik yang menjadi tantangan,” ujarnya. Kebiasaan ini sudah sangat melekat, sehingga butuh usaha lebih untuk mengubahnya. Selain itu, keterbatasan fasilitas seperti tempat sampah yang tidak memadai juga menjadi hambatan, justru kondisi ini seharusnya menjadi pemicu agar masyarakat lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan.</p>



<p>Penerapan <em>sustainable living</em> memberikan dampak positif yang besar, terutama dalam menjaga lingkungan dan mengurangi sampah plastik. Winda, menyebut bahwa selama satu setengah tahun terakhir kesadaran orang-orang di sekitarnya meningkat, termasuk keluarga dan teman-temannya. Menurutnya, pengurangan plastik dan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan akan berdampak jangka panjang. Kesadaran kolektif ini mendorong perubahan nyata yang berkontribusi pada pengurangan kerusakan alam dan terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan bersih. Dalam menghadapi tantangan lingkungan yang terus meningkat, maka setiap langkah kecil yang kita lakukan akan sangat berdampak signifikan. Dengan mengelola sampah secara bijak, mengurangi penggunaan plastik, dan meningkatkan kesadaran akan keberlanjutan, kita dapat berperan dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang. Peran individu, komunitas, dan dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk menciptakan perubahan yang nyata. Sebagai mahasiswa, kita memiliki kesempatan besar untuk memulai perubahan ini dalam kehidupan sehari-hari dan menginspirasi orang lain untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan.</p>



<p>Penulis : Muhammad Nur Ikhsan</p>



<p>Editor :Sheillomitha Salsa</p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/sustainable-living-langkah-kecil-menuju-dunia-yang-lebih-hijau/">Sustainable Living : Langkah Kecil Menuju Dunia yang Lebih Hijau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/sustainable-living-langkah-kecil-menuju-dunia-yang-lebih-hijau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Narcissistic Disorder Memberikan Dampak Merugikan Pada Lingkungan Sekitar</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/narcissistic-disorder-memberikan-dampak-merugikan-pada-lingkungan-sekitar/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/narcissistic-disorder-memberikan-dampak-merugikan-pada-lingkungan-sekitar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2024 09:55:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Kepribadian narsistik&#160;atau Narcissistic Personality Disorder (NPD)&#160;adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan perasaan superioritas, kebutuhan akan kekaguman, dan kurangnya empati terhadap orang lain. Terapi</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/narcissistic-disorder-memberikan-dampak-merugikan-pada-lingkungan-sekitar/">Narcissistic Disorder Memberikan Dampak Merugikan Pada Lingkungan Sekitar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Kepribadian narsistik&nbsp;atau Narcissistic Personality Disorder (NPD)&nbsp;adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan perasaan superioritas, kebutuhan akan kekaguman, dan kurangnya empati terhadap orang lain. Terapi kognitif-perilaku, peningkatan kesadaran diri, dan latihan empati adalah beberapa pendekatan yang efektif dalam membantu individu mengelola perilaku narsistik.</em></p>
<div>
<p style="text-align:justify">Secara umum, kepribadian narsistik mengacu pada kecenderungan seseorang untuk merasa dirinya lebih istimewa dan lebih penting dibandingkan orang lain. Individu dengan kepribadian narsistik kerap kali membutuhkan pengakuan dan kekaguman yang berlebihan. Mereka memiliki rasa superioritas dan terkadang kurang empati pada orang lain.</p>
<p style="text-align:justify">Gangguan kepribadian narsistik atau <em>Narcissistic Personality Disorder </em>(NPD) adalah gangguan psikologis yang ditandai dengan perasaan berlebihan tentang diri sendiri, kebutuhan untuk selalu dikagumi, dan kesulitan dalam memahami, bahkan seringkali menyalahkan orang lain dan terlebih lagi, mereka sangat sensitif &nbsp;hingga memberikan reaksi buruk bahkan terhadap kritik, ketidaksetujuan, atau penghinaan sekecil apa pun yang mereka anggap sebagai serangan pribadi. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan merasa memiliki hak istimewa atau merasa lebih layak dibandingkan orang-orang di sekitarnya. Fenomena ini sudah menjadi salah satu tema yang sering dibicarakan dalam psikologi modern, karena dampaknya yang luas terhadap hubungan dan kesejahteraan sosial seseorang.</p>
<p style="text-align:justify">Memiliki sifat narsistik tentu berdampak besar terhadap lingkungan sosial. Ketika seseorang lebih mementingkan dirinya, kebutuhan untuk selalu dikagumi dan tidak peka terhadap orang lain bisa menjadi penghalang dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis. Di lingkungan kerja misalnya, orang dengan sifat narsistik cenderung lebih mementingkan pencapaian pribadinya ketimbang tujuan tim, yang dapat mempengaruhi kinerja dan produktivitas kelompok.</p>
<p style="text-align:justify">Di lingkungan pertemanan atau keluarga, sifat narsistik juga bisa memicu konflik. Karena kurangnya empati dan kepedulian terhadap orang lain, orang dengan kepribadian narsistik seringkali kesulitan untuk membangun hubungan jangka panjang yang tulus. Mereka bisa tidak peduli dengan perasaan orang lain, sehingga orang-orang di sekitar mereka merasa tidak dihargai atau bahkan dimanfaatkan.</p>
<p style="text-align:justify">Kepribadian narsistik pun dapat mempengaruhi kesehatan mental individu itu sendiri. Meskipun pada permukaan mereka terlihat percaya diri, di dalam hati mereka seringkali merasa rendah diri, cemas, dan takut akan penolakan. Ketidakstabilan ini bisa memicu perasaan tidak bahagia dan ketidakpuasan yang berkepanjangan.</p>
<p style="text-align:justify">Jika kamu merasa memiliki kecenderungan narsistik, bukan berarti kamu tidak bisa mengubahnya. Mengurangi gejala kepribadian narsistik mungkin membutuhkan waktu dan usaha, tetapi sangat mungkin untuk dilakukan. Berikut adalah beberapa cara yang bisa membantu, seperti mengikuti terapi kognitif-perilaku, kembangkan kesadaran diri, melatih empati, dan fokus pada pengembangan diri yang sehat.</p>
<p style="text-align:justify">Kepribadian narsistik adalah sesuatu yang nyata dan dapat berdampak besar dalam kehidupan seseorang dan orang-orang di sekitarnya. Dengan pemahaman dan usaha untuk mengelola gejala-gejalanya, kamu bisa meningkatkan kualitas hubungan sosial dan kesehatan mental. Ingatlah bahwa perubahan memang tidak instan, namun dengan komitmen, kamu bisa belajar menjadi versi terbaik dari dirimu yang lebih peduli dan empati terhadap orang lain.</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis:&nbsp;</strong><strong>Ananda Khairunisa Violeta<br />
Editor: Lifa Ansyaresti</strong></p>
</div>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/narcissistic-disorder-memberikan-dampak-merugikan-pada-lingkungan-sekitar/">Narcissistic Disorder Memberikan Dampak Merugikan Pada Lingkungan Sekitar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/narcissistic-disorder-memberikan-dampak-merugikan-pada-lingkungan-sekitar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menelusuri Akar Masalah Stunting di Indonesia: Solusi Untuk Masa Depan yang Lebih Sehat</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/menelusuri-akar-masalah-stunting-di-indonesia-solusi-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/menelusuri-akar-masalah-stunting-di-indonesia-solusi-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 21:18:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[gizi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama memulai kehidupan masih menjadi persoalan dengan tingkat persentase</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/menelusuri-akar-masalah-stunting-di-indonesia-solusi-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat/">Menelusuri Akar Masalah Stunting di Indonesia: Solusi Untuk Masa Depan yang Lebih Sehat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong><em>&nbsp;Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama memulai kehidupan masih menjadi persoalan dengan tingkat persentase tinggi. Sebenarnya, terdapat banyak penyebab dan pencegahan yang dapat diketahui untuk mengurangi masalah stunting ini.</em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><em>Stunting</em> merupakan masalah gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menunjukkan bahwa persentase angka <em>stunting</em> di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 21,6% berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Meskipun angka ini telah menurun dari 24,4% pada tahun 2021, masih diperlukan upaya besar untuk mencapai target penurunan stunting menjadi 14% pada tahun 2024.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Adapun penyebab <em>stunting</em> mencakup berbagai faktor, termasuk asupan gizi dan status kesehatan yang mencakup ketahanan pangan, lingkungan sosial, lingkungan kesehatan, dan lingkungan pemukiman. Ibu hamil dengan asupan gizi rendah dan yang mengalami penyakit infeksi cenderung melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau panjang badan di bawah standar. Asupan gizi yang baik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pangan di rumah tangga, tetapi juga oleh pola asuh, seperti pemberian kolostrum, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif, dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat. Selain itu, faktor lingkungan kesehatan seperti akses air bersih, sanitasi yang layak, dan pengelolaan sampah yang baik sangat berperan penting dalam mencegah infeksi penyakit menular pada anak, yang berkontribusi signifikan terhadap terjadinya <em>stunting</em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Perlu diketahui bahwa tidak semua balita dengan tinggi badan yang &ldquo;kurang&rdquo; atau pendek itu <em>stunting</em>, sehingga perlu dibedakan oleh dokter anak. Akan tetapi, anak yang <em>stunting</em> dipastikan memiliki tinggi badan yang pendek. Dilansir dari kemkes.go.id, dampak yang ditimbulkan stunting dapat dibagi menjadi dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang. Di mana dalam jangka pendek, <em>stunting</em> menyebabkan gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motorik, dan tidak optimalnya ukuran fisik tubuh serta gangguan metabolisme. Sedangkan pada jangka panjang, stunting menyebabkan penurunan kapasitas intelektual, gangguan struktur dan fungsi saraf sel-sel otak yang bersifat permanen, serta penurunan kemampuan menyerap pelajaran di usia sekolah yang akan berpengaruh pada produktivitas saat dewasa. Selain itu, kekurangan gizi juga menyebabkan gangguan pertumbuhan (Pendek bahkan kurus) dan meningkatkan resiko penyakit tidak menular seperti diabetes melliltus, hipertensi, jantung koroner, dan stroke.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Penurunan stunting dapat dicapai melalui dua jenis intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung. Ada sepuluh langkah penting untuk mencegah stunting seperti memberikan tablet tambah darah kepada ibu hamil, menyediakan makanan tambahan bagi ibu hamil, memenuhi kebutuhan gizi, memastikan persalinan ditangani oleh dokter atau bidan ahli, melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI untuk bayi di atas 6 bulan hingga usia 2 tahun, melengkapi imunisasi dasar dan memberikan vitamin A, memantau pertumbuhan balita di posyandu terdekat, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Penulis: Novaeni Nurul Nurazizah<br />
Editor: Lifa Ansyaresti</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/menelusuri-akar-masalah-stunting-di-indonesia-solusi-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat/">Menelusuri Akar Masalah Stunting di Indonesia: Solusi Untuk Masa Depan yang Lebih Sehat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/menelusuri-akar-masalah-stunting-di-indonesia-solusi-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kota DKI Jakarta Meraih Peringkat ke-2 dengan Kualitas Udara Terburuk Sedunia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/kota-dki-jakarta-meraih-peringkat-ke2-dengan-kualitas-udara-terburuk-sedunia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/kota-dki-jakarta-meraih-peringkat-ke2-dengan-kualitas-udara-terburuk-sedunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jun 2024 09:19:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Lpmindustria.com &#8211; Jakarta menjadi peringkat kedua dengan kualitas udara terburuk didunia. Hal tersebut menjadikan Jakarta termasuk dalam kategori udara tidak sehat yang dapat memicu</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/kota-dki-jakarta-meraih-peringkat-ke2-dengan-kualitas-udara-terburuk-sedunia/">Kota DKI Jakarta Meraih Peringkat ke-2 dengan Kualitas Udara Terburuk Sedunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>Lpmindustria.com</strong><em> &#8211; Jakarta menjadi peringkat kedua dengan kualitas </em><em>udara</em><em> terburuk didunia. Hal tersebut menjadikan Jakarta termasuk dalam kategori udara tidak sehat yang dapat memicu berbagai risiko kesehatan.</em></p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.58 WIB, nilai indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai 191, dikarenakan hal itu Jakarta&nbsp; berada di peringkat kedua dan masuk dalam kategori tidak sehat. Selanjutnya diikuti oleh kota Kampala di Uganda yang berada di peringkat ketiga dengan nilai AQI 167, lalu diikuti oleh Dubai di Uni Emirat Arab di peringkat keempat dengan nilai AQI 166 dan diikuti oleh kota Kinshasa di Kongo di peringkat kelima dengan nilai AQI 163.</p>
<p style="text-align:justify">Diperingkat selanjutnya yaitu peringkat keena ada Aljir di Algeria dengan nilai AQI 141, dan di peringkat ketujuh ada kota Santiago di Cili dengan nilai AQI 130. Tak hanya itu peringkat kedelapan ditempati Kairo di Mesir dengan nilai AQI 122 dan peringkat kesembilan adalah Addis Ababa di Etiopia dengan nilai AQI 112, serta di peringkat ke-10 ada kota Lahore di Pakistan dengan nilai AQI 111. Meskipun peringkat kualitas udara Jakarta menurun, nilai AQI justru meningkat. Hal ini patut diwaspadai karena dapat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.</p>
<p style="text-align:justify">Berbagai kategori kualitas lainnya seperti kategori berbahaya dengan rentang 300-500, secara umum dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan. Kemudian, kategori sangat tidak sehat berada di rentang <em>Particulate Matter</em> (PM2,5) antara 200-299. Kota Delhi, India berada di urutan pertama dengan AQI 270, ditingkat ini kualitas udara berbahaya bagi kesehatan sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sedangkan, kualitas udara kategori sedang dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100, rentang ini tidak berpengaruh pada kesehatan manusia atau hewan, tetapi berdampak buruk pada tumbuhan sensitif. Sementara itu, kategori baik di rentang PM2,5 sebesar 0-50 yang tidak memberikan efek kesehatan bagi manusia atau hewan, serta tidak berdampak pada tumbuhan, bangunan, atau nilai estetika.</p>
<p style="text-align:justify">Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah DKI Jakarta menerapkan berbagai solusi penanganan pencemaran udara. Pertama, menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Pencemaran Udara di Provinsi DKI Jakarta. Kedua, mengendalikan polusi dari industri dan memantau kualitas udara secara berkala. Ketiga, mencegah sumber pencemar dari berbagai sumber dan menangani keadaan darurat. Keempat, menerapkan wajib uji emisi kendaraan bermotor. Kelima, melakukan peremajaan angkutan umum dan mengembangkan transportasi ramah lingkungan. Keenam, meningkatkan ruang terbuka dan bangunan hijau serta menggiatkan gerakan penanaman pohon.</p>
<p style="text-align:justify">Untuk terlaksananya kebijakan tersebut dengan baik, maka perlu melibatkan kesadaran dari berbagai pihak. Dengan menyadari masalah kualitas udara Jakarta yang menempati peringkat kedua terburuk di dunia, diharapkan masyarakat lebih peduli dan berupaya meningkatkan kualitas udara menjadi lebih sehat.</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis: Nandra Ayu Saputri<br />
Editor: Najla Aulia</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/kota-dki-jakarta-meraih-peringkat-ke2-dengan-kualitas-udara-terburuk-sedunia/">Kota DKI Jakarta Meraih Peringkat ke-2 dengan Kualitas Udara Terburuk Sedunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/kota-dki-jakarta-meraih-peringkat-ke2-dengan-kualitas-udara-terburuk-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lepaskan Asap Rokok, Rangkul Masa Depan Sehat: Selamat Hari Tanpa Tembakau Sedunia!</title>
		<link>https://lpmindustria.com/event/lepaskan-asap-rokok-rangkul-masa-depan-sehat-selamat-hari-tanpa-tembakau-sedunia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/event/lepaskan-asap-rokok-rangkul-masa-depan-sehat-selamat-hari-tanpa-tembakau-sedunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 May 2024 22:29:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[tembakau]]></category>
		<category><![CDATA[who]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;31 Mei 2024, Tepat pada hari ini diperingat sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day dengan tema &#8220;Protecting children from</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/event/lepaskan-asap-rokok-rangkul-masa-depan-sehat-selamat-hari-tanpa-tembakau-sedunia/">Lepaskan Asap Rokok, Rangkul Masa Depan Sehat: Selamat Hari Tanpa Tembakau Sedunia!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>31 Mei 2024, Tepat pada hari ini diperingat sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day dengan tema &ldquo;Protecting children from tobacco industry interference&rdquo;, dan dengan sasaran utama anak muda untuk dapat meningkatkan kesadaran terhadap tembakau dan agar terhindar dari paparan iklan penggunaan tembakau.&nbsp;</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Hari Tanpa Tembakau Sedunia diciptakan pada tahun 1987 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sehingga, Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tanggal 31 Mei.&nbsp;Peringatan ini diadakan guna meningkatkan kesadaran tentang bahaya kesehatan yang berhubungan dengan penggunaan tembakau dan sebagai upaya mendukung kebijakan yang efektif dalam menurunkan konsumsi tembakau di seluruh dunia untuk menjamin hak kesehatan bagi semua orang. Keadaan dunia saat ini sedang mengalami krisis iklim, tetapi industri tembakau justru menebang 600 juta pohon untuk menanam tanaman yang menyebabkan kematian lebih dari 8 juta orang setiap tahunnya. </span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Setiap tahun, tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia mengangkat isu spesifik terkait tembakau dan industrinya. Pada tahun 2024, peringatan ini mengusung tema &ldquo;<em>Protecting children from tobacco industry interference</em>&rdquo; atau &ldquo;Melindungi anak-anak dari campur tangan industri tembakau&rdquo;. Tema ini diangkat karena anak-anak menjadi salah satu target utama dalam strategi pemasaran mereka. Secara masif, mereka mempromosikan produknya kepada anak-anak. Untuk menarik minat, industri tembakau juga menciptakan produk dan strategi iklan yang menarik bagi anak-anak dan remaja dengan memanfaatkan media sosial dan platform streaming untuk menjangkau mereka.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">WHO menyebutkan, menurut data tahun 2022, setidaknya 37 juta remaja berusia 13-15 tahun di seluruh dunia menggunakan berbagai jenis produk tembakau. Menurut WHO, di Wilayah Eropa 11,5% anak laki-laki dan 10,1% anak perempuan dalam rentang usia tersebut menggunakan tembakau, sehingga totalnya mencapai 4 juta remaja. Sedangkan data di Indonesia menunjukkan, berdasarkan Survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang&nbsp;dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan peningkatan jumlah perokok anak berusia 10-18 tahun. </span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Pada tahun 2013, persentase perokok pada kelompok usia tersebut sebesar 7,2% dan meningkat menjadi 9,1% pada tahun 2018 atau setara dengan sekitar 3,2 juta anak (dpr.go.id). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pun memperkirakan bahwa tanpa adanya langkah pencegahan yang sistematis dan masif, kebiasaan merokok bagi anak akan mencapai 16 % pada tahun 2030 hal ini setara dengan 6 juta anak.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Kebiasaan merokok yang kian melonjak diperlukan tindakan pencegahan berupa kampanye pendidikan, upaya kebijakan pemerintah atau komunitas dan yang paling utama kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan dari penggunaan tembakau dengan berbagai olahannya. Pengawasan dan penegakan hukum terhadap penjualan olahan tembakau khususnya kepada anak-anak dan remaja perlu menjadi prioritas utama agar tidak kecanduan sejak dini yang dapat berpengaruh ke berbagai kesehatan tubuhnya. </span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Upaya bersama dengan meningkatkan kesadaran dan mengambil tindakan tegas, kita dapat menciptakan dunia yang lebih sehat dan bebas dari bahaya tembakau. Mari bersama-sama melindungi generasi mendatang dan memastikan hak setiap individu untuk hidup sehat. Selamat Hari Tanpa Tembakau Sedunia!</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Penulis: Nandra Ayu Saputri&nbsp;<br />
Editor: Najla Aulia</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/event/lepaskan-asap-rokok-rangkul-masa-depan-sehat-selamat-hari-tanpa-tembakau-sedunia/">Lepaskan Asap Rokok, Rangkul Masa Depan Sehat: Selamat Hari Tanpa Tembakau Sedunia!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/event/lepaskan-asap-rokok-rangkul-masa-depan-sehat-selamat-hari-tanpa-tembakau-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Powerwall: Baterai Penyimpan Listrik Buatan Tesla</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/powerwall-baterai-penyimpan-listrik-buatan-tesla/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/powerwall-baterai-penyimpan-listrik-buatan-tesla/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2023 16:57:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[infotek]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Powerwall merupakan sistem rechargeable home battery (sistem baterai isi ulang rumah) yang dibuat oleh Tesla, Inc. Teknologi ini dirancang untuk menyimpan daya</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/powerwall-baterai-penyimpan-listrik-buatan-tesla/">Powerwall: Baterai Penyimpan Listrik Buatan Tesla</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color:#000000"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong><em> Powerwall merupakan sistem rechargeable home battery (sistem baterai isi ulang rumah) yang dibuat oleh Tesla, Inc. </em><em>Teknologi ini dirancang untuk menyimpan daya listrik cadangan dengan tujuan mengurangi biaya penggunaan listrik serta ramah lingkungan, karena baterai ini dapat diisi ulang menggunakan tenaga surya.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color:#000000">Dilansir dari </span><a href="https://www.tesla.com/support/energy/powerwall/learn/how-powerwall-works"><span style="color:#000000">tesla.com</span></a><span style="color:#000000">, Powerwall merupakan teknologi penyimpan daya listrik untuk kebutuhan rumah tangga. Powerwall adalah sistem cerdas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan energi penggunanya, juga menawarkan kelebihan pencadangan yang mulus dengan jejak karbon yang lebih kecil dan bisa membantu mengurangi tagihan listrik rumah tangga.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color:#000000">Setiap sistem Powerwall dilengkapi dengan pemantauan energi, pengukuran dan pengontrolan cerdas untuk penyesuaian penggunanya melalui aplikasi Tesla. Sistem Powerwall akan mempelajari dan beradaptasi seiring waktu penggunaan energi penggunanya. Powerwall dapat terintegrasi dengan Layanan Cuaca Nasional dan memprioritaskan pengisian daya untuk mengantisipasi cuaca buruk. Powerwall akan menyediakan daya listrik yang cukup saat malam hari yang dihasilkan dari pengisian dari matahari di siang hari. Sistem Powerwall dapat terdiri hingga 10 Powerwall, termasuk kombinasi Powerwall+ dan Powerwall tradisional. Powerwall+ berisi fitur tambahan yang berfokus pada integrasi surya yang memungkinkan instalasi lebih mudah dengan lebih sedikit peralatan. &nbsp;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color:#000000">Dikutip dari jojusolar.co.uk, Powerwall Tesla merupakan produk minimalis yang dirancang dengan indah, ramping, dan hebat. Dimana sistem baterainya terintegrasi dengan aplikasi ponsel yang memberikan informasi secara jelas untuk menunjukkan kepada pengguna kapan baterai sedang diisi atau akan habis, serta menunjukkan tingkat konsumsi jaringan listrik yang dikonsumsi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color:#000000">Dilansir dari tesla.com, Sistem pada Powerwall ini akan mempelajari dan beradaptasi dengan penggunaan energi pengguna dari waktu ke waktu dan menerima <em>over-the-air </em>(baca: pembaruan perangkat lunak) untuk menambahkan fitur baru dan menyempurnakan yang sudah ada. Dalam hal tersebut, pengukuran terintegrasi <em>revenue-grade</em> (baca: tingkat pendapatan) membantu pengguna memantau secara akurat produksi tenaga surya dan konsumsi energi rumah serta mendapatkan wawasan yang akurat dan <em>real-time</em>.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color:#000000">Terdapat dua tipe untuk penggunaan Powerwall, yaitu dengan menggunakan tenaga surya dan tanpa menggunakan tenaga surya. Untuk penggunaan Powerwall menggunakan tenaga surya dapat dimulai dari saat matahari terbit. Ketika rumah membutuhkan daya tambahan, maka rumah dapat menariknya dari jaringan utilitas. Powerwall akan diisi oleh matahari saat siang hari, pada saat panel surya menghasilkan lebih banyak listrik melebihi konsumsi di rumah, maka Powerwall akan menyimpan energi yang ada hingga rumah membutuhkannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color:#000000">Powerwall akan memberikan energi ketika matahari tidak lagi berproduksi di malam hari atau ketika jaringan utilitas tidak aktif selama pemadaman listrik. Setelah itu, ketika matahari terbit keesokan harinya, matahari akan mengisi ulang Powerwall sehingga aka nada siklus energi yang terbarukan. Powerwall dapat mengisi daya saat biaya listrik utilitas Anda rendah dan debit saat biaya listrik tinggi, menghasilkan penghematan otomatis. Powerwall juga akan menyediakan daya cadangan tanpa batas dengan mendeteksi pemadaman jaringan dan secara otomatis menjadi sumber daya utama rumah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color:#000000">Kemudian untuk penggunaan Powerwall tanpa tenaga surya, dilakukan apabila penggunaan listrik dirumah bervariasi. Dalam hal ini, Powerwall dapat mengisi daya saat biaya listrik pengguna rendah dan debit saat biaya listrik tinggi. Dengan begitu Powerwall dapat menghasilkan penghematan otomatis. Powerwall juga akan menyediakan daya cadangan tanpa batas dengan mendeteksi pemadaman jaringan dan secara otomatis menjadi sumber daya utama rumah. &nbsp;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color:#000000"><strong>Penulis: Ibnu Nela Rizky<br />
Editor: Rahma Dhini Arifa</strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/powerwall-baterai-penyimpan-listrik-buatan-tesla/">Powerwall: Baterai Penyimpan Listrik Buatan Tesla</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/powerwall-baterai-penyimpan-listrik-buatan-tesla/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Insinerator di FPSA Tebet, Upaya Penanganan Sampah di DKI Jakarta</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/insinerator-di-fpsa-tebet-upaya-penanganan-sampah-di-dki-jakarta/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/insinerator-di-fpsa-tebet-upaya-penanganan-sampah-di-dki-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 23:39:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[insinerator]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[limbah]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;TPST Bantargebang diperkirakan dalam waktu dekat akan mencapai kapasitas maksimum. Oleh sebab itu, pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun FPSA di Tebet. Namun,</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/insinerator-di-fpsa-tebet-upaya-penanganan-sampah-di-dki-jakarta/">Insinerator di FPSA Tebet, Upaya Penanganan Sampah di DKI Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>TPST Bantargebang diperkirakan dalam waktu dekat akan mencapai kapasitas maksimum. Oleh sebab itu, pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun FPSA di Tebet. Namun, rencana tersebut menuai pro dan kontra. </em></p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari <em>Antaranews.com</em>, Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan, FPSA tanpa polusi akan dibangun di Tebet, Jakarta Selatan. Di dalam tulisan tersebut, Riza menyebutkan bahwa Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA) akan menggunakan teknologi berskala mikro, sehingga tidak menimbulkan pencemaran. &ldquo;Jangan diartikan seperti membakar sampah di rumah, pembakaran sampah ini menggunakan teknologi berskala mikro kecil,&rdquo; lanjutnya. (10/8/21) Pada laman yang sama, sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Syaripudin, menjelaskan bahwa teknologi yang dimaksud adalah insinerator.</p>
<p style="text-align:justify">Adapun insinerator ini, sebagaimana yang tertulis di <em>balitbang.magelangkota.go.id</em>, merupakan sebuah alat insinerasi atau pembakaran sampah. Insinerasi diartikan sebagai teknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik.</p>
<p style="text-align:justify">Menurut <em>e-journal</em> yang diterbitkan oleh <em>bppt.go.id</em> dengan judul &ldquo;Insinerasi untuk Pengolahan Sampah Kota&rdquo;, sampah yang akan diolah harus masuk tahap penyortiran terlebih dahulu. Setelah itu, sampah bisa masuk ke dalam insinerator untuk melalui proses pembakaran. Pada proses pembakaran sampah terdapat beberapa sistem insinerator yang digunakan, antara lain <em>moving grate incinerator</em>, <em>rotary incinerator</em>, dan <em>fluidized bed incinerator</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Di jurnal elektronik tersebut disebutkan, bahwa di antara kegiatan sistem insinerator yang paling banyak digunakan untuk proses insinerasi sampah adalah <em>moving grate incinerator</em>. Berdasarkan materi yang dipublikasi <em>enviro.bppt.go.id</em>, ini ialah sistem pembakaran sampah masal. Selanjutnya dalam jurnal itu dituliskan, kemampuan pembakarannya dapat mengakomodasi variasi yang beda dalam komposisi dan nilai kalor sampah, serta tungku dapat dibangun hingga kapasitas 1.200 ton/hari.</p>
<p style="text-align:justify">Setelah sampah masuk ke sistem insinerasi yang bersuhu tinggi yaitu di atas 850 derajat Celsius, insinerator akan menghasilkan energi panas. Kemudian disadur dari jurnal <em>bppt.go.id</em>, energi panas ini akan terbawa keluar oleh <em>flue gas</em> (baca: udara sisa pembakaran) untuk selanjutnya di-<em>recovery </em>(baca: pemulihan ulang) menggunakan <em>boiler</em> (baca: ketel). Hasil energi <em>recovery</em> itulah yang pada akhirnya dimanfaatkan untuk distribusi energi. Berdasarkan tulisan yang dipublikasi di balitbang.magelangkota.go.id, <em>recovery</em> gas tersebut menjadi sebuah keharusan. Hal ini dikarenakan gas yang dihasilkan dari proses insinerasi mengandung polutan.</p>
<p style="text-align:justify">Terkait dengan beberapa hal di atas, muatan <em>Antaranews.com</em> menuliskan bahwa Riza mengatakan penggunaan insinerator menjadi salah satu upaya untuk menangani sampah. &ldquo;Penggunaan insinerator pada FPSA di Tebet merupakan salah satu strategi penanganan sampah dengan penerapan sampah yang ramah lingkungan dan tepat guna,&rdquo; katanya.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut di laman tersebut, langkah itu dilakukan mengingat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sebagai satu-satunya tempat pemrosesan akhir sampah diperkirakan dalam waktu dekat akan mencapai kapasitas maksimum sehingga tidak dapat menerima lagi. Sebagai informasi, data per Juli 2019 menyebutkan, ketinggian sampah di TPST Bantargebang sudah mencapai 43-48 meter dari batasan maksimal 50 meter.</p>
<p style="text-align:justify">Kendati demikian, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menolak penggunaan insinerator pada FPSA di Tebet. Melalui siaran pers yang diterbitkan di lamannya, penolakan tersebut didasari oleh beberapa alasan. Pertama, proyek pengelolaan sampah dengan cara membakar sampah menggunakan insinerator ini tidak terdapat dalam kebijakan dan strategi daerah dalam pengolahan sampah rumah tangga serta sejenis rumah tangga. Selanjutnya, proyek ini berdekatan langsung dengan pemukiman, sehingga berpotensi menambah beban pencemaran udara berada di area publik atau taman, terlebih lagi di tengah situasi beban pencemaran udara Jakarta yang tinggi.</p>
<p style="text-align:justify">Sebagaimana yang tertulis di laman Walhi Jakarta, FPSA dengan teknologi insinerator ini juga bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 4 tahun 2019. Hal tersebut disebabkan itu tidak memperhatikan aspek sosial dan tidak tepat dalam pengelolaan sampah.</p>
<p style="text-align:justify">Tanggapan yang sama disampaikan oleh Greenpeace Indonesia sebagai salah satu organisasi kampanye lingkungan. Pada diskusi yang diselenggarakan Greenpeace di Instagram-nya, Satrio Swandiko selaku Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace menuturkan bahwa penggunaan insinerator ini memiliki dampak buruk terhadap lingkungan. &ldquo;Pada dasarnya insinerator adalah suatu alat untuk membakar, baik pengelolaannya dibakar untuk menjadi listrik maupun hanya dibakar saja. Setiap pembakaran tetap saja akan menimbulkan polusi,&rdquo; tuturnya.</p>
<p><strong>Penulis: Affifah Nasrillah<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/insinerator-di-fpsa-tebet-upaya-penanganan-sampah-di-dki-jakarta/">Insinerator di FPSA Tebet, Upaya Penanganan Sampah di DKI Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/insinerator-di-fpsa-tebet-upaya-penanganan-sampah-di-dki-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebutuhan Air Bersih Belum Terpenuhi, Pemerintah Lakukan Berbagai Upaya</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kebutuhan-air-bersih-belum-terpenuhi-pemerintah-lakukan-berbagai-upaya/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kebutuhan-air-bersih-belum-terpenuhi-pemerintah-lakukan-berbagai-upaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2021 20:04:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[air-bersih]]></category>
		<category><![CDATA[air-minum]]></category>
		<category><![CDATA[eksploitasi]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Kebutuhan air bersih di Jakarta hingga kini masih belum terpenuhi, sehingga membuat terjadinya eksploitasi air tanah. Hal ini dapat membuat Jakarta tenggelam, namun&#160;pemerintah</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kebutuhan-air-bersih-belum-terpenuhi-pemerintah-lakukan-berbagai-upaya/">Kebutuhan Air Bersih Belum Terpenuhi, Pemerintah Lakukan Berbagai Upaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong>&nbsp;<em>Kebutuhan air bersih di Jakarta</em><em> hingga kini</em><em> masih belum terpenuhi, sehingga membuat terjadinya eksploitasi air tanah. Hal ini dapat membuat Jakarta tenggelam, </em><em>namun</em><em>&nbsp;pemerintah</em><em> terus berusaha </em><em>meningkatkan persediaan</em>&nbsp;<em>dengan melakukan beberapa upaya yang telah direncakan</em><em>.</em></p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan artikel di <em>Antaranews.com</em>, pemenuhan air bersih bagi warga Jakarta baru mencapai 64 persen. Kepala Seksi Perencanaan Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Elisabeth Tarigan, mengatakan bahwa kebutuhan air bersih mencapai 32.865 liter per detik, sedangkan persediaannya saat ini hanyalah 20.725 liter per detik. Menurut Marullah Matali selaku Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, ibu kota membutuhkan 1,8 juta sumur resapan untuk memenuhi cadangan air tersebut. Akan tetapi, ia mengungkapkan bahwa yang terbangun hingga kini hanya sebesar sepuluh persen dari jumlah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify">Disebutkan dalam Publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Statistik Air Bersih DKI Jakarta Tahun 2017-2019 bahwa Jakarta mengalami permasalahan yaitu terbatasnya sumber air baku. Hal ini disebabkan karena sungai-sungai yang dimiliki mengalami pencemaran dengan tingkat yang cukup tinggi. Dengan demikian, dibutuhkan biaya pengolahan yang besar jika dijadikan sumber air baku.</p>
<p style="text-align:justify">Menurut Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya dalam publikasi tersebut, sebanyak 97 persen sumber air baku Jakarta selama ini berasal dari luar Jakarta, yaitu Waduk Jatiluhur, Cisadane, dan Cikokol. Sementara yang berasal dari dalam Jakarta hanyalah tiga persen yaitu Kali Krukut dan Pesanggrahan. Dalam publikasi itu dipaparkan bahwa kebutuhan air baku Jakarta akan terpenuhi tanpa pasokan dari luar apabila ada tujuh belas sungai di Jakarta yang direstorasi. Restorasi adalah pengembalian atau pemulihan keadaan ke keadaan semula. Tak hanya itu, masalah lainnya pun disebutkan dalam publikasi BPS yang sama yaitu terjadinya kebocoran air pada sistem PAM. Pada tahun 2019, ada sebanyak 27,29 persen dimana target pemerintah pada tahun 2023 berkurang menjadi 25 persen.</p>
<p style="text-align:justify">Pemenuhan hak atas air bersih yang belum mencapai seratus persen ini akan berdampak terhadap lingkungan. Dilansir dari laman milik <em>Antara News</em>, hal ini menyebabkan terjadinya pengambilan air tanah untuk memenuhi sisa kebutuhan air tersebut. Menurut Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar, pengambilan air tanah secara berlebihan atau eksploitasi air tanah adalah salah satu penyebab penurunan tanah di DKI Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify">Sebagai langkah mencegah risiko yang berpotensi menyebabkan Jakarta tenggelam tersebut, Dinas SDA DKI Jakarta melakukan peningkatan pelayanan air bersih. &ldquo;Ini terus kami dorong dengan rencana skema pembangunan Sistem Penyedia Air Minum atau SPAM Regional Jatiluhur atau Karian,&rdquo; tutur Yusmada Faizal sebagai Kepala Dinas SDA DKI Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify">Hal ini sejalan dengan yang disebutkan pada laman resmi Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat bahwa PUPR menandatangani perjanjian kerja sama proyek SPAM Regional Jatiluhur 1 guna memenuhi kebutuhan 1,9 juta jiwa di Jakarta dan sekitarnya. &ldquo;Tujuannya untuk melayani masyarakat 4.750 liter per detik. Ini memang masih kurang bagi Jakarta, namun ini sumbangan yang tidak sedikit untuk melayani air bersih dan menjamin kualitas air yang lebih baik,&rdquo; kata Basuki Hadimuljono.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu dalam <em>Antaranews.com</em>, Yusmada menyebutkan bahwa upaya lain yang dilakukan adalah mengendalikan pemakaian air tanah. Adapun caranya antara lain melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap sumur-sumur ilegal maupun yang berizin secara rutin termasuk dengan penutupan dan penyegelan.</p>
<p style="text-align:justify">Lalu, ia juga menuturkan bahwa terdapat upaya perbaikan atau konservasi terhadap air tanah. &ldquo;Dilakukan dengan pembangunan drainase vertikal, contohnya adalah sumur resapan,&rdquo; ucap Yusmada dalam <em>Antaranews.com</em>. Selain itu, pembangunan waduk juga dilakukan untuk menampung air hujan yang dapat dijadikan sumber baku dan pengendalian banjir.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari Publikasi BPS sebelumnya, pemerintah pun telah melakukan upaya-upaya terhadap permasalahan air bocor. Hal tersebut adalah dengan melakukan penggantian pipa-pipa air yang sudah tua, mengganti <em>water meter</em> (baca: alat ukur banyaknya aliran air) yang rusak, meningkatkan administrasi, dan menindak tegas pelaku pencurian air.</p>
<p><strong>Penulis: Bagus Nurcahyo<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kebutuhan-air-bersih-belum-terpenuhi-pemerintah-lakukan-berbagai-upaya/">Kebutuhan Air Bersih Belum Terpenuhi, Pemerintah Lakukan Berbagai Upaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kebutuhan-air-bersih-belum-terpenuhi-pemerintah-lakukan-berbagai-upaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mining Cryptocurrency Membawa Pengaruh Buruk bagi Lingkungan Hidup</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mining-cryptocurrency-membawa-pengaruh-buruk-bagi-lingkungan-hidup/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mining-cryptocurrency-membawa-pengaruh-buruk-bagi-lingkungan-hidup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 13:08:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[bitcoin]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[mining-bitcoin]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Pesatnya perkembangan cyrptocurrency telah menarik jutaan orang di berbagai dunia untuk melakukan penambangan Bitcoin. Sayangnya, hal tersebut berdampak negatif bagi lingkungan. Cryptocurrency sendiri</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mining-cryptocurrency-membawa-pengaruh-buruk-bagi-lingkungan-hidup/">Mining Cryptocurrency Membawa Pengaruh Buruk bagi Lingkungan Hidup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Pesatnya perkembangan cyrptocurrency telah menarik jutaan</em><em> orang</em><em> di berbagai dunia untuk melakukan penambangan Bitcoin. Sayangnya, hal tersebut berdampak negatif bagi lingkungan. </em></p>
<p style="text-align:justify"><em>Cryptocurrency</em> sendiri merupakan mata uang digital yang bekerja dengan sistem <em>blockchain</em> serta menggunakan enkripsi (baca: kode) yang rumit untuk keamanannya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan mata uang digital tersebut diperlukan perangkat komputer yang canggih. Seperti yang tertulis pada <em>luno.com</em>, &ldquo;Untuk melakukan pemrosesan <em>mining</em> dengan cara yang aman, komputer-komputer perlu melakukan kalkulasi kompleks yang memakan usaha komputasi yang sangat besar, sehingga dibutuhkan juga energi yang besar serta alat-alat khusus yang canggih.&rdquo;</p>
<p style="text-align:justify">Pada laman <em>digiconomist.net</em> per 11 Juni 2021 diperkirakan total energi yang dikonsumsi untuk <em>mining</em> (baca: menambang) Bitcoin dapat mencapai 146 <em>Terawatt Hour</em> (TwH) per tahunnya. Berdasarkan perkiraan tersebut, kebutuhan energi untuk melakukan <em>mining</em> Bitcoin dipastikan setara dengan tiga puluh besar negara yang kebutuhan konsumsi energinya tertinggi setiap tahun.</p>
<p style="text-align:justify">Hal ini seperti yang disampaikan pada laman <em>livemint.com</em>. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Cambridge, penambangan Bitcoin membutuhkan energi listrik lebih dari 120 TwH setiap tahunnya. Nilai ini melampaui kebutuhan listrik per tahun negara lain seperti Malaysia, Swedia, dan Argentina. Dari penelitian tersebut juga disimpulkan bahwa apabila penambangan mata uang kripto adalah sebuah negara, ia masuk ke dalam tiga puluh besar negara dengan kebutuhan listrik terbesar setiap tahunnya.</p>
<p style="text-align:justify">Tidak hanya kebutuhan konsumsi energi yang besar, kegiatan mining ini juga menghasilkan emisi gas karbon yang besar. Data dari laman <em>digiconomist.net</em> menunjukkan kalau jejak karbon yang dihasilkan dari kegiatan <em>mining</em> ini mencapai 69.63 Metrik ton (Mt) karbondioksida. Dengan total konsumsi energi serta emisi yang besar, tentunya akan berbahaya bagi masa depan bumi. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal peer-review Nature Climate Change menemukan bahwa Bitcoin sendiri dapat menghasilkan emisi yang cukup untuk meningkatkan suhu global sebesar 2&deg;C pada tahun 2033.</p>
<p style="text-align:justify">Salah satu peneliti dalam jurnal tersebut juga berpendapat bahwa Bitcoin dapat dimasukkan dalam salah satu kontributor utama dalam perubahan iklim. &ldquo;Saat ini, emisi dari transportasi, perumahan dan makanan dianggap sebagai kontributor utama perubahan iklim yang sedang berlangsung. Penelitian ini menggambarkan bahwa Bitcoin harus ditambahkan ke daftar ini,&rdquo; ujar Katie Taladay, mahasiswa master UH Manoa dan rekan penulis makalah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify">Melihat dampak tersebut, beberapa negara telah memiliki penggunaan energi alternatif untuk para penambang demi meminimalkan dampak negatif dan penggunaan konsumsi energi fosil. Seperti yang disampaikan pada web <em>wanaswara.com,</em> Norwegia dan Islandia telah melakukan terobosan dengan mendirikan fasilitas <em>cryptocurrency mining </em>yang sebagian besar didukung oleh energi listrik dari sumber energi terbarukan (selain juga iklimnya yang ideal untuk menjaga server tetap dingin). Sementara itu, juga disebukan bahwa Mongolia sebagai negara yang bebas emisi karbon melarang untuk melakukan penambangan <em>cryptocurrency</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, pada laman yang sama disampaikan jenis mata uang kripto yang ramah lingkungan pun bermunculan, seperti Cardano yang diklaim lebih hemat energi dari pada Bitcoin. Hal ini dikarenakan penerapan teknologi <em>blockchain </em>&ldquo;<em>Proof-of-Stake</em>&rdquo; pada Cardano. Adapun teknologi ini bisa memvalidasi transaksi berdasarkan jumlah koin koin yang dipegang oleh orang yang ada di jaringan Cardano, bukan jumlah kekuatan pemrosesan komputasi yang mereka miliki.</p>
<p><strong>Penulis: Aldi Ihza Maula<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mining-cryptocurrency-membawa-pengaruh-buruk-bagi-lingkungan-hidup/">Mining Cryptocurrency Membawa Pengaruh Buruk bagi Lingkungan Hidup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mining-cryptocurrency-membawa-pengaruh-buruk-bagi-lingkungan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Regulasi dan Standardisasi bagi Industri dalam Mengatasi Perubahan Iklim</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/regulasi-dan-standardisasi-bagi-industri-dalam-mengatasi-perubahan-iklim/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/regulasi-dan-standardisasi-bagi-industri-dalam-mengatasi-perubahan-iklim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2021 18:24:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[amdal]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[iso-14001]]></category>
		<category><![CDATA[klhk]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Pada bulan Juli lalu, Indonesia mengalami anomali suhu udara, salah satu yang berkaitan dengan ini adalah kegiatan industri. Dengan demikian, diperlukan adanya perubahan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/regulasi-dan-standardisasi-bagi-industri-dalam-mengatasi-perubahan-iklim/">Regulasi dan Standardisasi bagi Industri dalam Mengatasi Perubahan Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Pada bulan Juli lalu, Indonesia mengalami anomali suhu udara, salah satu yang berkaitan dengan ini adalah kegiatan industri. Dengan demikian, diperlukan adanya perubahan konsumsi serta </em><em>pola produksi yang</em><em> perlu didukung dengan penerapan regulasi dan standardisasi.</em></p>
<p style="text-align:justify">Saat ini, kondisi lingkungan mengalami anomali atau penyimpangan pada suhu udara. Dilansir dalam situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi anomali pada bulan Juli 2021. Adapun anomali tersebut menempati nilai tertinggi kedua sepanjang periode pengamatan sejak 1981.</p>
<p style="text-align:justify">Perubahan iklim tersebut tidak terlepas dari pengaruh kegiatan industri. Dalam artikel Kementerian Kesehatan berjudul &ldquo;Pengaruh Limbah Industri Terhadap Lingkungan di Indonesia&rdquo; dijelaskan bahwa limbah industri berupa gas dan debu yang dikeluarkan dari cerobong asap harus dikelola dengan baik. Hal ini dikarenakan limbah tersebut dapat menyebabkan efek rumah kaca yaitu meningkatnya suhu bumi akibat karbon dioksida dalam udara dan menipisnya lapisan ozon.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari Siaran Pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono mengatakan bahwa dibutuhkan perubahan pola konsumsi dan produksi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk menciptakan tatanan kehidupan yang baik. &ldquo;Perubahan perilaku tersebut dilakukan melalui pengaturan ruang, pola eksploitasi, pola produksi, pola konsumsi, serta pengendalian limbah dan emisi,&rdquo; jelas Bambang yang dilansir dari laman <em>ppid.menlhk.go.id</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Ia pun melanjutkan bahwa berbagai kebijakan, rencana, program, dan usaha/kegiatan akan berkontribusi dan dipengaruhi oleh perubahan iklim. Oleh karena itu, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Upaya Kelola Lingkungan (UKL), dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dapat digunakan sebagai tidak pencegahan dan adaptasi dampak perubahan iklim.</p>
<p style="text-align:justify">Salah satu poin yang disebutkan Bambang adalah Amdal. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1999, Amdal adalah sebuah kajian yang digunakan untuk pengambilan keputusan proses pelaksanaan usaha/kegiatan yang dilakukan di lingkungan hidup. Dengan kata lain, Amdal berisi apa saja yang harus dilakukan dalam kegiatan industri.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu, poin selanjutnya yang disebutkan Bambang adalah UKL dan UPL. Menurut situs resmi Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, UKL dan UPL adalah upaya yang dilakukan pemilik usaha/kegiatan yang tidak wajib Amdal untuk melakukan pemantauan dan pengelolaan lingkungan. Pemilik usaha yang memiliki UKL dan UPL harus melaporkan hasil pemantauan dan pengelolaan lingkungan hidup setiap periode yang ditentukan. Adapun ketiga hal ini menjadi syarat untuk mendapatkan perizinan usaha/kegiatan.</p>
<p style="text-align:justify">Selain regulasi, standardisasi juga diperlukan untuk mencegah perubahan iklim. Standardisasi internasional yang mengatur tentang Lingkungan Hidup yaitu ISO 14001. Dalam penerapannya, standardisasi ini dilakukan secara sukarela. Dikutip dari situs resmi Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Banten, tujuan dari ISO 14001 adalah upaya pengelolaan lingkungan hidup yang diseragamkan secara internasional. Upaya keberhasilannya adalah kesesuaian sistem manajemen yang terdapat pada industri dengan syarat-syarat pada klausul (hasil persetujuan) didalamnya serta peningkatan kemampuan industri dalam mengendalikan aktivitas dan dampaknya terhadap lingkungan hidup.</p>
<p style="text-align:justify">Adapun salah satu penerapan regulasi Amdal dilakukan oleh industri pembangkit listrik bertenaga gas di Bali. Dijelaskan dalam jurnal &ldquo;Efektivitas Penerapan Amdal dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pembangkit Listrik di Bali &ndash; Studi Kasus PLTD/G Pesanggaran&rdquo; bahwa nilai efektivitas perusahaan tersebut sudah mencapai 49 persen. Hal ini berarti implementasi Amdal yang dilakukan sudah efektif.</p>
<p style="text-align:justify">Penerapan secara teknis turut dijelaskan dalam jurnal tersebut yaitu laporan pelaksaan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan&nbsp;Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) secara rutin dilaporkan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH), tidak ada penyimpangan yang ditemukan baik dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dilakukan, dan juga tidak pernah ada sanksi administratif&nbsp; yang diberikan kepada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) tersebut.</p>
<p style="text-align:justify">Walaupun juga disebutkan pada jurnal tersebut bahwa sempat ada keluhan dari masyarakat mengenai perluasan lahan dan juga suara bising yang ditimbulkan, namun masalah tersebut telah diselesaikan. BLH Kota Denpasar yang berperan sebagai pengawas penerapan Amdal&nbsp;pada PLTG tersebut. Dengan demikian, penerapan yang telah dilakukan oleh PLTG itu dinilai telah sesuai dan efektif.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, juga terdapat penerapan ISO 14001. Dilansir data dari jurnal berjudul &ldquo;Penerapan ISO 14001 di Industri Manufaktur Indonesia&rdquo; bahwa setelah diambil sampel penelitian sebanyak lima puluh&nbsp;perusahan, didapatkan data sebanyak empat belas perusahaan telah menerapkan ISO 14001 selama lebih dari sepuluh tahun dan sisa nya telah menerapkan di bawah dari sepuluh&nbsp;tahun. Selain itu, disebutkan oleh penulis bahwa peluang perbaikan penerapan ISO 14001 di Indonesia masih dibutuhkan oleh banyak perusahaan.</p>
<p><strong>Penulis: Bagus Nurcahyo<br />
Editor: Artha Julia</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/regulasi-dan-standardisasi-bagi-industri-dalam-mengatasi-perubahan-iklim/">Regulasi dan Standardisasi bagi Industri dalam Mengatasi Perubahan Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/regulasi-dan-standardisasi-bagi-industri-dalam-mengatasi-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
