<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Kampus Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/category/info-kampus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/category/info-kampus/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2026 17:30:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>Info Kampus Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/category/info-kampus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Relevansi Kunjungan Industri dalam Mempersiapkan Mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/relevansi-kunjungan-industri-dalam-mempersiapkan-mahasiswa-administrasi-bisnis-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/relevansi-kunjungan-industri-dalam-mempersiapkan-mahasiswa-administrasi-bisnis-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 17:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[abo]]></category>
		<category><![CDATA[HMMI]]></category>
		<category><![CDATA[hyundai]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan-industri]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2145</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Kunjungan industri ke PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Politeknik STMI Jakarta untuk melihat langsung penerapan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/relevansi-kunjungan-industri-dalam-mempersiapkan-mahasiswa-administrasi-bisnis-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/">Relevansi Kunjungan Industri dalam Mempersiapkan Mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em>Kunjungan industri ke PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Politeknik STMI Jakarta untuk melihat langsung penerapan teknologi manufaktur modern.</em></em></em></p>



<p>Kunjungan industri merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang bertujuan menghubungkan teori yang dipelajari di perkuliahan dengan praktik di dunia industri. Tahun ini, Program Studi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) Politeknik STMI Jakarta untuk pertama kalinya memilih PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia sebagai tujuan kunjungan industri. Pemilihan perusahaan tersebut didasarkan pada perkembangan teknologi manufaktur modern yang berkembang pesat dan telah menerapkan sistem otomasi, robotika, serta produksi kendaraan listrik atau <em>Electric Vehicle</em> (EV).&nbsp;</p>



<p>Ketua Pelaksana Kunjungan Industri 2026, Nikita Arly Putri Kawai, mengatakan, “Kami ingin membawa para mahasiswa ABO melihat bagaimana cara kerja perusahaan EV yang sudah modern dan berkembang,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kunjungan industri bertujuan menjembatani teori dan praktik sehingga mahasiswa memahami penerapan manajemen administrasi dan operasional bisnis di industri manufaktur modern. Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai alur rantai pasok, proses produksi, serta sistem tata kelola administrasi di industri otomotif.</p>



<p>Kegiatan kunjungan industri dinilai relevan dengan kompetensi yang dipelajari mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif karena memberikan gambaran nyata mengenai proses bisnis di sektor manufaktur otomotif. Meskipun mahasiswa tidak dapat mengakses seluruh sistem administrasi perusahaan yang bersifat rahasia, mereka tetap memperoleh pemahaman mengenai keterkaitan proses produksi, pengadaan (<em>procurement</em>), logistik, pemasaran, hingga pengelolaan rantai pasok, “Kita bisa melihat keterkaitan antara <em>procurement</em>, logistik, sales marketing yang dijalankan dari proses manufaktur di lapangan,” ungkap Nikita. Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep manajemen bisnis otomotif sekaligus membentuk pola pikir yang sesuai dengan standar profesional industri. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama antara Politeknik STMI Jakarta dengan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.</p>



<p>Manfaat kunjungan industri juga dirasakan langsung oleh para peserta. Mereka berkesempatan mengamati proses produksi kendaraan, sistem kerja yang terintegrasi, hingga penerapan teknologi otomatisasi yang digunakan di PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia. Salah seorang peserta, Tiara Caella, mengaku kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang paling berkesan selama kegiatan berlangsung. &#8220;Pengalaman yang paling berkesan kami bisa ngeliat ratusan robot yang membuat mobil itu secara langsung, benar-benar surprisingly yang tadinya hanya lihat di media sosial dan cuma cuplikannya saja. Kami benar-benar kagum karena ternyata perkembangan teknologi saat ini sudah sangat maju dan canggih,&#8221; ungkapnya. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja sehingga mahasiswa merasa lebih siap menghadapi program magang maupun karier di masa depan.</p>



<p>Kegiatan kunjungan industri diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan menghadirkan perusahaan otomotif yang menerapkan teknologi terkini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri, memperluas relasi, serta memahami kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Dari pengalaman kunjungan industri ke PT Hyundai, Tiara berharap, &#8220;Semoga kita sebagai mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja bisa menerapkan kedisiplinan pegawai-pegawai yang ada di PT Hyundai, dan bisa memahami sistem bisnisnya agar kita benar-benar siap untuk memasuki dunia kerja yang sangat luas. Apalagi dengan persaingan yang semakin ketat, kita harus bisa beradaptasi dan berpikir kritis dalam menghadapinya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Penulis: Febriany Akhwatul Hasanah<br>Editor: Zilvi Aulia Yasmin</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/relevansi-kunjungan-industri-dalam-mempersiapkan-mahasiswa-administrasi-bisnis-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/">Relevansi Kunjungan Industri dalam Mempersiapkan Mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/relevansi-kunjungan-industri-dalam-mempersiapkan-mahasiswa-administrasi-bisnis-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IPI Resmi Diterapkan pada Jalur Mandiri Politkenik STMI Jakarta</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/ipi-resmi-diterapkan-pada-jalur-mandiri-politkenik-stmi-jakarta/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/ipi-resmi-diterapkan-pada-jalur-mandiri-politkenik-stmi-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 12:53:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ipi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian-perindustrian]]></category>
		<category><![CDATA[MABA]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa-Baru]]></category>
		<category><![CDATA[pmb]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2140</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Penerapan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) pada jalur mandiri Politeknik STMI Jakarta menjadi sorotan setelah informasinya muncul di tengah proses Penerimaaan Mahasiswa Baru. Kemunculan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/ipi-resmi-diterapkan-pada-jalur-mandiri-politkenik-stmi-jakarta/">IPI Resmi Diterapkan pada Jalur Mandiri Politkenik STMI Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em>Penerapan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) pada jalur mandiri Politeknik STMI Jakarta menjadi sorotan setelah informasinya muncul di tengah proses Penerimaaan Mahasiswa Baru.</em></em></p>



<p>Kemunculan komponen biaya baru berupa Iuran Pengembangan Institusi (IPI) pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik STMI Jakarta menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa. Berdasarkan konfirmasi kepada pihak kampus, komponen biaya IPI tersebut dipastikan benar adanya. Kebijakan ini diterapkan sebagai penyesuaian regulasi internal institusi menjadi Satker Badan Layanan Umum.&nbsp; Kebijakan biaya di Politeknik STMI Jakarta mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 82 Tahun 2025 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Bidang Pendidikan SDM Industri pada Kementerian Perindustrian. Berdasarkan ketentuan, Politeknik STMI Jakarta berada pada Zona III dengan batas tarif tertinggi uang kuliah program Diploma IV/Sarjana Terapan sebesar Rp11.200.000 per semester. Ketua PMB Politeknik STMI Jakarta, Febyan Dimas Pramanta, S.T., menegaskan bahwa IPI diperuntukkan untuk menunjang pemeliharaan dan peningkatan fasilitas sarana serta prasarana kampus tanpa harus menaikkan beban Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) setiap semester.</p>



<p>Penerapan IPI dilakukan dengan nominal berbeda pada setiap gelombang dan hanya diterapkan pada Jarvis Mandiri. Besaran IPI ditetapkan sebesar Rp1.000.000 untuk Jarvis Mandiri I, Rp1.500.000 untuk Jarvis Mandiri UTBK, dan Rp2.000.000 untuk Jarvis Mandiri II. Strategi segmentasi tersebut diterapkan untuk mendorong calon mahasiswa mendaftar lebih awal. Menurut ketua PMB, secara perhitungan kampus sebenarnya memungkinkan untuk menerapkan tarif yang sama, namun sistem berjenjang dipilih sebagai strategi penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, ia menjelaskan bahwa rencana penerapan IPI telah disusun sejak akhir tahun 2025 setelah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan mengenai tarif layanan BLU. Namun, kebijakan tersebut belum diberlakukan pada Jarvis Mandiri I karena pertimbangan internal yang tidak dapat disampaikan, “Namun, ada satu dan lain hal sehingga Jarvis Mandiri I belum kita kenakan IPI,” ungkapnya.</p>



<p>Munculnya informasi mengenai IPI di pertengahan proses PMB menjadi perhatian sebagian mahasiswa. Ketua PMB menjelaskan bahwa komponen biaya tersebut memang belum diterapkan pada Jalur Prestasi maupun Jarvis Mandiri 1. Oleh karena itu, materi promosi yang digunakan pada tahap awal PMB masih menggunakan skema biaya sebelumnya dan informasi mengenai IPI mulai disampaikan ketika kampus memasuki jalur penerimaan yang memang dikenai kebijakan tersebut, yaitu Jarvis Mandiri UTBK, “Baru ketika Jarvis Bersama tutup, kita mulai promosinya di Jarvis Mandiri UTBK.&nbsp;Jadi, setelah Jarvis Bersama, promosi ke sekolah sudah menggunakan brosur yang baru,” ujarnya. Selain itu, setiap calon mahasiswa juga kembali dikonfirmasi mengenai adanya IPI saat mengikuti proses wawancara sebelum melanjutkan pendaftaran. Menurut Ketua PMB, fokus promosi saat itu masih tertuju pada Jalur Bersama Kementerian Perindustrian sehingga pembaruan mengenai IPI tidak banyak mendapat perhatian.</p>



<p>Dari hasil wawancara beberapa calon mahasiswa Jarvis Mandiri UTBK, mereka mengaku baru mengetahui adanya IPI menjelang pelaksanaan wawancara, “Baru tau pas di wawancara itu ternyata sekarang pakai IPI,” ujar salah satu calon mahasiswa. Pengalaman tersebut membuat Calon Mahasiswa Baru berharap informasi mengenai seluruh komponen biaya dapat disampaikan sejak awal PMB dilakukan, bukan hanya saat jalur yang berkaitan dibuka. Dengan demikian, calon mahasiswa dan orang tua memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kebutuhan pendidikan, mengingat <em>deadline </em>pembayaran yang dianggap begitu singkat setelah pengumuman penerimaan.</p>



<p><strong>Penulis: Sheillomitha Salsa Nabila Putri Jofanala<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/ipi-resmi-diterapkan-pada-jalur-mandiri-politkenik-stmi-jakarta/">IPI Resmi Diterapkan pada Jalur Mandiri Politkenik STMI Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/ipi-resmi-diterapkan-pada-jalur-mandiri-politkenik-stmi-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perwakilan Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Dibekali Kompetensi Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 14:52:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pidi-4.0]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[proses-bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2138</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Politeknik STMI Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur pada 20-22 Juli 2026. Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman proses industri sebagai persiapan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/">Perwakilan Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Dibekali Kompetensi Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em>Politeknik STMI Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur pada 20-22 Juli 2026. Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman proses industri sebagai persiapan menghadapi dunia kerja.</em></em></p>



<p>Politeknik STMI Jakarta melalui Unit Transformasi Digital 4.0, menggelar Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 Juli. Pelatihan ini bertujuan untuk bekal wawasan mahasiswa mengenai dunia industri. Kegiatan ini menghadirkan pemateri lintas program studi seperti pembuatan BPMN (<em>Business Process Model and Notation</em>), pembuatan diagram <em>Use Case</em>, pembuatan diagram <em>activity, </em>dan pembuatan <em>dashboard</em>. Selain itu, mahasiswa juga berkunjung ke PIDI 4.0 untuk memperoleh gambaran langsung mengenai implementasi proses bisnis manufaktur.</p>



<p>Penanggung jawab Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur, Cassey Paputungan, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan agenda rutin yang ditujukan bagi dosen, IKM (Industri Kecil Menengah), dan mahasiswa. Pelatihan ini juga dirancang untuk memberikan pengetahuan yang belum tentu diperoleh di ruang kelas, “Tujuannya sendiri itu kami ingin lebih mengajari mahasiswa, memberikan informasi, dan sharing terkait materi-materi yang mungkin tidak didapatkan di kelasnya secara langsung”, ujarnya. Ia menambahkan, pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai program studi sehingga menjadi wadah untuk saling berbagi pengetahuan.</p>



<p>Selain menghadirkan pemateri lintas program studi, peserta juga diajak melihat langsung implementasi proses manufaktur melalui kunjungan ke PIDI 4.0. Menurut Cassey, pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai dunia industri sebelum menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin) maupun memasuki dunia kerja, “Jadi sebelum masuk ke proses Prakerin, mahasiswa itu sudah dilibatkan dulu, sudah dapat pemahaman dulu terkait di dunia kerja itu bagaimana. Apa saja implementasi dari pembelajaran di kampus di dunia kerjanya” ujarnya.</p>



<p>Manfaat pelatihan juga dirasakan oleh Fatimatuzzahra, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Polimer (TKP). Ia mengaku memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses bisnis, “Hal baru yang paling utama mungkin lebih mendalami lagi mengenai proses bisnis, kalau misalnya di TKP itu memang lebih singkat untuk penjelasannya. Tapi kalau misalnya di sini benar-benar lebih mendalam lagi dan jadi lebih tahu lagi” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Tiara Caella dari Program Studi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) mengaku kunjungan ke PIDI 4.0 menjadi pengalaman yang paling berkesan, &#8220;Di PIDI itu ada Toyota, kan. Di Toyota-nya itu kita bisa tahu proses bisnis yang mereka jalankan itu seperti apa, dari mulai proses pembuatan mobilnya, terus juga digitalisasi prosesnya, proses bisnisnya. Jadi kita benar-benar menambah wawasan aja sih di PIDI itu&#8221; ujarnya. Pengalaman tersebut membuat Tiara merasa pelatihan ini menjadi bekal berharga sebelum menjalani magang maupun memasuki dunia kerja. Hal ini sejalan dengan pernyataan Bu Cassey bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja.</p>



<p><strong>Penulis: Muhammad Nur Ikhsan<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/">Perwakilan Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Dibekali Kompetensi Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beasiswa Tak Selalu Berupa Uang Tunai: Upaya Politeknik STMI Meringankan Beban Mahasiswa</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/beasiswa-tak-selalu-berupa-uang-tunai-upaya-politeknik-stmi-meringankan-beban-mahasiswa/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/beasiswa-tak-selalu-berupa-uang-tunai-upaya-politeknik-stmi-meringankan-beban-mahasiswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 03:47:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[baznas]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendiksaintek]]></category>
		<category><![CDATA[kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[SPP]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[UKT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2128</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Setiap tahun, pertanyaan soal beasiswa selalu menjadi topik hangat di kalangan mahasiswa Politeknik STMI Jakarta. Mulai dari siapa yang berhak menerima, bagaimana proses</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/beasiswa-tak-selalu-berupa-uang-tunai-upaya-politeknik-stmi-meringankan-beban-mahasiswa/">Beasiswa Tak Selalu Berupa Uang Tunai: Upaya Politeknik STMI Meringankan Beban Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em>Setiap tahun, pertanyaan soal beasiswa selalu menjadi topik hangat di kalangan mahasiswa Politeknik STMI Jakarta. Mulai dari siapa yang berhak menerima, bagaimana proses seleksinya, hingga mengapa pengumumannya sering kali terasa mendadak.</em></em></em></p>



<p>Ketika mendengar kata “beasiswa”, banyak orang membayangkan uang yang ditransfer langsung setiap bulan. Namun, di Politeknik STMI Jakarta konsepnya jauh lebih luas. Menurut Pak Amrin, Direktur Politeknik STMI Jakarta, hampir seluruh mahasiswa STMI sebenarnya sudah menerima “beasiswa tidak langsung” sejak awal kuliah berupa subsidi pemerintah yang membuat biaya SPP jauh lebih ringan dibanding biaya operasional sesungguhnya. Biaya SPP di Politeknik STMI Jakarta setelah disubsidi tercatat sebesar Rp4,875 juta per semester, namun pihak kampus tidak menyampaikan secara rinci besaran biaya sebelum subsidi tersebut diberikan.</p>



<p>Selain itu, STMI menjalin kerja sama dengan pihak eksternal seperti Baznas dan KT&amp;G untuk menyediakan beasiswa langsung, serta tetap membuka peluang kerja sama dengan perusahaan lain. Di samping itu, STMI belum dapat mengakomodasi program KIP Kuliah karena program tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek), sedangkan STMI berada di bawah Kementerian Perindustrian.</p>



<p>Mengenai sistem seleksi penerimaan beasiswa, Pak Amrin menjelaskan bahwa terdapat tahap seleksi berbasis data mahasiswa dan rekomendasi dosen karena jumlah peminat cukup banyak sehingga tidak semua usulan dapat diakomodasi. Kriteria utama dalam seleksi beasiswa meliputi prestasi akademik dan kondisi ekonomi, dengan prioritas bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Namun, penilaian tetap dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan aspek akademik, kehadiran, dan kondisi ekonomi. Untuk beasiswa dari pihak eksternal seperti KT&amp;G, kriteria seleksi biasanya ditentukan bersama pihak pemberi beasiswa.</p>



<p>Kamila, salah satu mahasiswa penerima beasiswa, menilai bahwa sistem seleksi sudah cukup ideal karena mempertimbangkan kondisi ekonomi dan prestasi akademik. Kamila menceritakan pengalamannya saat mengikuti proses seleksi, “Seleksi kemarin dari Korea. Seleksinya cuman diwawancarai terkait finansial, terus untuk seleksi berkasnya cuman ngirim slip gaji orang tua sama IPK,” ungkapnya.</p>



<p>Mengenai penyebaran informasi, Pak Amrin menyebutkan bahwa karena sistemnya menggunakan subsidi silang, informasi beasiswa disampaikan secara terbatas, biasanya melalui WhatsApp dan masing-masing program studi. Hal ini dilakukan agar jumlah pendaftar tidak membludak dan proses seleksi tetap terkendali. Namun, Kamila menilai penyebaran informasi tersebut belum sepenuhnya menjangkau seluruh mahasiswa karena pemberitahuannya sering kali mendadak dengan waktu pengumpulan berkas yang terkadang hanya satu hari.</p>



<p>Pak Amrin menjelaskan bahwa jumlah dan jenis beasiswa dapat berubah setiap tahun, bergantung pada ada atau tidaknya perusahaan baru yang menjalin kerja sama. Pihak kampus menyebutkan bahwa peluang kerja sama tersebut selalu terbuka, “Tetapi kami juga membuka peluang bagi perusahaan yang mau memberikan beasiswa,” ujarnya. Meskipun begitu, bentuk kerja sama ini dapat berubah dari tahun ke tahun sesuai dengan kondisi dan kebijakan perusahaan yang terlibat. Untuk saat ini, pihak kampus belum banyak menambah program beasiswa karena subsidi SPP dinilai sudah cukup sehingga fokus dialihkan pada perbaikan sarana dan prasarana secara bertahap.</p>



<p>Dengan kombinasi subsidi pemerintah, kerja sama eksternal, dan perbaikan fasilitas, STMI berupaya memastikan bantuan pendidikan tetap dirasakan mahasiswa. Ke depan, keberlanjutan dukungan tersebut diharapkan tidak hanya melalui penambahan program beasiswa, tetapi juga melalui optimalisasi berbagai bentuk bantuan yang telah tersedia.</p>



<p><strong>Penulis: Aghisna Nafisa<br>Editor: Zilvi Aulia Yasmin</strong></p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/beasiswa-tak-selalu-berupa-uang-tunai-upaya-politeknik-stmi-meringankan-beban-mahasiswa/">Beasiswa Tak Selalu Berupa Uang Tunai: Upaya Politeknik STMI Meringankan Beban Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/beasiswa-tak-selalu-berupa-uang-tunai-upaya-politeknik-stmi-meringankan-beban-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakta di Balik Perubahan Sistem Biaya Kuliah Mahasiswa Baru Politeknik STMI Jakarta 2026</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/fakta-di-balik-perubahan-sistem-biaya-kuliah-mahasiswa-baru-politeknik-stmi-jakarta-2026/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/fakta-di-balik-perubahan-sistem-biaya-kuliah-mahasiswa-baru-politeknik-stmi-jakarta-2026/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 12:07:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[BPP]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[MABA]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa-Baru]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[UKT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2114</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Memasuki tahun akademik 2026/2027, Politeknik STMI Jakarta menerapkan penyesuaian skema pembiayaan bagi mahasiswa baru dengan mengintegrasikan biaya sidang dan wisuda ke dalam</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/fakta-di-balik-perubahan-sistem-biaya-kuliah-mahasiswa-baru-politeknik-stmi-jakarta-2026/">Fakta di Balik Perubahan Sistem Biaya Kuliah Mahasiswa Baru Politeknik STMI Jakarta 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Memasuki tahun akademik 2026/2027, Politeknik STMI Jakarta menerapkan penyesuaian skema pembiayaan bagi mahasiswa baru dengan mengintegrasikan biaya sidang dan wisuda ke dalam BPP.</em></p>



<p>Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Politeknik STMI Jakarta menerapkan penyesuaian skema pembiayaan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) beserta komponen biaya nonakademik bagi mahasiswa baru. Kebijakan ini sempat menimbulkan anggapan adanya kenaikan biaya kuliah. Namun, pihak kampus menegaskan bahwa tidak terjadi kenaikan BPP, melainkan penyesuaian skema pembiayaan melalui penggabungan beberapa komponen biaya nonakademik ke dalam BPP.&nbsp; Kampus juga menjelaskan bahwa perubahan besaran biaya yang dibayarkan mahasiswa berkaitan dengan penyesuaian tersebut serta peralihan status institusi menjadi Satuan Kerja Badan Layanan Umum (Satker BLU) sejak Agustus 2024. Status BLU memberikan kebebasan bagi kampus mengelola asetnya secara mandiri, sehingga beberapa anggaran yang sebelumnya disubsidi oleh pemerintah sekarang tidak lagi diberikan.</p>



<p>Direktur Politeknik STMI Jakarta, Amrin Rapi, S.T., M.T., memberikan klarifikasi langsung mengenai penggabungan biaya sidang dan wisuda ke dalam BPP, &#8220;UKT tidak ada kenaikan sebenarnya. Untuk angkatan baru Rp4.875.000 bukan ada kenaikan tapi biaya yang selama ini kalian bayar di akhir dikumpulin,&#8221; tutur beliau. Penumpukan biaya di akhir masa studi sering menyulitkan mahasiswa dan mempengaruhi persiapan panitia wisuda. Oleh karena itu, akumulasi biaya yang dibagi rata tiap semester menjadi solusi dari manajemen kampus. Secara rinci nominal BPP sebesar Rp4.875.000 per semester diperoleh dari biaya kuliah senilai Rp4.500.000 dikalikan delapan semester, ditambah biaya sidang Tugas Akhir sebesar Rp1.500.000 serta biaya wisuda sebesar Rp1.500.000, dari seluruh total biaya tersebut kemudian dibagi rata delapan semester. Melalui sistem ini, mahasiswa tidak akan dibebankan biaya tambahan saat hendak menyelesaikan studinya di semester akhir.&nbsp;</p>



<p>Selain BPP, mahasiswa baru angkatan 2026 juga dikenakan biaya nonakademik saat daftar ulang sebesar Rp1.150.000. Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru, Febyan Dimas Pramanta, S.T., menjelaskan bahwa biaya tersebut mencakup Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), asuransi empat tahun, jas almamater, dan seragam Praktik Kerja Industri (Prakerin), &#8220;Jadi Rp 1.150.000 terdiri dari empat komponen, kartu tanda mahasiswa, asuransi selama empat tahun, almamater, lalu seragam prakerin. Karena memang pembayaran BPP mahasiswa hanya cukup untuk mendanai operasional belajar mengajar. Apalagi kalian D4 lebih banyak model praktikumnya,” ujar Febyan.</p>



<p>Kebijakan ini memberikan fasilitas tambahan bagi mahasiswa baru dibandingkan angkatan sebelumnya. Pada angkatan sebelum 2026, asuransi baru diberikan saat mahasiswa akan melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Sementara itu, untuk angkatan 2026 telah memperoleh perlindungan asuransi sejak semester pertama selama empat tahun. Meskipun skema pembiayaan mengalami penyesuaian, seluruh fasilitas tetap diberikan kepada mahasiswa sesuai dengan <em>timeline</em> kebutuhan akademik mereka.</p>



<p>Kebijakan ini tidak mengurangi minat calon mahasiswa untuk mendaftar. Berdasarkan data Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), jumlah pendaftar justru berpotensi melampaui tahun sebelumnya. Dari enam jalur pendaftaran, empat jalur telah terlaksana, yaitu Jalur Prestasi 1, Prestasi 2, Mandiri Reguler 1, dan Jarvis Bersama, dengan jumlah pendaftar hampir 4.500 dari target total 5.000 pendaftar. Informasi mengenai rincian biaya juga telah dicantumkan melalui situs resmi, sementara penjelasan terkait komponen biaya akademik dan nonakademik disampaikan secara langsung kepada calon mahasiswa saat seleksi wawancara. Selain itu, pihak manajemen kampus turut memberikan penjelasan kepada orang tua mahasiswa baru melalui forum khusus yang diselenggarakan sebelum Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).</p>



<p><strong>Penulis: Sheillomita Salsa Nabila Putri Jofanala<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/fakta-di-balik-perubahan-sistem-biaya-kuliah-mahasiswa-baru-politeknik-stmi-jakarta-2026/">Fakta di Balik Perubahan Sistem Biaya Kuliah Mahasiswa Baru Politeknik STMI Jakarta 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/fakta-di-balik-perubahan-sistem-biaya-kuliah-mahasiswa-baru-politeknik-stmi-jakarta-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Implementasi Mata Kuliah Business Plan melalui Kegiatan Bazar Mahasiswa</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/implementasi-mata-kuliah-business-plan-melalui-kegiatan-bazar-mahasiswa/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/implementasi-mata-kuliah-business-plan-melalui-kegiatan-bazar-mahasiswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 15:21:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[bazar]]></category>
		<category><![CDATA[business plan]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2110</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Politeknik STMI Jakarta tidak hanya mempelajari mata kuliah Business Plan di kelas. Melalui bazar, mereka mengimplementasikan teori sekaligus</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/implementasi-mata-kuliah-business-plan-melalui-kegiatan-bazar-mahasiswa/">Implementasi Mata Kuliah Business Plan melalui Kegiatan Bazar Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Politeknik STMI Jakarta tidak hanya mempelajari mata kuliah Business Plan di kelas. Melalui bazar, mereka mengimplementasikan teori sekaligus menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola sebuah usaha.</em></p>



<p>Di tengah persaingan dunia kerja yang ketat, mahasiswa dituntut untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri. Jiwa wirausaha menjadi bekal penting agar mereka dapat lebih kreatif, inovatif, dan mandiri. Pembelajaran berbasis pengalaman langsung seperti bazar dinilai efektif untuk melatih kerja sama tim, pengambilan keputusan, serta komunikasi dengan pelanggan. Dionisius Sundoro, S.T., M.B.A., dosen pengampu mata kuliah <em>Business Plan </em>menegaskan bahwa tujuan utama adanya mata kuliah tersebut dan bazar adalah agar memiliki rancangan bisnis yang terstruktur dan matang. Menurut beliau, berbisnis tidak cukup hanya langsung memulai, tetapi harus merencanakan detail seperti produk yang dijual, metode pemasaran, alokasi dana, dan pengaturan sumber daya manusia. Simulasi bazar ini memberikan mahasiswa gambaran nyata tentang tantangan yang akan mereka hadapi saat memasuki dunia kerja.</p>



<p>Dalam Rencana Perkuliahan Semester (RPS), kegiatan ini terbagi dalam dua tahap <em>Project-Based Learning </em>(PBL). Pada PBL 1, mahasiswa fokus pada pendalaman materi dan penyusunan proposal teori. Sedangkan pada PBL 2, mahasiswa dituntut untuk bekerja sama mengimplementasikan ilmu kewirausahaan dan <em>business plan </em>secara langsung melalui bazar. Pengalaman tersebut dirasakan oleh Sanggul Mangaraja Situmorang yang mengaku materi yang disampaikan di kelas, mulai dari merancang strategi hingga membuat produk semakin terasa berarti ketika diimplementasikan langsung melalui bazar.</p>



<p>Setiap kelompok memiliki pendekatan berbeda dalam mengelola anggota kelompok lintas kelas, “Kelompok kita ini pertamanya membagi-bagi tugas sesuai kemampuan anggota-anggotanya. Setelah membagi-bagi tugas sesuai kemampuannya, kita melakukan riset pemasaran, promosi, lalu yang terakhir itu kita melakukan evaluasi,” ujar Fida Ar Royyan sebagai peserta bazar. Sementara itu Sanggul menuturkan, “Kelompok saya merencanakan itu dari pembagian, kita langsung bikin grup dan juga buat rencana mau jualan apa, mau gimana nanti sistem modalnya, serta sistem berjualannya bagaimana,” ujarnya.&nbsp;</p>



<p>Dionisius Sundoro menjelaskan bahwa penyusunan <em>business plan</em> dimulai dengan riset produk yang diminati warga kampus, dilanjutkan penyusunan anggaran, pelaksanaan bazar, hingga penyusunan laporan akhir. Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi mahasiswa selama pelaksanaan bazar adalah perubahan harga bahan baku akibat inflasi. Kenaikan harga susu dan beberapa komoditas lainnya mendorong mahasiswa mencari alternatif pemasok dengan harga yang lebih terjangkau, “Akhirnya untuk mengatasinya kita emang cari online yang bener-bener sampai pelosok gitu,” ungkap Gina Maydisa, salah satu peserta bazar. Selain tantangan tersebut, Dionisius menambahkan bahwa mahasiswa juga perlu menghadapi tantangan internal, seperti membangun kerja sama tim, mengatur waktu, serta menyusun dokumen pertanggungjawaban.</p>



<p>Selama menjalani bazar terdapat beragam manfaat yang dirasakan oleh mahasiswa. Gina mengaku menjadi lebih memahami bahwa menjadi wirausahawan itu bukan hal yang mudah. Menurutnya, mahasiswa harus menyusun strategi agar pembeli tertarik, memahami kondisi pasar dan kebutuhan konsumen, serta mempersiapkan rencana cadangan ketika menghadapi kendala. Hal tersebut turut ditegaskan oleh Dionisius Sundoro, &#8220;Di <em>business plan</em> ini menjadi salah satu sarana agar mahasiswa itu bisa mengembangkan kemampuan mereka,” ujarnya.</p>



<p><strong>Penulis : Najmiya Fazal Qoniah<br>Editor : Zilvi Aulia Yasmin</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/implementasi-mata-kuliah-business-plan-melalui-kegiatan-bazar-mahasiswa/">Implementasi Mata Kuliah Business Plan melalui Kegiatan Bazar Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/implementasi-mata-kuliah-business-plan-melalui-kegiatan-bazar-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Tenaga Kerja Mandiri Jadi Peluang Mahasiswa Memulai Usaha</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/program-tenaga-kerja-mandiri-jadi-peluang-mahasiswa-memulai-usaha/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/program-tenaga-kerja-mandiri-jadi-peluang-mahasiswa-memulai-usaha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 05:44:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga-kerja-mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[TKM]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2100</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Program Tenaga Kerja Mandiri menjadi jalan bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha dan kemampuannya dengan dukungan pelatihan, pendampingan, serta modal usaha. Indonesia sedang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/program-tenaga-kerja-mandiri-jadi-peluang-mahasiswa-memulai-usaha/">Program Tenaga Kerja Mandiri Jadi Peluang Mahasiswa Memulai Usaha</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Program Tenaga Kerja Mandiri menjadi jalan bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha dan kemampuannya dengan dukungan pelatihan, pendampingan, serta modal usaha.</em></p>



<p>Indonesia sedang memasuki masa bonus demografi 2020-2030 dengan potensi sekitar 180 juta penduduk usia produktif. Namun, peluang ini masih terhambat oleh kualitas tenaga kerja yang relatif rendah dan tingginya angka pengangguran. Tenaga Kerja Mandiri (TKM) merupakan salah satu program Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk mengatasi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberdayakan potensi lokal yang ada di setiap daerah.</p>



<p>Peserta TKM pada tahun 2025 berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran, hingga petani, peternak, dan ibu rumah tangga. Bagi banyak mahasiswa dan lulusan baru, memulai bisnis bukan hal yang mudah karena keterbatasan modal. Menurut Shoimuddin selaku pendamping TKM wilayah Jawa Barat, mahasiswa biasanya belum memiliki akses untuk mengajukan pinjaman ke bank seperti dokumen yang dijadikan sebagai jaminan, “Kebanyakan mahasiswa, yang menjadi kendala dalam proses pengembangan bisnis adalah modal, program&nbsp;TKM dari Kemnaker menjadi angin segar untuk mahasiswa dan mereka yang baru&nbsp;lulus,” ujarnya. Program ini bukan hanya memberikan peluang bagi mahasiswa untuk merintis usaha, tetapi juga bagi pelaku usaha lain yang membutuhkan dorongan untuk berkembang.</p>



<p>Mekanisme TKM diawali dengan pendaftaran melalui situs bizhub Kemnaker, kemudian dilanjutkan pengecekan usaha oleh tim Kemnaker ke lapangan. Tahap berikutnya, peserta mengikuti wawancara secara <em>online </em>dan menunggu pengumuman kelulusan. Peserta yang lolos akan menerima dana hibah sebesar lima juta rupiah untuk TKM pemula pada tahun pertama. Sementara itu, TKM lanjutan memperoleh dana hibah sebesar 15 juta rupiah serta mengikuti pelatihan tatap muka di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Lembang selama lima hari, dengan fasilitas penginapan, konsumsi, dan biaya transportasi. Penerimaan dana TKM lanjutan juga disertai penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), realisasi anggaran, serta laporan kas harian selama dua bulan.</p>



<p>Shoimuddin menyarankan mahasiswa mulai menyiapkan usaha sekecil apapun karena program ini mendorong berbagai sektor, seperti digital, peternakan, dan budidaya sehingga peluangnya sangat luas. Adapun tantangan yang dihadapi dari sisi pendamping yaitu menghadapi peserta yang kurang responsif dan asing terhadap laporan keuangan, sedangkan dari sisi peserta merasa kesulitan menyusun laporan kas harian, “Saya ibu rumah tangga, punya usaha toko juga tetapi hanya jual saja dan saya juga tidak memperhatikan untuk laporan keuangannya, terlebih karena menggunakan laporan digital menurut saya jadi sulit,” ungkap Hanida Harnum sebagai pemilik toko sembako.  Walaupun tantangan yang dihadapi sulit untuk sebagian peserta, program ini memberikan manfaat besar untuk mengembangkan usaha, “Tanpa ada pajak, dari 15 juta biasanya dipotong PPN dan PPH, ini sama sekali tidak ada, semuanya untuk peserta,” ujar Shoimuddin. Hal tersebut mengartikan bahwa manfaat berupa dana sepenuhnya untuk peserta, tanpa potongan maupun campur tangan pendamping dalam penerimaan dana.<br>Selain program TKM dari Kemnaker, Politeknik STMI Jakarta memiliki program Inkubator Bisnis. Unit ini merupakan program Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang menyediakan pendampingan, pelatihan, dan pembinaan untuk pelaku usaha terkait pendaftaran NIB, sertifikasi halal, dan HaKI, serta sembilan modul proses bisnis yang diajarkan bekerja sama dengan Balai Diklat Industri Jakarta. Meski peserta hanya terbuka untuk alumni dan masyarakat umum, ke depannya program Inkubator Bisnis merencanakan kolaborasi baru agar mahasiswa aktif dapat ikut serta dalam bagian <em>tenant </em>dan memperoleh akses pendampingan legalitas usaha, sehingga mereka bisa mulai membangun bisnis sejak masih berkuliah.</p>



<p><strong>Penulis : Sheillomitha Salsa Nabila P.J.<br>Editor : Lifa Ansyaresti S.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/program-tenaga-kerja-mandiri-jadi-peluang-mahasiswa-memulai-usaha/">Program Tenaga Kerja Mandiri Jadi Peluang Mahasiswa Memulai Usaha</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/program-tenaga-kerja-mandiri-jadi-peluang-mahasiswa-memulai-usaha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendaftaran Google Student Ambassador 2026 Dibuka, Nisrina Ufaira Ungkap Pengalaman Sebelumnya</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/pendaftaran-google-student-ambassador-2026-dibuka-nisrina-ufaira-ungkap-pengalaman-sebelumnya/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/pendaftaran-google-student-ambassador-2026-dibuka-nisrina-ufaira-ungkap-pengalaman-sebelumnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 05:06:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[artificial-intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[google-student-ambassador]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran-GSA]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2088</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Program Google Student Ambassador (GSA) membuka peluang bagi mahasiswa terpilih untuk membangun relasi antar kampus sekaligus mengedukasi lingkungan kampus mengenai pemanfaatan kecerdasan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/pendaftaran-google-student-ambassador-2026-dibuka-nisrina-ufaira-ungkap-pengalaman-sebelumnya/">Pendaftaran Google Student Ambassador 2026 Dibuka, Nisrina Ufaira Ungkap Pengalaman Sebelumnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Program Google Student Ambassador (GSA) membuka peluang bagi mahasiswa terpilih untuk membangun relasi antar kampus sekaligus mengedukasi lingkungan kampus mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan melalui produk AI Google.</em></p>



<p>Program Google Student Ambassador (GSA) merupakan inisiatif yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjadi duta inovasi dan teknologi di kampusnya masing-masing, dengan fokus pada pemanfaatan produk AI dari Google. Pada tahun 2026, program ini kembali membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang ingin bergabung, dengan periode mulai 23 Februari hingga 16 Maret 2026. Proses pendaftaran GSA terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu pengisian identitas dan informasi personal, <em>twibbon challenge</em> dan <em>self-recorded interview</em>, Gemini <em>challenge</em><em> </em>dan <em>self aspiration</em>. Mahasiswa yang terpilih nantinya akan menjalankan berbagai kegiatan di kampus seperti <em>workshop</em>, seminar, sesi diskusi, maupun aktivitas lain untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan penggunaan AI khususnya melalui Google Gemini, serta mendorong pemanfaatan fitur Google AI Pro. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 800 mahasiswa terpilih menjadi Google Student Ambassador dan mendapatkan berbagai manfaat, seperti pendampingan <em>one-on-one</em> <em>mentoring</em> bersama pakar AI, pelatihan serta <em>workshop</em> kepemimpinan eksklusif, hingga akses ke program Generative AI Leader Certification.&nbsp; Salah satu mahasiswa yang berhasil terpilih adalah Nisrina Ufaira Thifal, mahasiswi dari Politeknik STMI Jakarta.</p>



<p>Nisrina mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti program ini berawal dari rasa penasaran dan keinginan untuk mencoba peluang baru yang dinilai dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus memperluas wawasan di bidang teknologi. Dalam proses seleksi, ia mengikuti tiga <em>challenge</em>. Pertama, mengidentifikasi masalah di kampus dan menawarkan solusi berupa fitur atau sistem menggunakan Gemini Canvas, “Waktu itu aku bikin web <em>booking </em>kelas pengganti, soalnya kelas ganti biasanya di luar jadwal dan harus <em>booking </em>ruangan dulu. Sekalian aku tambahin juga fitur peminjaman sarana prasarana kampus seperti proyektor,” ujarnya. <em>Challenge </em>kedua berupa pembuatan proposal acara kampus, sedangkan <em>challenge</em> ketiga adalah membuat video dari <em>prompt</em> yang di <em>generate </em>menggunakan Google Veo 3. Pada rangkaian seleksi tahap <em>self interview</em>, peserta diminta membuat video yang menjawab empat pertanyaan, “Di video itu, ada empat pertanyaan. Pertama, antusiasme kita tentang inovasi dan pandangan terhadap Google. Kedua, kalau bikin acara ngobrol santai soal teknologi, bagaimana konsep acaranya biar tetap rame dan seru. Ketiga, ungkap pengalaman ketika pernah ada di situasi tertentu yang bikin kita harus mikir <em>out of the box</em>. Keempat, kalau terpilih apa pencapaian yang paling membanggakan dan dampaknya untuk kampus,” ungkapnya.</p>



<p>Dalam menjalani proses seleksi, Nisrina mengaku menghadapi tantangan terkait <em>timeline </em>pengerjaan yang cukup berdekatan sehingga ia harus pandai mengatur waktu. Namun, tantangan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan rekomendasi Google untuk menggunakan Gemini sebagai alat bantu dalam mencari solusi. Menurut Nisrina, program GSA menjadi sarana untuk <em>self improvement</em> sekaligus memperluas relasi antar mahasiswa dari berbagai kampus. Manfaat tersebut juga ingin dirasakan oleh mahasiswa lain, salah satunya Zaniya Diyan sebagai calon peserta Google Student Ambassador, “Karena sebelumnya pernah jadi<em> brand ambassador</em>, jadi mau coba perusahaan yang lebih besar lagi yaitu Google. Menurut aku, jadi bagian dari GSA itu kesempatan yang keren buat belajar dari ahlinya, nambah relasi, dan bawa dampak positif juga buat kampus,” ujarnya.<br>Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar tentang AI dan <em>machine learning</em>, tetapi juga berkesempatan mengasah kemampuan seperti mengadakan pelatihan, berbagi pengetahuan kepada mahasiswa lain, serta membangun kebiasaan untuk menyampaikan ide secara kreatif dan inovatif.</p>



<p><strong>Penulis : Nandra Ayu Saputri<br>Editor : Gita Mega Putri Simanjuntak</strong></p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/pendaftaran-google-student-ambassador-2026-dibuka-nisrina-ufaira-ungkap-pengalaman-sebelumnya/">Pendaftaran Google Student Ambassador 2026 Dibuka, Nisrina Ufaira Ungkap Pengalaman Sebelumnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/pendaftaran-google-student-ambassador-2026-dibuka-nisrina-ufaira-ungkap-pengalaman-sebelumnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>REACTOR : Lomba Teknologi-Industri Pertama Tingkat Nasional yang diselenggarakan Politeknik STMI Jakarta</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/reactor-lomba-teknologi-industri-pertama-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-politeknik-stmi-jakarta/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/reactor-lomba-teknologi-industri-pertama-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-politeknik-stmi-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 04:50:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[coding]]></category>
		<category><![CDATA[esports]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[lomba-nasional]]></category>
		<category><![CDATA[lomba-teknologi-industri]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[perlombaan]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[reactor]]></category>
		<category><![CDATA[robotics]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2080</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; REACTOR merupakan lomba nasional tingkat SMA/SMK/MA Sederajat serta tingkat Perguruan Tinggi dengan tema Robotics, Esports, Art, Code, Technology, Online Business, And Revolution.</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/reactor-lomba-teknologi-industri-pertama-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-politeknik-stmi-jakarta/">REACTOR : Lomba Teknologi-Industri Pertama Tingkat Nasional yang diselenggarakan Politeknik STMI Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>REACTOR merupakan lomba nasional tingkat SMA/SMK/MA Sederajat serta tingkat Perguruan Tinggi dengan tema Robotics, Esports, Art, Code, Technology, Online Business, And Revolution.</em></p>



<p>Politeknik STMI Jakarta menghadirkan REACTOR, sebuah kompetisi tingkat nasional yang membuka ruang kolaborasi, kreativitas, dan inovasi di bidang teknologi dan industri. Konsep REACTOR berawal dari diskusi antara dosen dan mahasiswa yang menyoroti belum adanya kompetisi di STMI yang relevan dengan perkembangan era digital. Dari diskusi tersebut, lahirlah ide untuk menciptakan ajang yang mendukung transformasi digital 4.0, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa maupun pelajar tingkat nasional dalam menunjukkan kemampuan mereka di bidang teknologi, robotika, desain, dan <em>e-sport</em>.</p>



<p>Pelaksanaan REACTOR dibagi menjadi dua metode pelaksanaan, yaitu <em>offline</em> dan <em>online</em> yang&nbsp; dimulai pada 25 November 2025. <em>Timeline</em> masing-masing perlombaan berbeda, pada lomba Hackathon dan Mobile Legend dilakukan tahap penyisihan secara <em>online</em> dan 19 Desember dilakukan penentuan tiga besar secara <em>offline</em>. Pada lomba Desain Poster, pengerjaan dilakukan setelah <em>technical meeting</em> dan diumumkan pemenangnya melalui instagram resmi REACTOR dan puncak acara. Sementara itu, lomba Line Follower dilaksanakan langsung secara <em>offline</em> pada tanggal&nbsp; 19 Desember. Puncak acara dilaksanakan pada 20 Desember 2025 melalui seremoni penyerahan hadiah kepada para pemenang dari seluruh kategori lomba.&nbsp;</p>



<p>Keberhasilan penyelenggaraan acara ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk panitia dan mendapat bimbingan langsung dari dosen pembina yaitu Febry P.J. Sibuea. Proses perekrutan panitia dilakukan melalui pendekatan personal, “Awalnya dengan pendekatan mengajak ketua dari tiap himpunan dan UKM dengan menanyakan ada tidak anggotanya yang ingin ikut berpartisipasi sebagai panitia dalam <em>event</em> ini, selain itu juga kami mengajak mahasiswa yang tidak ikut himpunan ataupun UKM, namun berminat untuk <em>join</em> kepanitian,” ujar Mayla selaku ketua pelaksana. Meskipun tidak membuka rekrutmen secara resmi, jumlah pendaftar sudah memenuhi kebutuhan panitia.&nbsp;</p>



<p>Kesuksesan acara tentunya tidak lepas juga dari antusiasme para peserta. Salah satunya adalah Arya, mahasiswa Sistem Informasi Industri Otomotif angkatan 2024 yang mengikuti lomba Hackathon. Keikutsertaannya bertujuan untuk mengasah kembali kemampuan <em>coding</em> yang sudah lama tidak digunakan dan persiapan untuk semester selanjutnya, “Saya lulusan SMK Rekayasa Perangkat Lunak, itu kan ibaratnya udah lama tidak <em>coding </em>atau latihan lagi, jadi Hackathon ini beri saya kesempatan untuk latihan atau mengulas yang dulu sudah pelajari,” ujar Arya. Dalam mengikuti lomba tersebut, Arya bersama timnya menyusun konsep aplikasi pemantauan wajah untuk keselamatan berkendara.&nbsp;</p>



<p>Dalam acara puncak, panitia mengumumkan para pemenang dari setiap cabang lomba REACTOR. Juara satu pada lomba Hackathon diraih oleh Tim 7<strong> </strong>Himalees, lomba Line Follower dimenangkan oleh Tim STMI Satu, dan lomba Desain Poster diraih oleh Nandra Ayu Saputri. Tim 7 Himalees turut menyampaikan kesan dan pesan mereka terhadap pelaksanaan REACTOR, “Sejauh ini acara ini sangat seru bagi kami. Sebagai angkatan 2022, kami belum pernah merasakan adanya acara sebesar ini di STMI, sehingga kesannya sangat menyenangkan dan membuat kami antusias,” ujar Yusuf sebagai anggota tim. Haidar sebagai salah satu anggota tim tersebut juga menambahkan, “Kesan yang saya rasakan sangat menarik, terutama sebagai mahasiswa semester akhir. Sebelum lulus, saya mendapatkan pengalaman baru dan alhamdulillah berhasil meraih juara,” ungkapnya.<br><br>Arya sebagai peserta berharap bahwa REACTOR dapat menjadi wadah pertemuan peserta dari berbagai daerah untuk saling belajar dan berbagi inovasi. Sementara itu, Mayla sebagai ketua pelaksana berharap agar REACTOR dapat menjadi acara berkelanjutan yang mampu meningkatkan <em>branding</em> Politeknik STMI Jakarta serta menjunjung sportivitas dan kualitas kompetisi.</p>



<p><strong>Penulis : Amira Najla Hartanti<br>Editor : Sheillomita Salsa Nabila P.J.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/reactor-lomba-teknologi-industri-pertama-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-politeknik-stmi-jakarta/">REACTOR : Lomba Teknologi-Industri Pertama Tingkat Nasional yang diselenggarakan Politeknik STMI Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/reactor-lomba-teknologi-industri-pertama-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-politeknik-stmi-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Febryanti Zahra Saifullah, Wisudawati Terbaik 2025 Prodi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) dengan IPK 3,90</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/febryanti-zahra-saifullah-wisudawati-terbaik-2025-prodi-administrasi-bisnis-otomotif-abo-dengan-ipk-390/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/febryanti-zahra-saifullah-wisudawati-terbaik-2025-prodi-administrasi-bisnis-otomotif-abo-dengan-ipk-390/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 07:58:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[administrasi-bisnis-otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[wisudawan-terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[wisudawati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2077</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Febryanti Zahra Saifullah merupakan wisudawan terbaik Program Studi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) angkatan 2021 dengan IPK 3,90. Capaian tersebut membuatnya merasa bangga</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/febryanti-zahra-saifullah-wisudawati-terbaik-2025-prodi-administrasi-bisnis-otomotif-abo-dengan-ipk-390/">Febryanti Zahra Saifullah, Wisudawati Terbaik 2025 Prodi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) dengan IPK 3,90</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong>Febryanti Zahra Saifullah merupakan wisudawan terbaik Program Studi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) angkatan 2021 dengan IPK 3,90. Capaian tersebut membuatnya merasa bangga sekaligus haru karena berhasil menyelesaikan masa kuliah selama empat tahun dengan hasil yang memuaskan, “Haru dan bersyukur juga bisa dikasih kesempatan untuk ngebanggain orangtua dan pastinya bersyukur sama Allah atas semua kelancaran rezeki yang udah dikasih ke aku,” ujarnya. Keberhasilan ini menjadi wujud kerja keras sekaligus rasa tanggung jawabnya selama menempuh pendidikan.</p>



<p>Motivasi Febryanti memilih Prodi ABO berawal dari ketertarikannya pada dunia bisnis. Menurutnya, setiap perusahaan yang dibentuk pasti melibatkan proses bisnis sehingga muncul keinginan untuk memahami bagaimana bisnis dijalankan dengan baik. Ia menilai bahwa ABO memberi kesempatan untuk mempelajari berbagai aspek manajemen sekaligus ruang untuk menentukan bidang yang paling diminati, “Bisnis itu cakupannya luas. Ada <em>Human Resource</em>, keuangan, pemasaran, dan operasional. Kita belajar semuanya, tetapi tetap memiliki kebebasan untuk memilih spesifikasi yang diminati,” ungkapnya.</p>



<p>Selama perkuliahan, Febryanti menyebut tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi akademik dan nonakademik. Dalam hal akademik, ia berupaya mempertahankan nilai semester satu hingga semester lima agar terus meningkat. Menurutnya, konsistensi nilai harus diiringi konsistensi belajar. Jika gaya belajar sejak SMA masih relevan maka dapat digunakan, tetapi jika tidak sesuai maka perlu disesuaikan kembali. Tantangan nonakademik juga cukup besar karena berbagai aktivitasnya akan menyita waktu. Dalam mengatasinya, ia menerapkan perencanaan harian dan mengurangi distraksi, “Cara mengatasinya adalah buat <em>to-do-list</em> setiap sebelum tidur, apa saja yang dikerjakan besok dari segi akademik maupun nonakademik dicatat semua. Dimulai dari hal-hal kecil seperti cuci piring, beresin tas, nyapu. Lalu sebisa mungkin mencegah berbagai distraksi, misalnya sudah ada <em>plan</em> mengerjakan PPT dan kuis, tapi teman ngajak main, sebisa mungkin ke diri kita sendiri untuk mencegah distraksi dan melakukan apa yang sudah kewajibannya,” jelasnya.&nbsp;</p>



<p>Selain tantangan, Febryanti menilai seluruh pengalaman perkuliahan memberi pengaruh besar terhadap perkembangan diri. Perkuliahan membentuk <em>hardskill</em>&nbsp; di bidang <em>Human Resource</em>, <em>Marketing</em>, <em>Finance</em>, dan Operasional. Selain itu, organisasi paling kuat membentuk <em>softskill</em> dan kepribadiannya, “Pengalaman berpengaruh lainnya di organisasi. Menurutku itu yang paling berpengaruh juga ke <em>personality</em> aku, cara bersosialisasi, <em>softskill</em> seperti <em>leadership</em>, <em>communication</em>, <em>public speaking</em>, <em>problem solving</em>,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa organisasi melatihnya menyusun konsep, presentasi, hingga menjalankan acara sehingga membentuk keberanian, kepemimpinan, dan pola pikir kritis yang lebih siap untuk terjun ke dunia kerja.</p>



<p>Sebelumnya, Febryanti memiliki pengalaman magang sebagai Admin <em>Human Resources</em>. Saat ini ia bekerja di bidang <em>General Affairs</em> dan ingin mendalami <em>Human Resources and General Affairs</em> (HRGA). Ia juga tertarik mencoba kesempatan sebagai <em>Management Trainee</em> di perusahaan lain serta berkeinginan melanjutkan studi S2 Magister Administrasi Bisnis (MBA) jika diberi kesempatan.<br><br>Pesannya kepada mahasiswa untuk jangan terobsesi mengejar gelar wisudawan terbaik, “Gaperlu <em>title</em> wisudawan terbaik, yang penting sudah melakukan yang terbaik versi diri kamu sendiri, <em>title</em> itu bonus saja,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa kuliah adalah amanah dari orang tua sehingga harus dijalani dengan penuh tanggung jawab, namun jangan pula ambis hingga melupakan waktu. Tetap nikmati masa kuliah, dengan tetap memahami apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab, terus <em>upgrade </em>diri setiap harinya untuk lebih baik daripada hari sebelumnya, serta yang terpenting berdoa kepada Tuhan.</p>



<p><strong>Penulis : Nandra Ayu Saputri<br>Editor : Sheillomita Salsa Nabila P.J.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/febryanti-zahra-saifullah-wisudawati-terbaik-2025-prodi-administrasi-bisnis-otomotif-abo-dengan-ipk-390/">Febryanti Zahra Saifullah, Wisudawati Terbaik 2025 Prodi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) dengan IPK 3,90</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/febryanti-zahra-saifullah-wisudawati-terbaik-2025-prodi-administrasi-bisnis-otomotif-abo-dengan-ipk-390/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
