lpmindustria.com – Ditengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Kevin Pradipta dari Politeknik STMI Jakarta tetap membawa prestasi dalam bidang olahraga hingga tingkat nasional sebagai atlet taekwondo dan pelatih taekwondo.
Kevin Pradipta Sitompul adalah mahasiswa jurusan Teknik Industri Otomotif angkatan 2022 di Politeknik STMI Jakarta yang menjadi atlet taekwondo. Perjalanan Kevin menjadi atlet sangat dipengaruhi oleh peran ayahnya, “Ayah saya dulu juga seorang pelatih taekwondo,” ungkapnya. Sejak berada di PAUD, Kevin sudah dibawa berlatih meski pada awalnya hanya untuk bersenang-senang, “Dulu ikut-ikut saja, tapi makin lama makin senang apalagi temannya juga banyak,” kenangnya. Kevin mengakui bahwa tantangan terbesar dalam mencapai tingkat nasional bukan datang dari luar, melainkan dari dalam diri sendiri, seperti rasa malas dan tekanan untuk selalu tampil sempurna. Dalam mengatasi tekanan, Kevin memilih menikmati setiap prosesnya. la belajar tidak terlalu memaksakan hasil yang sempurna, namun lebih fokus memberikan usaha terbaik dalam setiap latihan dan pertandingan.
Di tengah kesibukan menjadi atlet dan akademiknya, Kevin juga menjalani peran sebagai pelatih taekwondo. Ia membagi waktu dari hari senin hingga jumat untuk fokus kuliah, sedangkan akhir pekan digunakan untuk melatih, “Sekali melatih bisa berlangsung hingga empat jam, apalagi jika sedang dalam persiapan pertandingan (training camp),” ujarnya. la juga menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama terutama saat menjalani PLO, dengan menyusun strategi bersama partnernya dalam pembagian tugas agar seluruh kewajiban akademik tetap terpenuhi tanpa mengorbankan jadwal melatihnya.
Bagi Kevin, kunci utama untuk tetap aktif di dunia olahraga adalah komitmen dan pengelolaan waktu yang baik, “Harus tahu dulu fokusnya mau ke mana, jika sudah jelas tinggal atur waktunya,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa dengan memiliki tujuan yang jelas, mahasiswa dapat tetap aktif berolahraga tanpa mengorbankan tanggung jawab lainnya. Selain itu, Kevin juga mengingatkan pentingnya komunikasi dengan teman atau rekan kerja agar tidak terjadi miskomunikasi yang bisa merugikan. Kevin memiliki harapan agar kampus lebih memperhatikan dan mewadahi mahasiswa berprestasi di bidang olahraga, “Sayang banget kalau potensi atlet di kampus tidak diangkat, padahal ini bisa jadi branding positif juga buat kampus,” tutupnya.
Penulis : Nisrina Aisy
Editor : Muhammad Nur Ikhsan

