<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>covid19 Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/covid19/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/covid19/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Nov 2025 09:29:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>covid19 Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/covid19/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Efektivitas Hybrid Learning Pada Perkuliahan</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/efektivitas-hybrid-learning-pada-perkuliahan/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/efektivitas-hybrid-learning-pada-perkuliahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 09:29:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[hybrid-learning]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2057</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Perkembangan teknologi telah mengubah cara mahasiswa menimba ilmu. Sejak pandemi, sistem hybrid learning dimana perpaduan antara pembelajaran daring dan luring masih menjadi</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/efektivitas-hybrid-learning-pada-perkuliahan/">Efektivitas Hybrid Learning Pada Perkuliahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Perkembangan teknologi telah mengubah cara mahasiswa menimba ilmu. Sejak pandemi, sistem hybrid learning dimana perpaduan antara pembelajaran daring dan luring masih menjadi pilihan berbagai perguruan tinggi, namun efektivitasnya dipertanyakan.</em></p>



<p>Metode <em>hybrid learning </em>memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran karena mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari mana saja, sekaligus tetap mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan dosen dan teman sekelas. Metode ini mendorong mahasiswa untuk belajar mandiri namun tetap mendapat bimbingan, &nbsp;sehingga menjadi solusi adaptif ditengah kebutuhan efisiensi waktu dan jarak. &nbsp;</p>



<p>Achmad Zawawi, yang pernah menerapkan metode pembelajaran tersebut kepada mahasiswa menilai bahwa pembelajaran daring cocok diterapkan pada mata kuliah teoritis karena lebih efisien dan memungkinkan mahasiswa belajar dimana saja. Namun, untuk mata kuliah praktik ia menegaskan kegiatan tatap muka lebih efektif karena interaksi langsung sangat dibutuhkan, meskipun di zoom tersedia papan tulis, suasana pembelajaran tetap terasa kurang nyaman. Menurutnya, kendala terbesar sistem daring adalah kedisiplinan mahasiswa dimana kurangnya kesiapan mahasiswa dalam menentukan posisi belajar yang tepat. Pembelajaran daring sebaiknya dilakukan dalam situasi kondisi yang tenang dan tetap, seperti di rumah agar proses belajar tetap efektif, “Makanya kalau <em>online </em>harus di rumah, mempersiapkan posisi untuk belajar bukan di jalan. Dapat berada di rumah, di kelas atau di kampus yang penting bukan dalam kondisi <em>moving</em>,” ujarnya. Selain itu, keterbatasan fasilitas seperti penggunaan akun Zoom premium juga menjadi hambatan tersendiri dalam pelaksanaan kelas daring.</p>



<p>Pandangan berbeda datang dari Safira, mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang. Ia justru merasakan manfaat dari penerapan <em>hybrid learning</em>, dimana pemahaman materi meningkat karena dapat mengulang pembelajaran dari rekaman video pada saat proses pembelajaran. Safira menilai <em>hybrid learning </em>melalui forum luring membantu meningkatkan interaksi dan partisipasi dalam kelas, sedangkan melalui forum daring mahasiswa bisa lebih bebas menyampaikan ide dan berdiskusi tanpa rasa canggung, ”Untuk daring interaksi dengan dosen dan teman juga menjadi lebih mudah dan fleksibel dalam diskusi, sedangkan kalo luring memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung,” ungkapnya.</p>



<p>Disamping itu, terdapat kendala yang dialami Safira seperti koneksi internet yang tidak stabil, kesulitan membagi waktu antara jadwal daring dan luring karena keduanya membutuhkan fokus dan persiapan yang berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut, ia berusaha memastikan koneksi internet dalam kondisi baik, menggunakan perangkat yang kompatibel, serta membuat jadwal yang efektif dalam mengatur waktu.</p>



<p>Secara keseluruhan, <em>hybrid learning</em>&nbsp;dinilai efektif jika dijalankan dengan kesiapan teknologi, kedisiplinan, serta kemampuan manajemen waktu yang baik. Bagi dosen, sistem pembelajaran ini dinilai efisien untuk penyampaian materi teoritis, sedangkan bagi mahasiswa, <em>hybrid learning</em>&nbsp;menawarkan kemudahan akses dan fleksibilitas dalam mengatur waktu belajar.</p>



<p><strong>Penulis : Ananda Khairunisa Violeta</strong><br><strong>Editor : Sheillomitha Salsa Nabila P. J.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/efektivitas-hybrid-learning-pada-perkuliahan/">Efektivitas Hybrid Learning Pada Perkuliahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/efektivitas-hybrid-learning-pada-perkuliahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keresahan Hepatitis Akut &#8220;Misterius&#8221;</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/keresahan-hepatitis-akut-misterius/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/keresahan-hepatitis-akut-misterius/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 20:52:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis-akut]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[who]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com,-&#160;Hepatitis misterius telah ditemukan di Indonesia dan kini masih dilakukan penelitian secara mendalam. Adenovirus, Sars CoV-2, serta virus saluran cerna dan pernafasan dianggap sebagai</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/keresahan-hepatitis-akut-misterius/">Keresahan Hepatitis Akut &#8220;Misterius&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com,-</strong>&nbsp;<em>Hepatitis</em> <em>misterius</em> <em>telah</em> <em>ditemukan</em> <em>di</em> <em>Indonesia</em> <em>dan</em> <em>kini</em> <em>masih</em> <em>dilakukan</em> <em>penelitian</em> <em>secara</em> mendalam. <em>Adenovirus</em>, <em>Sars</em> <em>CoV-2</em>, <em>serta</em> <em>virus</em> saluran <em>cerna</em> <em>dan</em> <em>pernafasan</em> <em>dianggap</em> <em>sebagai</em> <em>salah</em> <em>satu</em> <em>kemungkinan</em> <em>penyebab</em> <em>hepatitis</em> <em>misterius</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Beberapa pekan terakhir berkembang isu di masyarakat tentang penyakit hepatitis misterius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan hepatitis misterius menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022. Kasus ini terjadi pada anak-anak dalam rentang usia 1 bulan hingga 16 tahun dan hingga kini belum diketahui penyebabnya secara pasti. Meskipun pemeriksaan laboratorium telah dilakukan, namun dari virus hepatitis tipe A, B, C, D, dan E tidak ditemukan bahwa virus tersebut sebagai penyebab penyakit hepatitis misterius ini. Jumlah laporan kasus tentang hepatitis misterius pun semakin bertambah sejak dinyatakan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari antaranews.com, hingga 3 Mei 2022 dilaporkan 200 pasien di 20 negara akibat penyakit hepatitis misterius ini. Di Indonesia telah dilaporkan 3 anak meninggal karena penyakit misterius ini. Kementerian Kesehatan masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit menular ini.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari laman kemkes.go.id, dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI, Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, mengatakan bahwa secara umum gejala awal penyakit hepatitis misterius ini sama dengan hepatitis akut yaitu mual, muntah, sakit perut, diare, dan kadang disertai demam ringan. Kemudian, gejala akan semakin berat, yaitu air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat, setelah itu gejala akan semakin berat hingga gejala kuning dan hilang kesadaran. Prof. Hanifah menyebutkan bahwa jika infeksi semakin berat, maka semakin kecil peluang dokter untuk menyelamatkan pasien.</p>
<p style="text-align:justify">&#39;&#39;Bawalah anak-anak kita ke fasyankes (baca: fasilitas pelayanan kesehatan) terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat, karena kalau berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat. Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelematkannya sangat kecil,&#39;&#39; kata Prof. Hanifah.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Prof. Hanifah menyebutkan dugaan awal penyebab penyakit misterius ini adalah Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll, utamanya virus yang dapat menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari laman kemkes.go.id, pada ketiga kasus yang ditemukan di Indonesia, kasus ini menjangkiti anak berusia 2 tahun yang sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis, usia 8 mendapatkan vaksinasi COVID-19 satu kali dan vaksin hepatitis lengkap, dan usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dan hepatitis lengkap. Ketiganya pun negatif COVID-19. Berdasarkan hasil investigasi juga didapati bahwa satu kasus memiliki penyakit penyerta.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">&#39;&#39;Sampai saat ini ketiga kasus ini belum bisa di golongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat, karena masih ada pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan Hepatitis E yang membutuhkan waktu antara 10 sampai 14 hari ke depan,&#39;&#39; ucap dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Kementerian Kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify">Mengutip dari laman kemkes.go.id, Prof. Hanifah menyarankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan untuk mencegah risiko infeksi penyakit hepatitis misterius pada anak. Langkah awal yang bisa dilakukan yaitu, dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, untuk mencegah penularan hepatitis misterius melalui saluran pernafasan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas. Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan hepatitis akut misterius ini adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal penyakit Hepatitis Akut.</p>
<p style="text-align:justify">&#39;&#39;Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat,&#39;&#39; jelas Peneliti di RSCM dan FK UI.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis : Rahma Dhini</strong></p>
<p style="text-align:justify"><strong>Editor : Az-Zahra Nurwanda</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/keresahan-hepatitis-akut-misterius/">Keresahan Hepatitis Akut &#8220;Misterius&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/keresahan-hepatitis-akut-misterius/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Telah Diresmikannya Penggunaan Vaksin Booster</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/-telah-diresmikannya-penggunaan-vaksin-booster/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/-telah-diresmikannya-penggunaan-vaksin-booster/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2022 15:35:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[presiden-jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Pemerintah sudah memulai program vaksinasi lanjutan (booster) untuk masyarakat umum. Hal ini untuk mempertahankan imunogenisitas vaksin terhadap infeksi Covid-19. Berdasarkan siaran pers pada</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/-telah-diresmikannya-penggunaan-vaksin-booster/">Telah Diresmikannya Penggunaan Vaksin Booster</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Pemerintah sudah memulai program vaksinasi lanjutan (booster) untuk masyarakat umum. Hal ini untuk mempertahankan imunogenisitas vaksin terhadap infeksi Covid-19.</em></p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan siaran pers pada laman <em>presiden.go.id</em>, Presiden Joko Widodo sudah meresmikan pemakaian vaksin <em>booster</em> pada Rabu (12/01/2022) lalu. Vaksin tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang berumur 18 tahun ke atas dan sudah mendapatkan dosis vaksin kedua. &ldquo;Vaksinasi <em>booster</em> ini juga akan diberikan dengan jangka waktu di atas enam bulan sesudah dosis kedua. Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini,&rdquo; ujar Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify">Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut medukung program tersebut dan telah memberikan persetujuan untuk lima vaksin Covid-19 sebagai <em>booster</em> atau dosis lanjutan homolog yaitu jenis vaksin booster yang diberikan sama dengan vaksin primer dan dosis lanjutan heterolog yaitu jenis vaksin booster yang diberikan berbeda dengan vaksin primer. Kelima vaksin tersebut adalah <em>CoronaVac</em> atau Vaksin COVID-19 Covid-19 Bio Farma, Comirnaty oleh Pfizer, AstraZeneca (Vaxzevria dan Kconecavac), Moderna, dan Zifivax. &ldquo;Persetujuan vaksin <em>booster</em> tersebut berdasarkan data imunogenisitas dari hasil pengamatan uji klinik terkini yang menunjukkan adanya penurunan kadar antibodi yang signifikan terjadi setelah enam bulan pemberian vaksin primer,&rdquo; ungkap Kepala BPOM, Penny K. Lukito, pada siaran pers di laman <em>pom.go.id</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Penny juga menambahkan bahwa pemberian vaksin booster ini adalah rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk mempertahankan imunogenisitas vaksin terhadap infeksi Covid-19. &ldquo;Di Indonesia sendiri, program vaksinasi sudah dilakukan sejak Januari 2021, sehingga diperlukan pemberian vaksinasi <em>booster</em> untuk mempertahankan imunogenisitas vaksin terhadap infeksi Covid-19. Kemudian sesuai dengan rekomendasi WHO, pemberian vaksin <em>booster</em> atau dosis lanjutan yang akan dirancang oleh pemerintah dengan prioritas untuk populasi yang berisiko tinggi yaitu lansia, tenaga kesehatan, dan kelompok individu yang memiliki masalah sistem imun atau kekebalan (<em>immunocompromized</em>),&rdquo; tambah Penny.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari siaran pers Kementerian Kesehatan, pemberian vaksin <em>booster</em> sudah dimulai dari Puskemas Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu (12/1/2022). Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, mengapresiasi puskesmas Kramat Jati karena tidak hanya melakukan peluncuran vaksinasi <em>booster</em>, tetapi juga tetap melayani vaksinasi Covid-19 yang lainnya. &ldquo;Hal yang menarik di sini adalah pelaksanaan vaksinasi <em>booster</em> beriringan dengan vaksinasi dosis pertama dan kedua&nbsp; serta vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Ini bisa jadi percontohan untuk fasilitas kesehatan lainnya dalam melaksanakan vaksinasi,&rdquo; katanya di Puskesmas Kramat Jati.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, Vaksinasi <em>booster</em> ini juga disambut baik oleh lansia di Kramat Jati, Parlindungan Simatupang. Salah satu lansia berusia 77 tahun mengaku vaksinasi <em>booster</em> ini merupakan keharusan untuk mencegah wabah COVID-19 semakin meluas, &ldquo;Tentu senang karena ini suatu keharusan untuk menghindari penyakit yang sedang mewabah,&rdquo; ucap lansia tersebut pada siaran pers<em> kemenkes.go.id</em>.</p>
<p><strong>Penulis: Rinaldi Oktarinanda<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/-telah-diresmikannya-penggunaan-vaksin-booster/">Telah Diresmikannya Penggunaan Vaksin Booster</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/-telah-diresmikannya-penggunaan-vaksin-booster/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kondisi Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kondisi-kesehatan-mental-tenaga-kesehatan-di-masa-pandemi-covid19/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kondisi-kesehatan-mental-tenaga-kesehatan-di-masa-pandemi-covid19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 11:02:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[burnout]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria &#8211;&#160;Pandemi Covid-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada berbagai pihak, terutama bagi para tenaga kesehatan yang sangat merasakan dampaknya bagi</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kondisi-kesehatan-mental-tenaga-kesehatan-di-masa-pandemi-covid19/">Kondisi Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria &#8211;&nbsp;</strong><em>Pandemi Covid-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada berbagai pihak, terutama bagi para tenaga kesehatan yang sangat merasakan dampaknya bagi kesehatan jiwa dan psikososial.</em></p>
<p style="text-align:justify">Mengutip Kajian dari Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI yang berjudul &ldquo;Pandemi Covid-19 sebagai Persoalan Serius Banyak Negara di Dunia&rdquo;, kasus Covid-19 pada 14 Juli 2021 yang lalu sangat mengkhawatirkan karena terjadi penambahan sebanyak 54.517 kasus baru Covid-19 dalam kurun waktu 24 jam. Angka ini merupakan rekor tertinggi penambahan pasien Covid-19 dalam sehari selama pandemi. Dilansir dari laman <em>covid19.go.id</em>, hingga hari ini (20/10) terdapat 4.235.384 kasus terkonfirmasi dengan penambahan sebanyak 626 kasus.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir <em>fk.ui.ac.id</em>, jumlah pasien Covid-19 semakin bertambah namun tidak diimbangi dengan kesiapan fasilitas dan jumlah tenaga medis yang cukup. Hal ini mengakibatkan tenaga medis kelelahan dan menambah beban para tenaga medis yang mana mereka adalah orang-orang paling berisiko tinggi terhadap paparan virus tersebut. Tidak hanya itu, banyak tenaga medis yang bekerja melebihi <em>shift</em> yang seharusnya. Risiko lain yang juga sangat berpotensi memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas pelayanan tenaga medis kesehatan kita adalah aspek kesehatan mental termasuk risiko <em>burnout syndrome</em> atau kelelahan mental.</p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari laman <em>alomedika.com</em>, faktor penyebabnya adalah stres tambahan selama pandemi Covid-19 dapat menjadi lebih berat karena beban yang secara langsung dihadapi oleh tenaga medis adalah perasaan cemas terinfeksi dan meninggal, berpisah dengan keluarga terkait tuntutan bekerja, menyaksikan pemandangan traumatis termasuk pasiennya yang dalam kondisi kritis atau meninggal, mengatur beban kerja yang terlalu banyak, mengalami putus asa akibat kehilangan nyawa pasien dalam jumlah besar walaupun telah berupaya maksimal, kekurangan bantuan dan tenaga pengganti, serta kelelahan.</p>
<p style="text-align:justify">Mengutip dari jurnal yang berjudul &ldquo;Faktor Penyebab Stres pada Tenaga Kesehatan dan Masyarakat Saat Pandemi Covid-19&rdquo;, ketakutan pada peningkatan risiko terpaparnya virus, terinfeksi, dan kemungkinan menginfeksi orang yang dicintai juga menjadi beban tersendiri bagi para tenaga kesehatan. Tak hanya itu, mereka juga harus mengisolasi diri dari keluarga dan orang terdekat meskipun tidak terpapar Covid-19. Hal ini merupakan keputusan yang sulit dan dapat menyebabkan beban psikologis yang signifikan.</p>
<p style="text-align:justify">Selanjutnya, bekerja di tengah perhatian media dan publik yang intens, durasi kerja yang panjang, masif, dan mungkin sebelumnya belum pernah terjadi pada beberapa tenaga kesehatan memiliki implikasi tambahan dalam memicu terjadinya efek psikologis negatif, termasuk gangguan emosional, depresi, stres, suasana hati rendah, lekas marah, serangan panik, fobia, gejala, insomnia, kemarahan, dan kelelahan emosional juga stigma yang diterima dan menjadikan para tenaga medis seakan-akan pembawa virus merupakan sikap yang bisa memicu terjadinya gangguan psikologis pada tim medis.</p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari laman <em>alomedika.com,</em> beban dan kekhawatiran yang tinggi ini tentu akan meningkatkan stres, seperti depresi, ansietas, perilaku permusuhan, dan gejala somatik. Kondisi ini juga dapat terjadi bahkan setelah satu tahun pandemi berlalu, sehingga dapat disimpulkan dapat bersifat akut maupun kronik. Takut diasingkan oleh masyarakat/dikarantina karena dikait-kaitkan dengan penyakit, merasa tidak berdaya untuk melindungi keluarga dan takut kehilangan karena virus yang menyebar, takut terpisah dengan keluarga karena aturan karantina, menolak untuk mengurusi anak kecil yang sendirian atau terpisah, penyandang distabilitas atau orang berusia lanjut karena takut infeksi, merasa tidak berdaya, bosan, kesepian dan depresi.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari <em>fk.ui.ac.id</em>, Tim Peneliti dari Prodi Magister Kedokteran Kerja yang terdiri dari Dr. dr. Ray W Basrowi, MKK; dr. Levina Chandra Khoe, MPH; dan dr. Marsen Isbayuputra, SpOK, menemukan fakta lagi yang sangat mengkhawatirkan, seperti: 83 persen tenaga kesehatan mengalami <em>burnout syndrome</em> derajat sedang dan berat, 41 persen mengalami keletihan emosi derajat sedang dan berat, 22 persen mengalami kehilangan empati derajat sedang dan berat, serta 52 persen mengalami kurang percaya diri derajat sedang dan berat.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu, dokter yang menangani pasien Covid-19, baik dokter umum, spesialis, maupun bidan yang menangani pasien Covid-19 berisiko dua kali lebih besar mengalami keletihan emosi dan kehilangan empati dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien Covid-19. Terlebih lagi, terdapat sekitar dua persen tenaga kesehatan yang tidak mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD) dari fasilitas kesehatannya, 75 persen fasilitas kesehatan tidak melakukan pemeriksaan <em>swab</em> rutin, dan 59 persen tidak melakukan pemeriksaan <em>rapid test</em> rutin bagi tenaga kesehatannya. &nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari jurnal keperawatan jiwa yang berjudul &ldquo;Faktor Penyebab Stres pada Tenaga Kesehatan dan Masyarakat Saat Pandemi Covid-19&rdquo;, upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan pada tenaga kesehatan yaitu merancang dan mengimplementasikan dukungan psikososial dan intervensi program untuk mengurangi tekanan psikologis. Pada saat terjadi krisis kesehatan dan perubahan tekanan kerja yang hebat, program trauma penyembuhan, hipnoterapi, dan pendampingan ahli kejiwaan yang secara rutin melakukan penyegaran psikologis bagi para tenaga kesehatan sebaiknya menjadi pertimbangan strategi selain strategi kuratif yang berfokus pada kesembuhan fisik pasien.</p>
<p><strong>Penulis: Mariska Sri Rahayu<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kondisi-kesehatan-mental-tenaga-kesehatan-di-masa-pandemi-covid19/">Kondisi Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kondisi-kesehatan-mental-tenaga-kesehatan-di-masa-pandemi-covid19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena Zoom Fatigue Berdampak bagi Kesehatan Fisik dan Mental</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/fenomena-zoom-fatigue-berdampak-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/fenomena-zoom-fatigue-berdampak-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2021 13:24:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran-jarak-jauh]]></category>
		<category><![CDATA[wfh]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Saat ini aplikasi konferensi video banyak digunakan untuk melakukan kegiatan daring. Namun, intensitas yang tinggi melakukan kegiatan tersebut ternyata dapat menyebabkan kelelahan yang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/fenomena-zoom-fatigue-berdampak-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/">Fenomena Zoom Fatigue Berdampak bagi Kesehatan Fisik dan Mental</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Saat ini aplikasi konferensi video banyak digunakan untuk melakukan kegiatan daring. Namun, intensitas yang tinggi melakukan kegiatan tersebut ternyata dapat menyebabkan kelelahan yang disebut dengan istilah Zoom Fatigue.</em></p>
<p style="text-align:justify">Menurut SehatQ.com, <em>zoom fatigue&nbsp;</em>adalah rasa lelah yang muncul akibat tingginya intensitas waktu dalam mengikuti&nbsp;<em>konferensi video</em>.&nbsp;Kondisi ini baru terjadi pada saat pandemi, dimana kegiatan sekolah dan perkantoran dialihkan secara&nbsp;<em>online</em>. Istilah ini tidak hanya digunakan untuk penggunaan aplikasi Zoom, tetapi juga aplikasi lainnya, seperti Google Meet, Skype, Microsoft Teams.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari laman kemenkes.go.id rasa lelah karena terlalu banyak melakukan konferensi video ini biasanya dirasakan oleh orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak. Mengutip dari laman dip.fisip.unair.ac.id, <em>zoom fatigue</em> disebabkan oleh beberapa hal yaitu, berkurangnya atau tidak adanya komunikasi non-verbal, gangguan lingkungan rumah, tidak terdapatnya istirahat atau perpindahan tempat ketika melakukan konferensi video, selain itu, melihat wajah diri sendiri juga dapat membuat stress.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut pada laman <em>fisioterapi.esaunggul.ac.id</em>, menurut Wahyudin, <em>zoom fatigue</em> terjadi dikarenakan seseorang melakukan kegiatan dengan konferensi video dengan posisi yang salah. &ldquo;Salah satunya ketika tubuh membungkuk saat melakukan rapat atau pembelajaran daring, kepala diletakan ke depan dan mata mengarah ke kamera. Posisi ini dapat memengaruhi postur karena leher menanggung beban yang berat dari kepala,&rdquo; ucapnya.</p>
<p style="text-align:justify">Salah satu dampak <em>zoom fatigue</em> bagi kesehatan fisik yaitu postur duduk yang salah bisa menyebabkan saraf terjepit. Saraf terjepit timbul akibat tekanan dari jaringan di sekitar saraf, contohnya seperti otot, tulang maupun tulang rawan. Tekanan ini mengganggu kerja saraf, sehingga timbul rasa sakit, kesemutan, dan mati rasa.</p>
<p style="text-align:justify">Dina Vebiola Saraswati Kuntardi dalam Jurnal Publisitas &ldquo;<em>Zoom Fatigue</em> dan Keberfungsian Sosial Di Kalangan Mahasiswa&rdquo; menyebutkan bahwa kelelahan tersebut dapat memicu terjadinya gangguan pada fungsi sosial mahasiswa. Hal ini terlihat dari tidak mampunya mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan rasa aman dan kebutuhan sosialnya. Selain itu, berbagai peran sosial yang harus dijalankan dalam satu waktu juga membuat mahasiswa mengalami kesulitan untuk menjalankan peran sosialnya dengan baik. Sementara itu, mahasiswa juga mengalami kesulitan untuk mengatasi masalah lainnya sehingga mahasiswa tidak terlepas dari kondisi stres.</p>
<p style="text-align:justify">Lalu menurut Atikah Pustikasari dan Lia Fitriyanti dalam Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13(1) &ldquo;Stress dan Zoom Fatigue pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19&rdquo; disampaikan bahwa kelelahan yang dialami individu dalam beraktivitas/bekerja dapat dilihat dari riwayat penyakit yang dideritanya. Dalam penelitian ini pula dijelaskan bahwa kondisi sakit tidak berpengaruh terhadap kejadian stres. Hasil penelitian lain menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara gejala gangguan <em>somatoform</em> dengan tingkat stres. Dilansir dari <em>Alodokter</em>, gangguan samatoform merupakan&nbsp; kelainan psikologis pada seseorang yang ditandai dengan sekumpulan keluhan fisik yang tidak menentu, namun tidak tampak saat pemeriksaan fisik. Meski demikian mahasiswa yang mengalami sakit berisiko stres, dapat menyebabkan perubahan fisiologis sebagai respons tubuh terhadap stresor atau respons stres.</p>
<p style="text-align:justify">Mengutip dari laman <em>fk.unair.ac.id</em>, Santi Yuliani selaku Konsultan Psikiater memberikan beberapa tips sederhana yang dapat diterapkan untuk menanggulangi <em>zoom fatigue</em>. Diantaranya yaitu memperhatikan proporsi, membatasi intensitas waktu dalam penggunaan layar gawai. Lalu menyiapkan ruang khusus dan <em>dress code</em> atau pakaian karena intensitas Zoom yang terlalu lama terkadang juga membuat kita kesulitan berkonsentrasi. Terakhir, membatasi informasi, bisa jadi kelelahan yang dialami bukan semata karena Zoom, tetapi juga karena aktivitas sehari-hari yang beralih ke daring. &ldquo;Kelelahan karena aktivitas daring juga berpengaruh langsung pada kesehatan mental kita. Agar kita tetap waras selama pandemi, sangat penting untuk membatasi informasi,&rdquo; tangkasnya.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari laman <em>lldikti8.ristekdikti.go.id</em>, terdapat lima cara guna mengurangi <em>zoom fatigue</em>, yaitu menghindari <em>multitasking</em>, bangun dan istirahat, mengurangi rangsangan pada layar, menyeimbangkan &nbsp;waktu melakukan konferensi video, dan menggunakan &nbsp;<em>speaker view</em>.</p>
<p><strong>Penulis: Zharifah Tafidah<br />
Editor: Ela Auliyana </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/fenomena-zoom-fatigue-berdampak-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/">Fenomena Zoom Fatigue Berdampak bagi Kesehatan Fisik dan Mental</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/fenomena-zoom-fatigue-berdampak-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kondisi Pelaksanaan PTM di Kala Pandemi</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/kondisi-pelaksanaan-ptm-di-kala-pandemi/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/kondisi-pelaksanaan-ptm-di-kala-pandemi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2021 14:06:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemendikbud-ristek]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Sejak Surat Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahun Akademik 2021/2022 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tanggal 16 September 2021 dikeluarkan, Indonesia</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/kondisi-pelaksanaan-ptm-di-kala-pandemi/">Kondisi Pelaksanaan PTM di Kala Pandemi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Sejak Surat Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahun Akademik 2021/2022 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tanggal 16 September 2021 dikeluarkan, Indonesia mulai bertahap melakukan PTM &nbsp;di berbagai daerah.</em></p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari &nbsp;<em>kemdikbud.go.id,</em> Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah level satu sampai dengan tiga dapat membuka kesempatan bagi satuan pendidikan untuk PTM Terbatas dengan izin dari pemerintah daerah. Dari total sebanyak 514 kabupaten/kota terdapat 471 daerah yang berada pada wilayah tersebut. Dengan demikian, sebesar 91 persen dari 540 ribu sekolah diperbolehkan untuk melakukan PTM terbatas. &ldquo;Terdapat 490.217 sekolah yang diperbolehkan, namun kecepatan masing-masing daerah dalam melakukan PTM terbatas sangat bervariasi,&rdquo; ungkap Jumeri&nbsp; selaku Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddasmen).</p>
<p style="text-align:justify">Pada laman <em>Antaranews.com</em>, sebanyak 1.759 dari total 5.033 sekolah yang mencakup Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menegah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Provinsi Jawa barat sudah melakukan PTM. Tidak hanya itu, &nbsp;di laman yang sama dituliskan bahwa kota Tangerang turut melaksanakannya. Akan tetapi, di daerah tersebut justru mengalami penambahan kasus Covid-19 sebanyak 27 warga sekolah, dengan rincian 25 pelajar, 1 guru dan 1 pegawai tata usaha dari 15 sekolah terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes <em>swab </em>(baca: usap) acak yang dilaksanakan.</p>
<p style="text-align:justify">Sejumlah sekolah di DKI Jakarta melakukan PTM Terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan di lingkungan sekolah. Dilansir dari <em>Antaranews.com</em>, Pemerintah Kota Jakarta Barat memastikan tidak adanya warga sekolah yang terpapar Covid-19 selama pelaksanaan PTM. &ldquo;Seluruh siswa yang mengikuti PTM dalam kondisi baik karena menerapkan protokol kesehatan dan menghimbau pihak sekolah jika ada siswa yang kondisinya tidak sehat agar tidak mengikuti PTM,&rdquo; jelas Asep S. Efendi selaku Kepala Seksi Pendidikan Menengah Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat II.</p>
<p style="text-align:justify">Adapun terkait protokol kesehatan yang diterapkan juga turut disampaikan oleh Asep meliputi pemberlakuan jumlah maksimal siswa dalam kelas hingga penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS). &ldquo;Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat akan terus melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan kepada guru dan siswa dari sekolah yang melaksanakan PTM,&rdquo; tegasnya.</p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari laman <em>Antaranews.com,</em> ada beberapa kendala harus dihadapi oleh sekolah dalam pelaksanaan PTM, salah satunya di SDN 01 Joglo. Berdasarkan hasil evaluasi&nbsp; dari suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat II pada hari pertama SDN 01 Joglo mengalami kesulitan dalam menggelar pembelajaran PTM dan daring secara bersamaan. Hal ini menurut Asep diduga terjadi karena terdapat &nbsp;beberapa fasilitas milik sekolah atau murid yang kurang memadai. Akan tetapi, ia memastikan saat PTM kedua berlangsung fasilitas akan diperbaiki, &ldquo;agar pembelajaran daring dan PTM bisa dilakukan secara beriringan&rdquo;.</p>
<p style="text-align:justify">Pemerintah telah menetapkan beberapa strategi selama pelaksanaan PTM. Dilansir dari <em>Antaranews.com</em>, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sekolah yang sudah melakukan pembelajaran PTM hanya akan kembali belajar daring selama empat belas hari ketika memiliki tingkat positif di atas lima persen sebagai bagian strategi penyebaran COVID-19.</p>
<p style="text-align:justify">Dengan demikian, pemerintah akan melakukan pengujian PCR terhadap sampel 30 siswa dan 3 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) per sekolah yang rutin dilakukan sekali per bulan. Apabila hasil pengujian &nbsp;ditemukan kasus positif di sekolah di bawah satu persen, orang yang terpapar Covid-19 akan dikarantina. Sebaliknya, orang yang tidak terpapar Covid-19 akan tetap melakukan PTM.</p>
<p style="text-align:justify">Sedangkan untuk sekolah dengan tingkat positif 1-5 persen, intervensi akan dilakukan dalam bentuk tes terhadap semua anggota rombongan belajar, menjalani karantina, serta PTM sendiri tetap berjalan untuk anggota kelas yang tidak terpapar. Pemerintah juga sudah menyusun metode <em>active surveillance</em> (baca: panduan pengawasan) untuk sekolah-sekolah yang melakukan tatap muka dengan prinsip 10 persen dari sekolah yang tatap muka di satu kabupaten atau kota akan dilakukan <em>active</em> atau <em>random</em> surveillance. Pemerintah juga menyiapkan buku panduan penyelenggaraan PTM yang bisa diakses di situs resmi <em>kemdikbud.go.id.</em></p>
<p style="text-align:justify">Berlangsungnya PTM yang sudah beberapa minggu dilaksanakan, menuai berbagai tanggapan. Nadia selaku siswi SMAN 12 Bekasi berpendapat bahwa pada hari pertama pelaksanaan ia merasa senang karena dapat bertemu teman-temannya kembali dan dapat dengan mudah memahami pelajaran karena sebelumnya selama masa daring ia sulit memahami yang diberikan oleh gurunya, &ldquo;Semoga PTM ini berjalan secara lancar, Covid-19 segera hilang dan hidup seperti normal kembali,&rdquo; harapnya. Telifah selaku siswi SMAN 12 Bekasi juga memiliki tanggapan yang sama. &ldquo;Saya lebih dapat memahami pelajaran yang diberikan oleh guru, sehingga lebih mudah dicerna,&rdquo; tutur Telifah. Ia berharap agar PTM ini berjalan dengan lancar dan pandemi Covid-19 segera berakhir.</p>
<p><strong>Penulis: Fifi Febrianti<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/kondisi-pelaksanaan-ptm-di-kala-pandemi/">Kondisi Pelaksanaan PTM di Kala Pandemi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/kondisi-pelaksanaan-ptm-di-kala-pandemi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengunaan Sistem Bubble dalam Memerangi Covid-19 di PON XX</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/pengunaan-sistem-bubble-dalam-memerangi-covid19-di-pon-xx/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/pengunaan-sistem-bubble-dalam-memerangi-covid19-di-pon-xx/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2021 17:27:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi-pedulilindungi]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pekan-olahraga-nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 menyampaikan kepada awak media bahwa dalam penyelenggaraan PON XX di Papua, Indonesia akan menggunakan sistem bubble dan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/pengunaan-sistem-bubble-dalam-memerangi-covid19-di-pon-xx/">Pengunaan Sistem Bubble dalam Memerangi Covid-19 di PON XX</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 menyampaikan kepada awak media bahwa dalam penyelenggaraan PON XX di Papua, Indonesia akan menggunakan sistem bubble dan aplikasi PeduliLindungi </em><em>guna </em><em>mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.</em></p>
<p style="text-align:justify">Pekan Olahraga Nasional (PON) XX saat ini sedang diselenggarakan di tengah pandemi. Untuk itu, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan dalam konferensi pers daring di akun Youtube Kemkominfo TV bahwa Satgas Penanganan Covid-19 merekomendasikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi semua pihak yang terlibat dalam ajang olahraga nasional ini. Aplikasi tersebut digunakan saat keberangkatan dan kedatangan ke Papua, keluar masuk lokasi perlombaan, serta penyimpanan hasil tes Covid-19 untuk perjalanan.</p>
<p style="text-align:justify">Tak hanya itu, Reisa juga menuturkan bahwa PON XX menerapkan sistem <em>bubble</em>. &ldquo;Sistem <em>bubble </em>yaitu lokasi dimana para peserta, tim, ofisial, panitia, dan media dapat melakukan aktivitas,&rdquo; jelas Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 sekaligus Duta Adaptasi Kebiasaan Baru tersebut dalam konferensi pers pada Jumat (24/9). Ia menambahkan bahwa setiap peserta tidak diperkenankan untuk melaksanakan kegiatan di luar rencana yang telah ditentukan. Lalu, peserta dalam wilayah <em>bubble </em>juga dilarang untuk melakukan kontak langsung dengan orang di luar wilayah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan buku <em>Rekomendasi Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 dalam Penyelenggaraan PON XX</em>, sistem <em>bubble</em> mempunyai alur yang wajib diikuti oleh seluruh peserta. Ketika tiba di bandara, peserta diwajibkan untuk melakukan tes <em>swab</em> antigen dan menunjukkan sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi. Setelah itu, peserta diarahkan untuk menuju titik transit melewati jalur khusus serta menggunakan bus atau mobil yang telah disediakan untuk berangkat ke penginapan. Setibanya di penginapan, peserta <em>check-in</em> (baca: masuk) dan diberlakukan pembatasan aktivitas. Selanjutnya, Peserta hanya diperkenankan menuju arena pertandingan apabila ada jadwal latihan atau tanding.</p>
<p style="text-align:justify">Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX yaitu Suwarno, mengatakan bahwa penyelenggaraan PON XX Papua menerapkan sistem <em>bubble </em>secara ketat dengan tujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 selama perhelatan berlangsung. &ldquo;kontingen tidak punya peluang untuk bisa jalan-jalan, melihat tempat rekreasi, atau mencari sesuatu,&rdquo; ungkapnya dalam webinar bertajuk &ldquo;Kesiapan PON XX Papua, Terapkan Protokol Kesehatan&rdquo;.</p>
<p style="text-align:justify">Mengenai hal ini, Reisa mengatakan bahwa implementasi protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten dengan semangat gotong royong serta saling melindungi menjadi kunci agar penyelenggaraan PON XX Papua dapat berjalan aman, sehat dan bebas penularan Covid-19. &quot;Praktik baik ini juga sudah digunakan dalam beberapa <em>event</em> olahraga internasional, kesuksesan PON XX sangat besar artinya bagi Indonesia,&quot; ungkapnya.</p>
<p><strong>Penulis: Fariz Ikhsan<br />
Editor: Artha Julia</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/pengunaan-sistem-bubble-dalam-memerangi-covid19-di-pon-xx/">Pengunaan Sistem Bubble dalam Memerangi Covid-19 di PON XX</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/pengunaan-sistem-bubble-dalam-memerangi-covid19-di-pon-xx/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia dan Paviliunnya dalam Dubai Expo 2020</title>
		<link>https://lpmindustria.com/event/indonesia-dan-paviliunnya-dalam-dubai-expo-2020/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/event/indonesia-dan-paviliunnya-dalam-dubai-expo-2020/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2021 21:17:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[dubai-expo-2020]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian-perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[seni--budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Melalui Dubai Expo 2020, Indonesia dapat membuktikan untuk ikut bersaing di kancah internasional. Memiliki paviliun yang menghadirkan berbagai produk serta mengungkap potensi yang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/event/indonesia-dan-paviliunnya-dalam-dubai-expo-2020/">Indonesia dan Paviliunnya dalam Dubai Expo 2020</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Melalui Dubai Expo 2020, Indonesia dapat membuktikan untuk ikut bersaing di kancah internasional. Memiliki paviliun yang menghadirkan berbagai produk serta mengungkap potensi yang dimiliki, Indonesia membagi acaranya menjadi beberapa tema mingguan serta forum bisnis.</em></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px">Saat ini tengah berlangsung Dubai Expo 2020 di Uni Emirat Arab (UEA). Dilansir dari <em>kemendag.go.id</em>, <em>event</em> (baca: acara) ini sebelumnya harus ditunda karena pandemi Covid-19. Dijelaskan dalam portal <em>expo2020dubai.com</em>, Dubai Expo 2020 adalah pameran internasional bertema &ldquo;<em>Connecting Minds and Creating the Future</em>&rdquo; yang bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada jutaan pengunjung dan menciptakan masa depan yang baik. Dubai Expo 2020 sendiri terbagi menjadi tiga distrik, yaitu Sustainability, Mobility, dan Opportunity. Distrik-distrik tersebut menampilkan berbagai hiburan, arsitektur unik, teknologi budaya, hingga inovasi yang belum ada. <em>Event</em> ini sendiri akan berlangsung hingga 31 Maret 2021 dan diikuti oleh 200 organisasi dan 192 negara yang memiliki paviliun masing-masing, salah satunya Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px">Dikutip dari laman <em>brin.go.id</em>, Indonesia mengusung tema &ldquo;<em>Creating the Future from Indonesia to the World</em>&rdquo; dan akan menghadirkan inovasi serta warisan nusantara dalam Dubai Expo 2020. Sedangkan konsep Paviliun Indonesia sendiri adalah &ldquo;<em>Connecting Yesterday, Today, and Tomorrow</em>&rdquo;. Boni Agusta selaku Koordinator Publikasi dan Dokumentasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa konsep tersebut menceritakan perjalanan sejarah serta peran penting Indonesia di kancah Internasional. &ldquo;Konsep yang disuguhkan ingin memperlihatkan kebangkitan Indonesia sebagai kekuatan internasional dan mengungkap potensi serta komitmennya sebagai anggota masyarakat global yang berkontribusi untuk masa depan yang lebih baik,&rdquo; ujarnya.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px">Paviliun Indonesia berada pada Distrik Opportunity dan terbagi menjadi tiga zona, yaitu Yesterday, Today, dan Tomorrow yang menggambarkan Indonesia di masa lalu, saat ini, dan kesiapannya menyongsong masa depan. Memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan 400 suku budaya, Indonesia dengan bangga menampilkan keragaman budaya, alam, komoditas, dan potensinya yang belum tergali kepada masyarakat global di Paviliun Indonesia. Berdasarkan pada portal <a href="https://expo2020indonesia.id"><em>expo2020indonesia.id</em></a>, Paviliun Indonesia menyelenggarakan acara tematik mingguan, forum bisnis bagi yang tertarik untuk berinvestasi, serta berbagai pameran produk-produk Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px">Dilansir dari laman Sekretariat Kabinet RI, Didi Sumedi sebagai Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN), Kementerian Perdagangan, mengatakan, &ldquo;Tema mingguan dan forum bisnis yang dihadirkan setiap minggunya menjadi keunggulan Paviliun Indonesia&rdquo;. <em>Event </em>Dubai Expo 2020 ini sendiri didukung oleh 22 kementerian dan lembaga, 8 pemerintah provinsi, dan mitra-mitra perusahaan di Indonesia.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px">Dilansir dari <em>expo2020indonesia.id, </em>setelah minggu pertama sukses diselenggarakan, Paviliun Indonesia akan menampilkan tema &ldquo;Potensi Perdagangan dan Investasi Kehutanan&rdquo; pada 8-14 Oktober dengan harapan dapat lebih mempromosikan potensi dan peluang Indonesia kepada para pengunjung dari seluruh penjuru dunia. Lebih dari tiga ratus produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan ditampilkan sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada 64 juta UMKM Indonesia untuk global.&nbsp; Selain menampilkan produk, hari ini (11/10) telah diadakannya forum bisnis dengan tema &ldquo;<em>Product Development and Business Opportunities in Conservation Area and Protected Production Forests</em>&rdquo; dimana Indonesia menawarkan banyak peluang bisnis yang sukses di industri kehutanan dan bersama-sama mengajak untuk melestarikan lingkungan melalui berbagai investasi mulai dari hutan tanaman industri, produk kertas berkelanjutan, produk kayu lapis, furnitur, dan produk kerajinan.</span></p>
<p><span style="font-size:14px"><strong>Penulis : Azzahra Nurwanda Putri<br />
Editor : Artha Julia </strong></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/event/indonesia-dan-paviliunnya-dalam-dubai-expo-2020/">Indonesia dan Paviliunnya dalam Dubai Expo 2020</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/event/indonesia-dan-paviliunnya-dalam-dubai-expo-2020/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghindari Penurunan Kualitas Pembelajaran, Kemendikbud Dorong PTM Terbatas</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/menghindari-penurunan-kualitas-pembelajaran-kemendikbud-dorong-ptm-terbatas/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/menghindari-penurunan-kualitas-pembelajaran-kemendikbud-dorong-ptm-terbatas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 23:45:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[kemendikbud-ristek]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran-jarak-jauh]]></category>
		<category><![CDATA[ppkm]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Kemendikbud mendorong PTM Terbatas di wilayah PPKM Level 1, 2 dan 3 untuk menghindari terjadinya learning loss (baca: kehilangan pembelajaran). Namun tidak semua</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/menghindari-penurunan-kualitas-pembelajaran-kemendikbud-dorong-ptm-terbatas/">Menghindari Penurunan Kualitas Pembelajaran, Kemendikbud Dorong PTM Terbatas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Kemendikbud mendorong PTM Terbatas di wilayah PPKM Level 1, 2 dan 3 untuk menghindari terjadinya learning loss (baca: kehilangan pembelajaran). Namun tidak semua sekolah dapat melaksanakannya karena Kemendikbud mengeluarkan beberapa persyaratan pelaksanaan .</em></p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari <em>kemendikbud.go.id</em>, perubahan pola belajar siswa dari tatap muka menjadi daring memunculkan kekhawatiran akan tertinggalnya dalam mengikuti materi pembelajaran. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyiapkan kurikulum yang direlaksasi sesuai kondisi darurat, namun banyak faktor lain yang memicu turunnya kualitas pembelajaran. Salah satu yang signifikan adalah fakta bahwa tidak semua sekolah atau orang tua mempunyai fasilitas yang memadai untuk mendukung siswa belajar dari rumah. Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong sekolah untuk segera melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di wilayah yang masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 hingga 3.</p>
<p style="text-align:justify">Kendala pembelajaran daring yang disebutkan sebelumnya dialami oleh guru, siswa, dan juga orang tua siswa yang kami wawancarai. &ldquo;Pada saat belajar secara <em>online</em> terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti koneksi jaringan, kuota terbatas, dan sebagai guru pun tidak bisa mengawasi siswa secara langsung. Selain itu juga ada beberapa siswa yang sering terlambat mengirim tugas,&rdquo; tutur Eulis selaku guru dari SMAN 1 Subang. Hal serupa pun dirasakan oleh Siti Hatipah selaku orang tua murid dari SMAN 1 Subang. &ldquo;Selain kuota ada beberapa pelajaran yang kurang saya mengerti, sehingga sulit membimbing anak saat belajar di rumah. Lalu karena banyak pekerjaan di rumah, saya juga mejadi kurang bisa memperhatikan pelajaran yang diajarkan saat itu,&rdquo; keluhnya. Fiki selaku murid SMAN 2 Subang juga mengatakan selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), ia kesulitan dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan hal tersebut dilansir dari <em>pulapdik.kemendikbud.id</em>, ada tujuh syarat untuk melaksanakan PTM Terbatas ini. Pertama, mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keselamatan serta mengutamakan kesehatan guru, siswa, dan semua tenaga kependidikan serta keluarganya. Kedua, menyesuaikan risiko kesehatan dan keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Ketiga, terdapat tujuh provinsi yang dilarang melakukan PTM Terbatas yakni provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Keempat, selain tujuh provinsi di atas dapat memberikan opsi PTM Terbatas sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Kelima, orang tua/wali pada wilayah selain tujuh provinsi tersebut yang dalam kondisi PPKM Darurat memiliki kewenangan penuh dalam memberikan izin kepada anaknya untuk memilih antara mengikuti PTM terbatas atau belajar dari rumah. Keenam, guru, siswa, orang tua dan tenaga kependidikan wajib menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Ketujuh, pendidik dan tenaga kependidikan wajib untuk segera melaksanakan vaksinasi.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari <em>jabarprov.go.id</em>, ketentuan terkait PTM mengacu pada status daerah PPKM yang dikeluarkan oleh peraturan pemerintah,&nbsp;terlebih jika sudah memasuki level 2 dan 1 atau berkategori hijau dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Di provinsi Jawa Barat terdapat empat wilayah yang sudah berada di Level 2 PPKM dalam kategori hijau yakni Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Majalengka, dan Subang. Pada empat wilayah tersebut sudah bisa dilakukan uji coba pelaksanaan PTM dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.</p>
<p style="text-align:justify">Dilaksanakannya PTM terbatas ini menuai berbagai tanggapan. Eulis berpendapat bahwa PTM terbatas ini menjadi kabar yang bahagia karena pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih efektif, berinteraksi secara langsung dengan murid, serta memperhatikan kemampuan dan sikap siswa, sehingga lebih terpantau. &ldquo;Saya berharap semoga pandemi Covid-19 ini segera usai dan situasi kembali normal, sehingga waktu pembelajaran tidak berkurang dan siswa bisa lebih teramati terutama dalam pelajaran Biologi agar dapat praktikum langsung di laboratorium,&rdquo; tutur Eulis.</p>
<p style="text-align:justify">Sedangkan menurut Siti Hatipah selaku orang tua siswa berpendapat bahwa PTM Terbatas ini cukup bagus karena kendala anaknya menjadi berkurang dan mudah memahami pelajaran yang ada di sekolah. &ldquo;Saya harap semoga bisa sekolah <em>offline</em> selamanya dan situasi kembali normal,&rdquo; harapnya. Kemudian, Fiki selaku siswa SMAN 2 Subang berpendapat bahwa dengan PTM terbatas ini, banyak siswa yang mengerti dengan pelajaran yang ada. &ldquo;Saya harap ke depannya sekolah dilakukan secara <em>offline</em> tanpa adanya pembatasan waktu,&rdquo; tutupnya.</p>
<p><strong>Penulis : Siti Nina Ismayanti<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/menghindari-penurunan-kualitas-pembelajaran-kemendikbud-dorong-ptm-terbatas/">Menghindari Penurunan Kualitas Pembelajaran, Kemendikbud Dorong PTM Terbatas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/menghindari-penurunan-kualitas-pembelajaran-kemendikbud-dorong-ptm-terbatas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sivenesia, Ventilator Pintar Buatan dalam Negeri</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/sivenesia-ventilator-pintar-buatan-dalam-negeri/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/sivenesia-ventilator-pintar-buatan-dalam-negeri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2021 03:27:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[dalam-negeri]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Ventilator pintar garapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah ventilator yang menggunakan dua mode operasi utama dalam satu perangkat. Ventilator buatan dalam</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/sivenesia-ventilator-pintar-buatan-dalam-negeri/">Sivenesia, Ventilator Pintar Buatan dalam Negeri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Ventilator pintar garapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah ventilator yang menggunakan dua mode operasi utama dalam satu perangkat. Ventilator buatan dalam negeri ini juga memiliki beberapa kelebihan lainnya.</em></p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari laman <em>lipi.go.id</em>, Ventilator yang bernama Smart Innovation Ventilator Indonesia (Sivenesia) dikembangkan oleh Eko Joni Pristianto beserta tim peneliti dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi (P2ET) di bawah Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI sejak awal tahun 2020. Ventilator tersebut memiliki dua mode operasi utama dalam satu perangkat yang disebut dengan mode C-BiPAP. Mode pertama <em>yaitu Continuous Positive Airway Pressure</em> (CPAP), sedangkan mode kedua adalah <em>Bi-level Positive Airway Pressure</em> (BiPAP).</p>
<p style="text-align:justify">Eko menjelaskan bahwa saat mode CPAP digunakan maka alat bantu pernapasan akan menghasilkan satu tekanan udara positif yang konstan dan diberikan secara terus menerus kepada pasien dengan tujuan saluran pernapasannya tetap terbuka. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan kelelahan pada pasien karena pasien akan menggunakan lebih banyak tenaga saat proses menghembuskan napas.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa ketika mode BiPAP digunakan maka alat bantu pernapasan akan memberikan tekanan udara yang berbeda saat menghirup napas (inspirasi) dan saat menghembuskan napas (ekspirasi). Dengan begitu, pasien akan tetap merasa nyaman saat bernapas menggunakan ventilator. &ldquo;Ventilator ini berfungsi sebagai alat bantu pernapasan, sehingga penggunaannya harus dengan saran, petunjuk, dan dalam pantauan dokter,&rdquo; jelas Eko yang dikutip dari laman <em>lipi.go.id.</em></p>
<p style="text-align:justify">Mengutip dari kanal Youtube Eko juga, Sivenesia merupakan jenis ventilator tanpa pembedahan (non-invasif) yang berdimensi cukup kecil dibanding alat bantu pernapasan lainnya. Sivenesia memiliki dimensi panjang 46 cm, lebar 32 cm, dan tinggi 28,2 cm dengan bobot sebesar 11,6 kg. Ukuran tersebut menjadikan ventilator ini portabel sehingga mudah dibawa ke mana-mana.</p>
<p style="text-align:justify">Menurut Eko, ventilator dengan mode C-BiPAP biasa disarankan oleh dokter untuk pasien penderita gangguan tidur serius atau <em>sleep apnea</em>, yaitu gejala dimana sistem pernapasan pasien akan berhenti beberapa saat ketika sedang tertidur. Lanjutnya bahwa &nbsp;ventilator dengan mode ini merupakan mode pada ventilator yang bekerja berdasarkan tekanan (<em>pressure based</em>), sehingga dapat membantu pernapasan dengan mencegah gejala jalur pernapasan tersumbat pada pasien Covid-19.</p>
<p style="text-align:justify">Dalam web <em>lipi.go.id</em>, Eko menuturkan bahwa alat ini sudah melalui uji fungsi di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selanjutnya, alat ini sedang menunggu uji klinis yang akan dilakukan setelah melewati uji teknis skala laboratorium dan uji fungsi. &ldquo;Uji fungsi ini meliputi serangkaian pengujian seperti kinerja sistem, ketahanan sistem, dan keamanan kelistrikan selama 21 hari tanpa berhenti. Uji fungsi ini juga sudah lulus sertifikasi dan mendapatkan sertifikat dengan nomor YK.01.03/XLVIII.2/PK/2021,&rdquo; tutup Eko.</p>
<p><strong>Penulis: Luqman Aradhana<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/sivenesia-ventilator-pintar-buatan-dalam-negeri/">Sivenesia, Ventilator Pintar Buatan dalam Negeri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/sivenesia-ventilator-pintar-buatan-dalam-negeri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
