lpmindustria.com – Hidup menjadi masyarakat urban tanpa sadar membuat beberapa orang terjebak ke dalam konsumerisme. Saat ini muncul gaya hidup minimalis yang mengajak kita untuk hidup sederhana dan secukupnya sesuai dengan kebutuhan
Jika membedah arti kata minimalisme, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) akan menjelaskan minimalis berarti berkenaan dengan penggunaan unsur-unsur sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan terbaik. Lalu, imbuhan –isme yang terletak di akhir katanya memiliki arti sistem kepercayaan berdasarkan politik, sosial, atau ekonomi.
Dari telaah kata tersebut, minimalisme berarti suatu sistem kepercayaan yang berkenaan dengan penggunaan unsur atau benda yang sederhana dan terbatas. “Gaya hidup minimalis adalah sebuah konsep dimana seseorang bisa memilah sesuatu yang penting dan dibutuhkan oleh dirinya,” jelas Cynthia Lestari selaku Founder Komunitas Lyfe With Less.
Penerapan gaya hidup minimalis ini dapat memberi manfaat untuk banyak aspek, seperti kesehatan, finansial, bahkan konsep diri. Astri Puji Lestari, seorang arsitek yang menerapkan gaya hidup minimalis, menuturkan penerapan minimalisme dapat membatu orang untuk mengenal dirinya sendiri. “Sebelum menerapkan gaya hidup minimalis, saya kasih banyak pertanyaan pada diri saya sendiri. Dengan memberi pertanyaan pada diri sendiri, saya memancing diri saya untuk memberikan jawaban. Jawaban itu membuat saya lebih mengenal diri sendiri,” jelasnya yang dikutip dari acara BukaTalks.
Cynthia juga membagi pengalamannya mengenai gaya hidup minimalis. Menurutnya, gaya hidup minimalis membantunya untuk tidak menjadi overthinker. “Minimalisme mengubah sudut pandang saya tentang hal disekeliling saya. Saya jadi mengetahui apa saja yang perlu saya pikirkan,” tuturnya.
Semua hal tentu memliki kelemahan, termasuk gaya hidup minimalis ini. Cynthia pun merasakan hal ini dalam kehidupan dan lingkungan sekitarnya. Ia merasa gaya hidup minimalis ini membuatnya hanya memiliki sedikit teman dekat. “Aku merasa temen dekatku jadi tidak terlalu banyak karena aku tahu harus menginvestasikan waktu untuk berteman dengan siapa. Tapi, kalau network harus luas ya karena itu penting,” ungkapnya.
Cynthia mengatakan, orang Indonesia akan cenderung menganggap orang yang menjalani hidup minimalis sebagai orang yang pelit untuk mengeluarkan uang. Namun, ia berpendapat bahwa orang yang hidup minimalis bisa mengeluarkan uang banyak bahkan lebih banyak daripada orang yang tidak minimalis untuk sesuatu yang mereka butuhkan. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan kualitas barang yang lebih bagus, sehingga barang tersebut akan tahan lama.
Astri dan Cynthia memberikan tips bagi siapa saja yang ingin memulai gaya hidup minimalis. Pertama, bertanya kepada diri sendiri kenapa ingin memulai gaya hidup minimalis karena suatu gaya hidup adalah panggilan dari dalam diri sendiri. Kedua, belajar lebih banyak tentang minimalisme, seperti decluttering, less waste, kesehatan, finansial, dan kebiasaan minimalisme dari berbagai sumber yang sudah mudah ditemukan di saat ini. Terakhir, mulai dari hal yang termudah, seperti berbenah serta menghindari sikap konsumtif dan pembelian yang impulsif.
Luqman Aradhana
