<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>corona Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/corona/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/corona/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>corona Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/corona/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keresahan Hepatitis Akut &#8220;Misterius&#8221;</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/keresahan-hepatitis-akut-misterius/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/keresahan-hepatitis-akut-misterius/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 20:52:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis-akut]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[who]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com,-&#160;Hepatitis misterius telah ditemukan di Indonesia dan kini masih dilakukan penelitian secara mendalam. Adenovirus, Sars CoV-2, serta virus saluran cerna dan pernafasan dianggap sebagai</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/keresahan-hepatitis-akut-misterius/">Keresahan Hepatitis Akut &#8220;Misterius&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com,-</strong>&nbsp;<em>Hepatitis</em> <em>misterius</em> <em>telah</em> <em>ditemukan</em> <em>di</em> <em>Indonesia</em> <em>dan</em> <em>kini</em> <em>masih</em> <em>dilakukan</em> <em>penelitian</em> <em>secara</em> mendalam. <em>Adenovirus</em>, <em>Sars</em> <em>CoV-2</em>, <em>serta</em> <em>virus</em> saluran <em>cerna</em> <em>dan</em> <em>pernafasan</em> <em>dianggap</em> <em>sebagai</em> <em>salah</em> <em>satu</em> <em>kemungkinan</em> <em>penyebab</em> <em>hepatitis</em> <em>misterius</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Beberapa pekan terakhir berkembang isu di masyarakat tentang penyakit hepatitis misterius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan hepatitis misterius menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022. Kasus ini terjadi pada anak-anak dalam rentang usia 1 bulan hingga 16 tahun dan hingga kini belum diketahui penyebabnya secara pasti. Meskipun pemeriksaan laboratorium telah dilakukan, namun dari virus hepatitis tipe A, B, C, D, dan E tidak ditemukan bahwa virus tersebut sebagai penyebab penyakit hepatitis misterius ini. Jumlah laporan kasus tentang hepatitis misterius pun semakin bertambah sejak dinyatakan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari antaranews.com, hingga 3 Mei 2022 dilaporkan 200 pasien di 20 negara akibat penyakit hepatitis misterius ini. Di Indonesia telah dilaporkan 3 anak meninggal karena penyakit misterius ini. Kementerian Kesehatan masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari penyakit menular ini.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari laman kemkes.go.id, dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI, Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, mengatakan bahwa secara umum gejala awal penyakit hepatitis misterius ini sama dengan hepatitis akut yaitu mual, muntah, sakit perut, diare, dan kadang disertai demam ringan. Kemudian, gejala akan semakin berat, yaitu air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat, setelah itu gejala akan semakin berat hingga gejala kuning dan hilang kesadaran. Prof. Hanifah menyebutkan bahwa jika infeksi semakin berat, maka semakin kecil peluang dokter untuk menyelamatkan pasien.</p>
<p style="text-align:justify">&#39;&#39;Bawalah anak-anak kita ke fasyankes (baca: fasilitas pelayanan kesehatan) terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat, karena kalau berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat. Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelematkannya sangat kecil,&#39;&#39; kata Prof. Hanifah.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Prof. Hanifah menyebutkan dugaan awal penyebab penyakit misterius ini adalah Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll, utamanya virus yang dapat menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari laman kemkes.go.id, pada ketiga kasus yang ditemukan di Indonesia, kasus ini menjangkiti anak berusia 2 tahun yang sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis, usia 8 mendapatkan vaksinasi COVID-19 satu kali dan vaksin hepatitis lengkap, dan usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dan hepatitis lengkap. Ketiganya pun negatif COVID-19. Berdasarkan hasil investigasi juga didapati bahwa satu kasus memiliki penyakit penyerta.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">&#39;&#39;Sampai saat ini ketiga kasus ini belum bisa di golongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat, karena masih ada pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan Hepatitis E yang membutuhkan waktu antara 10 sampai 14 hari ke depan,&#39;&#39; ucap dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Kementerian Kesehatan.</p>
<p style="text-align:justify">Mengutip dari laman kemkes.go.id, Prof. Hanifah menyarankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan untuk mencegah risiko infeksi penyakit hepatitis misterius pada anak. Langkah awal yang bisa dilakukan yaitu, dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, untuk mencegah penularan hepatitis misterius melalui saluran pernafasan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas. Upaya lainnya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan hepatitis akut misterius ini adalah pemahaman orang tua terhadap gejala awal penyakit Hepatitis Akut.</p>
<p style="text-align:justify">&#39;&#39;Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat,&#39;&#39; jelas Peneliti di RSCM dan FK UI.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis : Rahma Dhini</strong></p>
<p style="text-align:justify"><strong>Editor : Az-Zahra Nurwanda</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/keresahan-hepatitis-akut-misterius/">Keresahan Hepatitis Akut &#8220;Misterius&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/keresahan-hepatitis-akut-misterius/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kondisi Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kondisi-kesehatan-mental-tenaga-kesehatan-di-masa-pandemi-covid19/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kondisi-kesehatan-mental-tenaga-kesehatan-di-masa-pandemi-covid19/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 11:02:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[burnout]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria &#8211;&#160;Pandemi Covid-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada berbagai pihak, terutama bagi para tenaga kesehatan yang sangat merasakan dampaknya bagi</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kondisi-kesehatan-mental-tenaga-kesehatan-di-masa-pandemi-covid19/">Kondisi Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria &#8211;&nbsp;</strong><em>Pandemi Covid-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada berbagai pihak, terutama bagi para tenaga kesehatan yang sangat merasakan dampaknya bagi kesehatan jiwa dan psikososial.</em></p>
<p style="text-align:justify">Mengutip Kajian dari Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI yang berjudul &ldquo;Pandemi Covid-19 sebagai Persoalan Serius Banyak Negara di Dunia&rdquo;, kasus Covid-19 pada 14 Juli 2021 yang lalu sangat mengkhawatirkan karena terjadi penambahan sebanyak 54.517 kasus baru Covid-19 dalam kurun waktu 24 jam. Angka ini merupakan rekor tertinggi penambahan pasien Covid-19 dalam sehari selama pandemi. Dilansir dari laman <em>covid19.go.id</em>, hingga hari ini (20/10) terdapat 4.235.384 kasus terkonfirmasi dengan penambahan sebanyak 626 kasus.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir <em>fk.ui.ac.id</em>, jumlah pasien Covid-19 semakin bertambah namun tidak diimbangi dengan kesiapan fasilitas dan jumlah tenaga medis yang cukup. Hal ini mengakibatkan tenaga medis kelelahan dan menambah beban para tenaga medis yang mana mereka adalah orang-orang paling berisiko tinggi terhadap paparan virus tersebut. Tidak hanya itu, banyak tenaga medis yang bekerja melebihi <em>shift</em> yang seharusnya. Risiko lain yang juga sangat berpotensi memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas pelayanan tenaga medis kesehatan kita adalah aspek kesehatan mental termasuk risiko <em>burnout syndrome</em> atau kelelahan mental.</p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari laman <em>alomedika.com</em>, faktor penyebabnya adalah stres tambahan selama pandemi Covid-19 dapat menjadi lebih berat karena beban yang secara langsung dihadapi oleh tenaga medis adalah perasaan cemas terinfeksi dan meninggal, berpisah dengan keluarga terkait tuntutan bekerja, menyaksikan pemandangan traumatis termasuk pasiennya yang dalam kondisi kritis atau meninggal, mengatur beban kerja yang terlalu banyak, mengalami putus asa akibat kehilangan nyawa pasien dalam jumlah besar walaupun telah berupaya maksimal, kekurangan bantuan dan tenaga pengganti, serta kelelahan.</p>
<p style="text-align:justify">Mengutip dari jurnal yang berjudul &ldquo;Faktor Penyebab Stres pada Tenaga Kesehatan dan Masyarakat Saat Pandemi Covid-19&rdquo;, ketakutan pada peningkatan risiko terpaparnya virus, terinfeksi, dan kemungkinan menginfeksi orang yang dicintai juga menjadi beban tersendiri bagi para tenaga kesehatan. Tak hanya itu, mereka juga harus mengisolasi diri dari keluarga dan orang terdekat meskipun tidak terpapar Covid-19. Hal ini merupakan keputusan yang sulit dan dapat menyebabkan beban psikologis yang signifikan.</p>
<p style="text-align:justify">Selanjutnya, bekerja di tengah perhatian media dan publik yang intens, durasi kerja yang panjang, masif, dan mungkin sebelumnya belum pernah terjadi pada beberapa tenaga kesehatan memiliki implikasi tambahan dalam memicu terjadinya efek psikologis negatif, termasuk gangguan emosional, depresi, stres, suasana hati rendah, lekas marah, serangan panik, fobia, gejala, insomnia, kemarahan, dan kelelahan emosional juga stigma yang diterima dan menjadikan para tenaga medis seakan-akan pembawa virus merupakan sikap yang bisa memicu terjadinya gangguan psikologis pada tim medis.</p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari laman <em>alomedika.com,</em> beban dan kekhawatiran yang tinggi ini tentu akan meningkatkan stres, seperti depresi, ansietas, perilaku permusuhan, dan gejala somatik. Kondisi ini juga dapat terjadi bahkan setelah satu tahun pandemi berlalu, sehingga dapat disimpulkan dapat bersifat akut maupun kronik. Takut diasingkan oleh masyarakat/dikarantina karena dikait-kaitkan dengan penyakit, merasa tidak berdaya untuk melindungi keluarga dan takut kehilangan karena virus yang menyebar, takut terpisah dengan keluarga karena aturan karantina, menolak untuk mengurusi anak kecil yang sendirian atau terpisah, penyandang distabilitas atau orang berusia lanjut karena takut infeksi, merasa tidak berdaya, bosan, kesepian dan depresi.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari <em>fk.ui.ac.id</em>, Tim Peneliti dari Prodi Magister Kedokteran Kerja yang terdiri dari Dr. dr. Ray W Basrowi, MKK; dr. Levina Chandra Khoe, MPH; dan dr. Marsen Isbayuputra, SpOK, menemukan fakta lagi yang sangat mengkhawatirkan, seperti: 83 persen tenaga kesehatan mengalami <em>burnout syndrome</em> derajat sedang dan berat, 41 persen mengalami keletihan emosi derajat sedang dan berat, 22 persen mengalami kehilangan empati derajat sedang dan berat, serta 52 persen mengalami kurang percaya diri derajat sedang dan berat.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu, dokter yang menangani pasien Covid-19, baik dokter umum, spesialis, maupun bidan yang menangani pasien Covid-19 berisiko dua kali lebih besar mengalami keletihan emosi dan kehilangan empati dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien Covid-19. Terlebih lagi, terdapat sekitar dua persen tenaga kesehatan yang tidak mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD) dari fasilitas kesehatannya, 75 persen fasilitas kesehatan tidak melakukan pemeriksaan <em>swab</em> rutin, dan 59 persen tidak melakukan pemeriksaan <em>rapid test</em> rutin bagi tenaga kesehatannya. &nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari jurnal keperawatan jiwa yang berjudul &ldquo;Faktor Penyebab Stres pada Tenaga Kesehatan dan Masyarakat Saat Pandemi Covid-19&rdquo;, upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan pada tenaga kesehatan yaitu merancang dan mengimplementasikan dukungan psikososial dan intervensi program untuk mengurangi tekanan psikologis. Pada saat terjadi krisis kesehatan dan perubahan tekanan kerja yang hebat, program trauma penyembuhan, hipnoterapi, dan pendampingan ahli kejiwaan yang secara rutin melakukan penyegaran psikologis bagi para tenaga kesehatan sebaiknya menjadi pertimbangan strategi selain strategi kuratif yang berfokus pada kesembuhan fisik pasien.</p>
<p><strong>Penulis: Mariska Sri Rahayu<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kondisi-kesehatan-mental-tenaga-kesehatan-di-masa-pandemi-covid19/">Kondisi Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kondisi-kesehatan-mental-tenaga-kesehatan-di-masa-pandemi-covid19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena Zoom Fatigue Berdampak bagi Kesehatan Fisik dan Mental</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/fenomena-zoom-fatigue-berdampak-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/fenomena-zoom-fatigue-berdampak-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2021 13:24:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran-jarak-jauh]]></category>
		<category><![CDATA[wfh]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Saat ini aplikasi konferensi video banyak digunakan untuk melakukan kegiatan daring. Namun, intensitas yang tinggi melakukan kegiatan tersebut ternyata dapat menyebabkan kelelahan yang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/fenomena-zoom-fatigue-berdampak-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/">Fenomena Zoom Fatigue Berdampak bagi Kesehatan Fisik dan Mental</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Saat ini aplikasi konferensi video banyak digunakan untuk melakukan kegiatan daring. Namun, intensitas yang tinggi melakukan kegiatan tersebut ternyata dapat menyebabkan kelelahan yang disebut dengan istilah Zoom Fatigue.</em></p>
<p style="text-align:justify">Menurut SehatQ.com, <em>zoom fatigue&nbsp;</em>adalah rasa lelah yang muncul akibat tingginya intensitas waktu dalam mengikuti&nbsp;<em>konferensi video</em>.&nbsp;Kondisi ini baru terjadi pada saat pandemi, dimana kegiatan sekolah dan perkantoran dialihkan secara&nbsp;<em>online</em>. Istilah ini tidak hanya digunakan untuk penggunaan aplikasi Zoom, tetapi juga aplikasi lainnya, seperti Google Meet, Skype, Microsoft Teams.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari laman kemenkes.go.id rasa lelah karena terlalu banyak melakukan konferensi video ini biasanya dirasakan oleh orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak. Mengutip dari laman dip.fisip.unair.ac.id, <em>zoom fatigue</em> disebabkan oleh beberapa hal yaitu, berkurangnya atau tidak adanya komunikasi non-verbal, gangguan lingkungan rumah, tidak terdapatnya istirahat atau perpindahan tempat ketika melakukan konferensi video, selain itu, melihat wajah diri sendiri juga dapat membuat stress.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut pada laman <em>fisioterapi.esaunggul.ac.id</em>, menurut Wahyudin, <em>zoom fatigue</em> terjadi dikarenakan seseorang melakukan kegiatan dengan konferensi video dengan posisi yang salah. &ldquo;Salah satunya ketika tubuh membungkuk saat melakukan rapat atau pembelajaran daring, kepala diletakan ke depan dan mata mengarah ke kamera. Posisi ini dapat memengaruhi postur karena leher menanggung beban yang berat dari kepala,&rdquo; ucapnya.</p>
<p style="text-align:justify">Salah satu dampak <em>zoom fatigue</em> bagi kesehatan fisik yaitu postur duduk yang salah bisa menyebabkan saraf terjepit. Saraf terjepit timbul akibat tekanan dari jaringan di sekitar saraf, contohnya seperti otot, tulang maupun tulang rawan. Tekanan ini mengganggu kerja saraf, sehingga timbul rasa sakit, kesemutan, dan mati rasa.</p>
<p style="text-align:justify">Dina Vebiola Saraswati Kuntardi dalam Jurnal Publisitas &ldquo;<em>Zoom Fatigue</em> dan Keberfungsian Sosial Di Kalangan Mahasiswa&rdquo; menyebutkan bahwa kelelahan tersebut dapat memicu terjadinya gangguan pada fungsi sosial mahasiswa. Hal ini terlihat dari tidak mampunya mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan rasa aman dan kebutuhan sosialnya. Selain itu, berbagai peran sosial yang harus dijalankan dalam satu waktu juga membuat mahasiswa mengalami kesulitan untuk menjalankan peran sosialnya dengan baik. Sementara itu, mahasiswa juga mengalami kesulitan untuk mengatasi masalah lainnya sehingga mahasiswa tidak terlepas dari kondisi stres.</p>
<p style="text-align:justify">Lalu menurut Atikah Pustikasari dan Lia Fitriyanti dalam Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13(1) &ldquo;Stress dan Zoom Fatigue pada Mahasiswa Selama Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19&rdquo; disampaikan bahwa kelelahan yang dialami individu dalam beraktivitas/bekerja dapat dilihat dari riwayat penyakit yang dideritanya. Dalam penelitian ini pula dijelaskan bahwa kondisi sakit tidak berpengaruh terhadap kejadian stres. Hasil penelitian lain menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara gejala gangguan <em>somatoform</em> dengan tingkat stres. Dilansir dari <em>Alodokter</em>, gangguan samatoform merupakan&nbsp; kelainan psikologis pada seseorang yang ditandai dengan sekumpulan keluhan fisik yang tidak menentu, namun tidak tampak saat pemeriksaan fisik. Meski demikian mahasiswa yang mengalami sakit berisiko stres, dapat menyebabkan perubahan fisiologis sebagai respons tubuh terhadap stresor atau respons stres.</p>
<p style="text-align:justify">Mengutip dari laman <em>fk.unair.ac.id</em>, Santi Yuliani selaku Konsultan Psikiater memberikan beberapa tips sederhana yang dapat diterapkan untuk menanggulangi <em>zoom fatigue</em>. Diantaranya yaitu memperhatikan proporsi, membatasi intensitas waktu dalam penggunaan layar gawai. Lalu menyiapkan ruang khusus dan <em>dress code</em> atau pakaian karena intensitas Zoom yang terlalu lama terkadang juga membuat kita kesulitan berkonsentrasi. Terakhir, membatasi informasi, bisa jadi kelelahan yang dialami bukan semata karena Zoom, tetapi juga karena aktivitas sehari-hari yang beralih ke daring. &ldquo;Kelelahan karena aktivitas daring juga berpengaruh langsung pada kesehatan mental kita. Agar kita tetap waras selama pandemi, sangat penting untuk membatasi informasi,&rdquo; tangkasnya.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari laman <em>lldikti8.ristekdikti.go.id</em>, terdapat lima cara guna mengurangi <em>zoom fatigue</em>, yaitu menghindari <em>multitasking</em>, bangun dan istirahat, mengurangi rangsangan pada layar, menyeimbangkan &nbsp;waktu melakukan konferensi video, dan menggunakan &nbsp;<em>speaker view</em>.</p>
<p><strong>Penulis: Zharifah Tafidah<br />
Editor: Ela Auliyana </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/fenomena-zoom-fatigue-berdampak-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/">Fenomena Zoom Fatigue Berdampak bagi Kesehatan Fisik dan Mental</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/fenomena-zoom-fatigue-berdampak-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghindari Penurunan Kualitas Pembelajaran, Kemendikbud Dorong PTM Terbatas</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/menghindari-penurunan-kualitas-pembelajaran-kemendikbud-dorong-ptm-terbatas/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/menghindari-penurunan-kualitas-pembelajaran-kemendikbud-dorong-ptm-terbatas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 23:45:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[kemendikbud-ristek]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran-jarak-jauh]]></category>
		<category><![CDATA[ppkm]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Kemendikbud mendorong PTM Terbatas di wilayah PPKM Level 1, 2 dan 3 untuk menghindari terjadinya learning loss (baca: kehilangan pembelajaran). Namun tidak semua</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/menghindari-penurunan-kualitas-pembelajaran-kemendikbud-dorong-ptm-terbatas/">Menghindari Penurunan Kualitas Pembelajaran, Kemendikbud Dorong PTM Terbatas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Kemendikbud mendorong PTM Terbatas di wilayah PPKM Level 1, 2 dan 3 untuk menghindari terjadinya learning loss (baca: kehilangan pembelajaran). Namun tidak semua sekolah dapat melaksanakannya karena Kemendikbud mengeluarkan beberapa persyaratan pelaksanaan .</em></p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari <em>kemendikbud.go.id</em>, perubahan pola belajar siswa dari tatap muka menjadi daring memunculkan kekhawatiran akan tertinggalnya dalam mengikuti materi pembelajaran. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyiapkan kurikulum yang direlaksasi sesuai kondisi darurat, namun banyak faktor lain yang memicu turunnya kualitas pembelajaran. Salah satu yang signifikan adalah fakta bahwa tidak semua sekolah atau orang tua mempunyai fasilitas yang memadai untuk mendukung siswa belajar dari rumah. Untuk itu, Kemendikbudristek mendorong sekolah untuk segera melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di wilayah yang masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 hingga 3.</p>
<p style="text-align:justify">Kendala pembelajaran daring yang disebutkan sebelumnya dialami oleh guru, siswa, dan juga orang tua siswa yang kami wawancarai. &ldquo;Pada saat belajar secara <em>online</em> terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti koneksi jaringan, kuota terbatas, dan sebagai guru pun tidak bisa mengawasi siswa secara langsung. Selain itu juga ada beberapa siswa yang sering terlambat mengirim tugas,&rdquo; tutur Eulis selaku guru dari SMAN 1 Subang. Hal serupa pun dirasakan oleh Siti Hatipah selaku orang tua murid dari SMAN 1 Subang. &ldquo;Selain kuota ada beberapa pelajaran yang kurang saya mengerti, sehingga sulit membimbing anak saat belajar di rumah. Lalu karena banyak pekerjaan di rumah, saya juga mejadi kurang bisa memperhatikan pelajaran yang diajarkan saat itu,&rdquo; keluhnya. Fiki selaku murid SMAN 2 Subang juga mengatakan selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), ia kesulitan dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan hal tersebut dilansir dari <em>pulapdik.kemendikbud.id</em>, ada tujuh syarat untuk melaksanakan PTM Terbatas ini. Pertama, mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keselamatan serta mengutamakan kesehatan guru, siswa, dan semua tenaga kependidikan serta keluarganya. Kedua, menyesuaikan risiko kesehatan dan keselamatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Ketiga, terdapat tujuh provinsi yang dilarang melakukan PTM Terbatas yakni provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Keempat, selain tujuh provinsi di atas dapat memberikan opsi PTM Terbatas sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Kelima, orang tua/wali pada wilayah selain tujuh provinsi tersebut yang dalam kondisi PPKM Darurat memiliki kewenangan penuh dalam memberikan izin kepada anaknya untuk memilih antara mengikuti PTM terbatas atau belajar dari rumah. Keenam, guru, siswa, orang tua dan tenaga kependidikan wajib menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Ketujuh, pendidik dan tenaga kependidikan wajib untuk segera melaksanakan vaksinasi.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari <em>jabarprov.go.id</em>, ketentuan terkait PTM mengacu pada status daerah PPKM yang dikeluarkan oleh peraturan pemerintah,&nbsp;terlebih jika sudah memasuki level 2 dan 1 atau berkategori hijau dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Di provinsi Jawa Barat terdapat empat wilayah yang sudah berada di Level 2 PPKM dalam kategori hijau yakni Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Majalengka, dan Subang. Pada empat wilayah tersebut sudah bisa dilakukan uji coba pelaksanaan PTM dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.</p>
<p style="text-align:justify">Dilaksanakannya PTM terbatas ini menuai berbagai tanggapan. Eulis berpendapat bahwa PTM terbatas ini menjadi kabar yang bahagia karena pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih efektif, berinteraksi secara langsung dengan murid, serta memperhatikan kemampuan dan sikap siswa, sehingga lebih terpantau. &ldquo;Saya berharap semoga pandemi Covid-19 ini segera usai dan situasi kembali normal, sehingga waktu pembelajaran tidak berkurang dan siswa bisa lebih teramati terutama dalam pelajaran Biologi agar dapat praktikum langsung di laboratorium,&rdquo; tutur Eulis.</p>
<p style="text-align:justify">Sedangkan menurut Siti Hatipah selaku orang tua siswa berpendapat bahwa PTM Terbatas ini cukup bagus karena kendala anaknya menjadi berkurang dan mudah memahami pelajaran yang ada di sekolah. &ldquo;Saya harap semoga bisa sekolah <em>offline</em> selamanya dan situasi kembali normal,&rdquo; harapnya. Kemudian, Fiki selaku siswa SMAN 2 Subang berpendapat bahwa dengan PTM terbatas ini, banyak siswa yang mengerti dengan pelajaran yang ada. &ldquo;Saya harap ke depannya sekolah dilakukan secara <em>offline</em> tanpa adanya pembatasan waktu,&rdquo; tutupnya.</p>
<p><strong>Penulis : Siti Nina Ismayanti<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/menghindari-penurunan-kualitas-pembelajaran-kemendikbud-dorong-ptm-terbatas/">Menghindari Penurunan Kualitas Pembelajaran, Kemendikbud Dorong PTM Terbatas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/menghindari-penurunan-kualitas-pembelajaran-kemendikbud-dorong-ptm-terbatas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sivenesia, Ventilator Pintar Buatan dalam Negeri</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/sivenesia-ventilator-pintar-buatan-dalam-negeri/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/sivenesia-ventilator-pintar-buatan-dalam-negeri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2021 03:27:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[dalam-negeri]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Ventilator pintar garapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah ventilator yang menggunakan dua mode operasi utama dalam satu perangkat. Ventilator buatan dalam</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/sivenesia-ventilator-pintar-buatan-dalam-negeri/">Sivenesia, Ventilator Pintar Buatan dalam Negeri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Ventilator pintar garapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) adalah ventilator yang menggunakan dua mode operasi utama dalam satu perangkat. Ventilator buatan dalam negeri ini juga memiliki beberapa kelebihan lainnya.</em></p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari laman <em>lipi.go.id</em>, Ventilator yang bernama Smart Innovation Ventilator Indonesia (Sivenesia) dikembangkan oleh Eko Joni Pristianto beserta tim peneliti dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi (P2ET) di bawah Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI sejak awal tahun 2020. Ventilator tersebut memiliki dua mode operasi utama dalam satu perangkat yang disebut dengan mode C-BiPAP. Mode pertama <em>yaitu Continuous Positive Airway Pressure</em> (CPAP), sedangkan mode kedua adalah <em>Bi-level Positive Airway Pressure</em> (BiPAP).</p>
<p style="text-align:justify">Eko menjelaskan bahwa saat mode CPAP digunakan maka alat bantu pernapasan akan menghasilkan satu tekanan udara positif yang konstan dan diberikan secara terus menerus kepada pasien dengan tujuan saluran pernapasannya tetap terbuka. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan kelelahan pada pasien karena pasien akan menggunakan lebih banyak tenaga saat proses menghembuskan napas.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa ketika mode BiPAP digunakan maka alat bantu pernapasan akan memberikan tekanan udara yang berbeda saat menghirup napas (inspirasi) dan saat menghembuskan napas (ekspirasi). Dengan begitu, pasien akan tetap merasa nyaman saat bernapas menggunakan ventilator. &ldquo;Ventilator ini berfungsi sebagai alat bantu pernapasan, sehingga penggunaannya harus dengan saran, petunjuk, dan dalam pantauan dokter,&rdquo; jelas Eko yang dikutip dari laman <em>lipi.go.id.</em></p>
<p style="text-align:justify">Mengutip dari kanal Youtube Eko juga, Sivenesia merupakan jenis ventilator tanpa pembedahan (non-invasif) yang berdimensi cukup kecil dibanding alat bantu pernapasan lainnya. Sivenesia memiliki dimensi panjang 46 cm, lebar 32 cm, dan tinggi 28,2 cm dengan bobot sebesar 11,6 kg. Ukuran tersebut menjadikan ventilator ini portabel sehingga mudah dibawa ke mana-mana.</p>
<p style="text-align:justify">Menurut Eko, ventilator dengan mode C-BiPAP biasa disarankan oleh dokter untuk pasien penderita gangguan tidur serius atau <em>sleep apnea</em>, yaitu gejala dimana sistem pernapasan pasien akan berhenti beberapa saat ketika sedang tertidur. Lanjutnya bahwa &nbsp;ventilator dengan mode ini merupakan mode pada ventilator yang bekerja berdasarkan tekanan (<em>pressure based</em>), sehingga dapat membantu pernapasan dengan mencegah gejala jalur pernapasan tersumbat pada pasien Covid-19.</p>
<p style="text-align:justify">Dalam web <em>lipi.go.id</em>, Eko menuturkan bahwa alat ini sudah melalui uji fungsi di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selanjutnya, alat ini sedang menunggu uji klinis yang akan dilakukan setelah melewati uji teknis skala laboratorium dan uji fungsi. &ldquo;Uji fungsi ini meliputi serangkaian pengujian seperti kinerja sistem, ketahanan sistem, dan keamanan kelistrikan selama 21 hari tanpa berhenti. Uji fungsi ini juga sudah lulus sertifikasi dan mendapatkan sertifikat dengan nomor YK.01.03/XLVIII.2/PK/2021,&rdquo; tutup Eko.</p>
<p><strong>Penulis: Luqman Aradhana<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/sivenesia-ventilator-pintar-buatan-dalam-negeri/">Sivenesia, Ventilator Pintar Buatan dalam Negeri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/sivenesia-ventilator-pintar-buatan-dalam-negeri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Persiapan PKKMB Online Politeknik STMI Jakarta Tahun 2021</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/persiapan-pkkmb-online-politeknik-stmi-jakarta-tahun-2021/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/persiapan-pkkmb-online-politeknik-stmi-jakarta-tahun-2021/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2021 11:29:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[ppkm]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[teknik-industri-otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[teknik-kimia-polimer]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun ini, PKKMB yang dijalankan oleh panitia mahasiswa dan panitia kampus akan dilaksanakan secara daring mulai Senin (6/8) depan. Dalam persiapannya terdapat beberapa kendala</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/persiapan-pkkmb-online-politeknik-stmi-jakarta-tahun-2021/">Persiapan PKKMB Online Politeknik STMI Jakarta Tahun 2021</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Tahun ini, PKKMB yang dijalankan oleh panitia mahasiswa dan panitia kampus akan dilaksanakan secara daring mulai Senin (6/8) depan. Dalam persiapannya terdapat beberapa kendala yang dialami panitia, salah satunya dalam berkoordinasi di masa pandemi ini.</em></p>
<p style="text-align:justify">Tahun ini adalah kali kedua Politeknik STMI Jakarta melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) secara <em>online</em>. Aditya Dwi Prayoga selaku Ketua Pelaksana PKKMB 2021 menjelaskan bahwa progres acara PKKMB 2021 ini sudah hampir rampung dan siap untuk dijalankan. &ldquo;Persiapan sudah&nbsp; mencapai sembilan puluh persen dan <em>rundown</em> pun sudah dikonsultasikan serta disetujui oleh pihak kampus, sehingga sudah siap untuk dilaksanakan,&rdquo; jelasnya dalam wawancara dengan LPM Industria pada Rabu lalu (1/9).</p>
<p style="text-align:justify">Terdapat beberapa hal yang masih harus dipersiapkan oleh panitia PKKMB yaitu dari bagian publikasi. &ldquo;Susunan acara sudah selesai, hanya saja bagian publikasi untuk penyebaran informasi mengenai PKKMB masih belum banyak yang disebarkan di sosial media,&rdquo; ungkap Aditya.</p>
<p style="text-align:justify">Sejalan dangan hal tersebut Febyan Dimas Pramanta yang merupakan salah seorang perwakilan dari panitia kampus pun menjelaskan hal yang sama. &ldquo;Persiapan sudah mencapai 70-85 persen dan kemungkinan nanti malam (2/9) akan dilakukan koordinasi finalisasinya dengan panitia mahasiswa,&rdquo; tuturnya. Febyan pun menambahkan untuk tahun ini dan seterusnya pihak kampus akan berkolaborasi langsung dengan mahasiswa untuk menjalankan program PKKMB ini. &ldquo;Sesuai dengan peraturan Kemendikbud bahwa PKKMB itu harus terintegrasi atau berkolaborasi antara seluruh elemen kampus baik dari dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa. Mulai tahun 2019, kita sudah aktif berkolaborasi,&rdquo; tegasnya.</p>
<p style="text-align:justify">PKKMB 2021 akan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2021 &#8211; 9 September 2021 dengan durasi acaranya kurang lebih 9-10 jam, mulai dari pukul 7.00 WIB &ndash; 17.00 WIB setiap harinya. Aditya pun memberitahu bahwa tema yang diusung pada PKKMB tahun ini adalah &ldquo;Making Revolution 4.0 Through Competence and Creativity&rdquo;.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan keputusan kampus, PKKMB diadakan secara daring dengan pertimbangan tingkat penularan Covid-19 di Jakarta yang saat ini masih sangat tinggi. &ldquo;Kalau berdasarkan edaran Kemendikbud itu tergantung dengan zona wilayahnya masing-masing, Jakarta kan masih kuning atau rentan ya. Walaupun sudah turun satu ya, kita juga tidak bisa ambil risiko dengan 300 orang datang ke STMI, mungkin ada yang belum divaksin, dan lain sebagainya,&rdquo; jelas Febyan dalam wawancaranya dengan LPM Industria pada Kamis (2/9 2021).</p>
<p style="text-align:justify">Febyan dan Aditya pun menambahkan bahwa ada sekitar 320-330 mahasiswa baru yang akan mengikuti PKKMB 2021. Mahasiswa tersebut terdiri dari lima jurusan yaitu Sistem Informasi Industri Otomotif (SIIO), Teknik Industri Otomotif (TIO), Teknik Kimia Polimer (TKP), Administrasi Bisnis Otomotif (ABO), dan Teknik Rekayasa Otomotif (TRO) dengan masing-masing dua kelas. &ldquo;Terkait jumlah pastinya, masih menunggu hasil rekap pendaftaran ulang hingga tanggal 31 Agustus 2021 serta harus memvalidasi terlebih dahulu dan menunggu data dari Bank. Jadi kemungkinan terdapat 320-330 mahasiswa baru,&rdquo; jelas Febyan.</p>
<p style="text-align:justify">Dalam persiapan ini, Aditya menyebutkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dialami panitia, yaitu dalam berkoordinasi. Pada awal persiapan terjadi kebimbangan dari pihak kampus terkait pelaksanaan PKKMB secara <em>online </em>atau <em>offline</em>. &ldquo;Setelah dikabarkan akan <em>online</em>, panitia mulai membuat persiapan dengan waktu kurang lebih satu bulan,&rdquo; kata Aditya.</p>
<p style="text-align:justify">Hal tersebut sejalan dengan yang dipaparkan Febyan bahwa terdapat masalah dalam koordinasi. Melihat adanya kendala tersebut, pihak kampus memberikan solusi dengan menyediakan lisensi Zoom agar panitia bisa rapat dengan maksimal tanpa terpengaruh batas waktu dari platform tersebut. &ldquo;Karena PKKMB bukan hanya kepentingan bersama, kita memberi dukungan agar mahasiswa Politeknik STMI Jakarta akan menjadi penerus yang lebih baik,&rdquo; tambahnya.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu, Aditya mengungkapkan bahwa dirinya cukup terbantu karena panitia PKKMB tahun ini cukup bisa dipercaya dan diandalkan. &ldquo;Beruntungnya, para panitia PKKMB sudah andal di bidangnya, sehingga pemilihan penanggung jawab dapat berjalan dengan lancar,&rdquo; jelasnya saat ditanya terkait kendala yang dialami oleh panitia PKKMB 2021.</p>
<p style="text-align:justify">Di akhir wawancara, Aditya menyampaikan harapannya untuk acara PKKMB 2021 ini. &ldquo;Semoga dapat menciptakan pandangan yang baik kepada mahasiswa baru dan membuat mereka bangga terhadap kampusnya,&rdquo; ujarnya. Selain itu, ia juga berharap agar mahasiswa dapat memahami materi yang diberikan ketika PKKMB nanti yaitu terkait peran Industri 4.0 di dunia pendidikan dan kampus vokasi ini.</p>
<p style="text-align:justify">Selanjutnya, Febyan pun juga turut menyampaikan harapan. &ldquo;Harapan saya, mahasiswa baru yang sudah melalui tes baik dari jalur prestasi, bersama, dan mandiri bisa beradaptasi dengan kehidupan kampus,&rdquo; tuturnya. Lalu, beliau pun berharap agar mahasiswa baru Politeknik STMI Jakarta Angkatan 2021 ini&nbsp; kedepannya bisa menjadi generasi penerus mahasiswa saat ini dan bisa mengisi posisi-posisi yang ada di kampus, agar Politeknik STMI Jakarta dapat terus maju dengan adanya regenerasi dari mahasiswa yang sudah menjadi pilihan terbaik yang dipilih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis: Kevin Kahlil Akbar<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/persiapan-pkkmb-online-politeknik-stmi-jakarta-tahun-2021/">Persiapan PKKMB Online Politeknik STMI Jakarta Tahun 2021</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/persiapan-pkkmb-online-politeknik-stmi-jakarta-tahun-2021/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena Middle-Income Trap Yang Terjadi di Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/fenomena-middleincome-trap-yang-terjadi-di-indonesia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/fenomena-middleincome-trap-yang-terjadi-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2021 18:38:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[middle-income-trap]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Belum lama Republik Indonesia menyandang status negara berpenghasilan menengah ke atas, Bank Dunia kembalikan status menengah ke bawah pada pertengahan tahun 2020. Hal</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/fenomena-middleincome-trap-yang-terjadi-di-indonesia/">Fenomena Middle-Income Trap Yang Terjadi di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Belum lama Republik Indonesia menyandang status negara berpenghasilan menengah ke atas, Bank Dunia kembalikan status menengah ke bawah pada pertengahan tahun 2020. Hal ini dikarenakan pendapatan nasional brutonya yang mengalami penurunan pada 1 Juli lalu.</em></p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan data dari Bank Dunia (World Bank) pada lamannya, pendapatan bruto atau <em>Gross National Income</em> (GNI) per kapita Republik Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan sejak terdampak krisis ekonomi sejak tahun 1990-an. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang baik, Bank Dunia menetapkan kelas Indonesia sebagai negara berpenghasilan menengah ke bawah atau <em>lower middle-income country </em>selama tiga belas tahun terakhir sampai tahun 2018.</p>
<p style="text-align:justify">Lalu pada tahun 2019, GNI per kapita Indonesia mengalami kenaikan menjadi USD4.050 dari tahun sebelumnya USD3.840. Maka berdasarkan kualifikasi Bank Dunia, Republik Indonesia mendapat kenaikan kelas menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas atau <em>upper middle-income country</em> (GNI per kapita USD4.046 &#8211; USD12.525) pada pertengahan tahun 2020. Namun, hal tersebut tidak bertahan lama sebab Indonesia harus kembali menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah. Hal ini dikarenakan pada tahun 2020 GNI per kapita Indonesia hanya menghasilkan USD3.870 akibat dampak pandemi Covid-19.</p>
<p style="text-align:justify">Keberhentian pertumbuhan ekonomi menjadi penyebab Indonesia masuk ke dalam <em>Middle Income Trap </em>(MIT) yang berarti jebakan pendapatan menengah. Pada laporan yang berjudul &ldquo;An East Asian Renaissance: Ideas for Economic Growth&rdquo; pada tahun 2007 dijelaskan bahwa pada laporan tersebut Bank Dunia sudah memperkenalkan istilah tersebut, sehingga ini bukanlah pembahasan yang baru lagi.</p>
<p style="text-align:justify">Merujuk pada jurnal berjudul &ldquo;Eksistensi dan Determinan Middle Income Trap di Indonesia&rdquo;, MIT didefinisikan sebagai kondisi dimana negara-negara berpenghasilan menengah tidak mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil untuk mencapai kelompok pendapatan yang baru sebagai negara berpenghasilan tinggi, sehingga terjebak dalam kelompok <em>middle-income</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Mengutip dari jurnal yang sama, kondisi tersebut diperoleh dari pertumbuhan ekonomi yang tidak berarti dalam waktu yang lama. Sejak tahun 2010, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak ada kenaikan ataupun penurunan yang signifikan. Hal ini dikarenakan proses akumulasi, pembangunan sarana, serta alokasi sumber daya ekonomi yang masih jauh dari kata optimal. Dengan demikian, hal itu dapat menyebabkan pertumbuhan yang konstan bahkan menurun dan mengindikasikan bahwa Indonesia mengalami perlambatan pertumbuhan dan akhirnya terjebak dalam <em>middle income trap</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Sektor lainnya yang memengaruhi juga adalah <em>share </em>(baca: pembagian) Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang fluktuatif, perkembangan pertanian, kondisi pertumbuhan industri manufaktur, kualitas jasa, dan pendidikan yang menjadi bagian penting untuk menentukan arah kebijakan perekonomian Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify">Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia, di dalam webinar yang bertajuk &ldquo;50 Tahun Nalar Ajar Terusan Budi: CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045&rdquo; menjelaskan sudah mempelajari dan mengetahui penyebab suatu negara berhenti di level <em>middle income country</em>. Salah satu yang penting diperhatikan adalah kualitas sumber daya manusia.</p>
<p style="text-align:justify">&ldquo;Negara yang mampu terus menginvestasikan dan terus meningkatkan kualitas SDM akan identik dengan negara yang terus meningkatkan produktivitas, serta inovasi adalah kunci untuk naik menjadi <em>high income country</em><em>,</em>&rdquo; ucapnya. Ia melanjutkan bahwa hal yang paling penting adalah tidak banyak negara yang bisa menyelesaikan tantangan SDM ini, meski mereka <em>recognise </em>(baca:&nbsp; mengakui) SDM itu penting.</p>
<p style="text-align:justify">Menurut menteri yang pernah mendapat penghargaan menteri terbaik di dunia pada tahun 2018 ini, ada tiga area penting yang bisa meningkatkan kualitas SDM Indonesia, yaitu pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial. Hal tersebut dinyatakan dalam alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN). Ia menjelaskan bahwa anggaran untuk pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, sehingga jumlah pendanaan untuk pendidikan mencapai 500 triliun sedangkan untuk kesehatan sebanyak 300 triliun.</p>
<p style="text-align:justify">&ldquo;500 triliun itu terbagi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian Kementerian Agama, kan sebagian pendidikan kita ada di bawah kementerian agama, kemudian lembaga-lembaga penelitian dan sebagian besar didelegasikan ke pemerintah daerah dalam bentuk biaya operasi sekolah dan gaji guru,&rdquo; jelasnya pada webinar yang diadakan oleh CSIS Indonesia.</p>
<p><strong>Penulis: Luqman Aradhana<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/fenomena-middleincome-trap-yang-terjadi-di-indonesia/">Fenomena Middle-Income Trap Yang Terjadi di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/fenomena-middleincome-trap-yang-terjadi-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Penyebab Panic Buying di Kala Pandemi</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mengungkap-penyebab-panic-buying-di-kala-pandemi/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mengungkap-penyebab-panic-buying-di-kala-pandemi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 13:31:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Kondisi yang tidak stabil seperti saat ini dapat menimbulkan kepanikan pada masyarakat. Banyak hal yang dilakukan agar mereka merasa aman di masa krisis,</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mengungkap-penyebab-panic-buying-di-kala-pandemi/">Mengungkap Penyebab Panic Buying di Kala Pandemi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Kondisi yang tidak stabil seperti saat ini dapat menimbulkan kepanikan pada masyarakat. Banyak hal yang dilakukan agar mereka merasa aman di masa krisis, salah satunya dengan membeli banyak barang yang mengakibatkan panic buying.</em></p>
<p style="text-align:justify">Hingga saat ini, kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat. Hal tersebut menyebabkan rasa khawatir dan panik berlebihan, sehingga akhirnya masyarakat mengalami <em>panic buying</em>. Menurut Ikhsan Bella Persada sebagai seorang psikolog dari <em>KlikDokter</em>, <em>panic buying </em>adalah kondisi yang sangat berhubungan dengan situasi tak terduga, seperti pandemi Covid-19. <em>Panic buying </em>biasanya terjadi ketika seseorang mengalami rasa kecemasan berlebih, ini dilakukan demi bisa membuat dirinya merasa aman.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu, pada laman Forbes juga dijelaskan bahwa setelah diamati berulang kali selama terjadinya banyak krisis, <em>panic buying </em>lebih sering terjadi di negara maju atau industri di mana orang berharap mereka dapat mengakses makanan dan barang-barang penting lainnya dengan mudah. Sebelum pandemi Covid-19, kasus <em>panic buying</em> juga terjadi selama pandemi SARS 2003 di China dan Hong Kong yang menyebabkan kekurangan garam, beras, cuka, minyak sayur, masker, dan obat-obatan untuk waktu yang singkat.</p>
<p style="text-align:justify">Saat ini, di Indonesia juga telah banyak terjadi kasus <em>panic buying</em> yang memicu kelangkaan persediaan produk medis, mulai dari masker, <em>hand sanitizer</em>, obat-obatan, multi-vitamin, hingga oksigen. Seperti yang dikutip pada laman <em>Antaranews.com</em>, orang-orang membeli berbagai barang dalam jumlah yang banyak, salah satunya keperluan medis, seperti masker, obat-obatan khusus Covid-19, <em>oximeter</em>, dan tabung oksigen, serta makanan dan minuman tertentu. Adapun barang lainnya yang mengalami hal serupa adalah makanan dan minuman. Contoh nyatanya adalah produk susu steril bergambar beruang yang banyak dibeli orang-orang sampai beberapa tempat perbelanjaan yang mengalami kehabisan stok dan harganya melambung tinggi.</p>
<p style="text-align:justify">Fenomena <em>panic buying</em> ini biasanya dipengaruhi oleh kondisi mental atau emosional seseorang. Dilansir dari laman web <em>Antaranews.com</em>, Mega Tala Harimukhti menjelaskan bahwa seseorang yang terbiasa mengambil keputusan secara emosional, otak emosionalnya bekerja dengan sangat cepat. Hal ini membuatnya tidak memiliki pertimbangan yang matang dan sangat impulsif. &ldquo;Ketika melihat orang lain melalui foto dan video yang sedang berbelanja barang tertentu yang jumlahnya banyak maka ia akan panik,&rdquo; ungkap Tala yaitu seorang psikolog klinis dewasa dari Universitas Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify">Dijelaskan dalam laman web <em>Antaranews</em>, sisi buruk <em>panic buying</em> yaitu dapat menular ke orang lain. Saat seseorang dalam kondisi yang sangat takut dan melihat orang, baik secara langsung ataupun melalui media foto dan video melakukan hal tertentu, dia bisa sangat emosional memersepsikan hal tersebut yang kemudian ikut merasa takut. Hal ini Dikarenakan otaknya lebih mengutamakan sisi emosional dibandingkan logis, akhirnya dia membeli banyak barang yang belum tentu bukan kebutuhan utamanya.</p>
<p style="text-align:justify">Padahal, memborong barang belum tentu membuat seseorang merasa lebih baik. Tindakan ini justru bisa menyebabkan kelangkaan produk yang semestinya tidak perlu terjadi atau harganya akan melambung tinggi dari biasanya. &ldquo;Di satu sisi memang bagus untuk tindakan pencegahan. Namun, di sisi lain akan menjadi hal yang tidak baik lantaran menyebabkan barang menjadi langka dan kenaikan harga yang sangat tinggi,&rdquo; lanjut Tala pada laman web <em>Antaranews</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Perilaku <em>panic buying</em> ini dapat dihindari dengan berpikir positif serta menjaga kesehatan mental. Dilansir dari laman <em>Antaranews</em>, Tala menyarankan agar orang yang mudah cemas melakukan diet media sosial untuk menjaga kesehatan mental sekaligus fisiknya. Saat seseorang terbiasa cemas dan panik, ini bisa mengganggu fisiknya, mulai dari kualitas tidur terganggu, pikiran jadi lebih rumit, interaksi dengan orang lain menjadi lebih buruk, hingga suasana hati memburuk. &quot;Coba diet media sosial karena pengaruhnya besar sekali. Apalagi sekarang tidak hanya media sosial, kita melihat televisi saja isinya berita hal sama,&quot; tutup Tala.</p>
<p><strong>Penulis: Aldi Ihza Maula<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mengungkap-penyebab-panic-buying-di-kala-pandemi/">Mengungkap Penyebab Panic Buying di Kala Pandemi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mengungkap-penyebab-panic-buying-di-kala-pandemi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Terapung yang Dialihfungsikan Menjadi Penyedia Oksigen</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/kri-dr-soeharso990-rumah-sakit-terapung-yang-dialihfungsikan-menjadi-penyedia-oksigen/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/kri-dr-soeharso990-rumah-sakit-terapung-yang-dialihfungsikan-menjadi-penyedia-oksigen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 23:17:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kekurangan-oksigen]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Berbagai pihak&#160; memberikan solusi terhadap&#160; permasalahan krisis oksigen selama pandemi Covid-19. Salah satunya TNI AL yang memanfaatkan KRI dr. Soeharso-990 untuk membantu menyuplai</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/kri-dr-soeharso990-rumah-sakit-terapung-yang-dialihfungsikan-menjadi-penyedia-oksigen/">KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Terapung yang Dialihfungsikan Menjadi Penyedia Oksigen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Berbagai pihak&nbsp; memberikan solusi terhadap&nbsp; permasalahan krisis oksigen selama pandemi Covid-19. Salah satunya TNI AL yang memanfaatkan KRI dr. Soeharso-990 untuk membantu menyuplai oksigen secara gratis ke berbagai wilayah, khususnya Jawa Tengah.</em></p>
<p style="text-align:justify">Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dokter (dr.) Soeharso-990 adalah rumah sakit terapung milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL). Dilansir dari laman <em>koarmada2.tnial.mil.id</em>, KRI dr. Soeharso dimanfaatkan untuk membantu dalam menyuplai oksigen ke berbagai daerah yang mengalami krisis oksigen, khususnya di daerah Jawa Tengah. Dalam situs <em>jatengprov.go.id</em>, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan hal yang sama. &ldquo;Kapal ini sedang tidak menjalankan tugas maka dimanfaatkan untuk kebutuhan sosial dan masyarakat seperti menyalurkan oksigen kepada masyarakat yang membutuhkan,&rdquo; ujarnya. &nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Terlihat dari pers rilis di halaman <em>koarmada2.tnial.mil.id</em>, KRI dr. Soeharso bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas sejak Rabu (28/7) lalu. Kapal secara rutin melaksanakan bantuan suplai oksigen kepada rumah sakit di wilayah Semarang Raya, Jawa Tengah.&nbsp; Komandan Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Oksigen TNI AL Koarmada II Kolonel Laut (P) Agus Hariyanto&nbsp; mengatakan bahwa terdapat dua kapal perang rumah sakit yang bisa memproduksi oksigen yakni KRI dr. Soeharso-990 yang tersedia di Semarang dan KRI Semarang-594 yang bersandar di Surabaya untuk membantu pemenuhan oksigen di daerah Jawa Timur dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify">KRI dr. Soeharso dilengkapi dengan fasilitas oksigen generator, sehingga dapat memproduksi oksigen secara mandiri selama 24 jam. Dikutip pada halaman <em>jatengprov.go.id</em>, kapal itu bisa memproduksi oksigen dengan kapasitas sekitar 150.000 liter per hari atau setara dengan 20-25 tabung kapasitas 6.000 liter. Dilansir pada halaman <em>koarmada2.tnial.mil.id</em>, Agus menjelaskan &ldquo;Kapal ini akan tersedia sampai terpenuhinya kebutuhan oksigen di Jateng, membantu masyarakat dan khususnya bagi rumah &nbsp;sakit. Tanpa batas waktu.&rdquo; Lebih lanjut, Agus menambahkan jika sampai hari Minggu (8/8) ini tercatat 987 m<sup>3</sup> oksigen sudah diberikan kepada sejumlah rumah sakit dan Dinas kesehatan (Dinkes) Semarang. Sedangkan untuk posko bantuan di kawasan pertokoan Jalajaya Surabaya, jumlah tabung yang terisi ulang sudah sekitar 450-an tabung.</p>
<p style="text-align:justify">Untuk mendapatkan oksigen gratis dari KRI dr. Soeharso masyarakat umum bisa langsung datang ke posko yang sudah disiapkan di kawasan pertokoan Jalajaya Surabaya. Selain itu, Agus menegaskan bahwa masyarakat yang membutuhkan suplai oksigen dengan segera dapat mendatangi posko setiap saat karena Satgas bekerja selama 24 jam setiap hari dan akan dilayani oleh petugas jaga. &ldquo;Waktu kedatangan masyarakat yang meminta bantuan isi ulang oksigen beragam, meski rata-rata pada pagi dan siang hari tapi ada pula yang datang pada dini hari. Inilah yang kita antisipasi dengan menyiagakan petugas posko selama 24 jam,&rdquo; pungkasnya.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu untuk penyaluran oksigen ke rumah sakit, KRI dr. Soeharso sudah mensuplai hampir satu juta liter oksigen untuk kebutuhan rumah sakit di Semarang Raya. Penyaluran ini langsung dilakukan oleh prajurit KRI dr. Soeharso-990 dengan personel Babinpotmar Lanal Semarang jajaran Lantamal V, yang notabene termasuk wilayah kerja Koarmada II juga dukungan dari pihak Pelabuhan Tanjung Emas sendiri. Agus menuturkan bahwa dengan jumlah yang banyak tersebut, dikarenakan besarnya kapasitas tabung oksigen yang dimiliki rumah sakit untuk diisi ulang oleh KRI dr. Soeharso-990, yakni 6.000 liter per tabung. &ldquo;Banyaknya jumlah oksigen ini dikarenakan rumah sakit membutuhkan kapasitas oksigen yang besar untuk menangani pasien mereka yang banyak juga, sehingga hal ini dapat dimengerti. Kita harapkan hal ini bisa cepat membantu kesembuhan masyarakat Semarang yang terpapar Covid-19,&quot; terang Agus.</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis: Mutiah Kusuma Sari<br />
Editor:&nbsp;Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/kri-dr-soeharso990-rumah-sakit-terapung-yang-dialihfungsikan-menjadi-penyedia-oksigen/">KRI dr. Soeharso-990, Rumah Sakit Terapung yang Dialihfungsikan Menjadi Penyedia Oksigen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/kri-dr-soeharso990-rumah-sakit-terapung-yang-dialihfungsikan-menjadi-penyedia-oksigen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyoroti Kekerasan Saat PPKM, Kemenpppa Tegakan Aturan Tanpa Kekerasan</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/menyoroti-kekerasan-saat-ppkm-kemenpppa-tegakan-aturan-tanpa-kekerasan/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/menyoroti-kekerasan-saat-ppkm-kemenpppa-tegakan-aturan-tanpa-kekerasan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2021 14:37:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;PPKM dilakukan guna menekan laju penularan Covid-19. Namun selama penerapan PPKM ini berlangsung, terjadi insiden kekerasan yang dilakukan oleh aparat dalam menegakkan aturan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/menyoroti-kekerasan-saat-ppkm-kemenpppa-tegakan-aturan-tanpa-kekerasan/">Menyoroti Kekerasan Saat PPKM, Kemenpppa Tegakan Aturan Tanpa Kekerasan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>PPKM dilakukan guna menekan laju penularan Covid-19. Namun selama penerapan PPKM ini berlangsung, terjadi insiden kekerasan yang dilakukan oleh aparat dalam menegakkan aturan PPKM.</em></p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan Siaran Pers Kementerian Koordinator bidang Perekonomian pada tanggal 21 Juli 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini disesuaikan dengan level asesmen masing-masing kabupaten/kota. Penentuan level tersebut didasarkan pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu ukuran laju transmisi virus dibandingkan dengan kapasitas respons <em>Testing, Tracing, </em>dan<em> Treatment </em>(3T). Selain itu digunakan juga indikator kasus konfirmasi harian, &nbsp;tingkat <em>Bed Occupancy Rate</em> (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur, dan pencapaian vaksinasi.</p>
<p style="text-align:justify">Dalam siaran pers tersebut, terdapat beberapa aturan pada PPKM kali ini dimana pasar tradisional selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan buka sampai pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50% dan mengikuti protokol kesehatan ketat. Namun saat ini, pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari tetap diizinkan buka hingga pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50%, sedangkan untuk yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan sampai pukul 21.00 dengan kapasitas maksimal 50%. Adapun untuk UMKM diizinkan buka sampai pukul 21.00 dengan protokol kesehatan ketat namun untuk usaha warung makan diberikan maksimum waktu makan setiap pengunjung adalah 30 menit.</p>
<p style="text-align:justify">Namun selama kebijakan PPKM ini dilaksanakan, banyak sekali kekerasan yang dilakukan aparat dalam menegakkan aturan PPKM. Dituliskan pada laman <em>imparsial.org</em>, berdasarkan pemantauan media telah terjadi setidaknya 50 kasus penggunaan kekerasan atau tindakan koersif lainnya selama masa penegakan PPKM Darurat. Berikut beberapa kekerasan yang dilakukan terlihat pada sosial media Facebook, Nurhalim membagikan video rekaman CCTV pemukulan pemilik kafe dan istrinya yang kemudian dibagikan ke laman Facebook Ivan Van Houten dan hingga saat ini sudah 5000 kali dibagikan. Kejadian lainnya pun turut disampaikan pada laman resmi Imparsial, yaitu aksi penyemprotan warung menggunakan mobil pemadam kebakaran di Semarang, penyitaan barang-barang milik pedagang, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify">Oleh sebab itu, dalam siaran pers Kementerian Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengeluarkan siaran pers mengenai penegakan aturan tanpa kekerasan. Jika arogansi aparat terus berlanjut dikhawatirkan akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dikarenakan PPKM membuat masyarakat merasa tidak aman akibat oknum aparat yang arogan.</p>
<p style="text-align:justify">Ratna Susianawati selaku Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Kemenpppa dalam siaran pers KPPPA (16/07) merasa prihatin atas tindakan arogansi aparat di beberapa tempat, sehingga mengajak masyarakat dan aparat pemerintah untuk bersama-sama menciptakan kondisi masyarakat yang anti kekerasan. &ldquo;Mari kita sebagai masyarakat membantu pemerintah dengan cara patuh pada aturan. Untuk tim gabungan termasuk Satpol PP, kami mohon agar dapat mengedepankan dialog, edukasi, dan mencegah terjadinya aksi kekerasan karena kekerasan bukan jalan keluar saat penindakan PPKM Darurat. Kami berharap masalah di Gowa dapat diselesaikan dengan baik,&quot; tegas Ratna.</p>
<p><strong>Penulis: Rinaldi Oktarinanda<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/menyoroti-kekerasan-saat-ppkm-kemenpppa-tegakan-aturan-tanpa-kekerasan/">Menyoroti Kekerasan Saat PPKM, Kemenpppa Tegakan Aturan Tanpa Kekerasan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/menyoroti-kekerasan-saat-ppkm-kemenpppa-tegakan-aturan-tanpa-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
