<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>stmi Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/stmi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/stmi/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2026 16:16:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>stmi Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/stmi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Sampah Menjadi BBM melalui Pirolisis sebagai Solusi Pengolahan Sampah Plastik</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dari-sampah-menjadi-bbm-melalui-pirolisis-sebagai-solusi-pengolahan-sampah-plastik/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dari-sampah-menjadi-bbm-melalui-pirolisis-sebagai-solusi-pengolahan-sampah-plastik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2026 16:16:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pirolisis]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2178</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Pirolisis menjadi teknologi yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar terdengar seperti solusi ajaib. Namun, benarkah prosesnya sesederhana itu? Apakah kalian tahu kalau</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dari-sampah-menjadi-bbm-melalui-pirolisis-sebagai-solusi-pengolahan-sampah-plastik/">Dari Sampah Menjadi BBM melalui Pirolisis sebagai Solusi Pengolahan Sampah Plastik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em>Pirolisis menjadi teknologi yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar terdengar seperti solusi ajaib. Namun, benarkah prosesnya sesederhana itu?</em></em></em></p>



<p>Apakah kalian tahu kalau kita bisa membuat BBM dari limbah plastik dengan metode pirolisis? Menurut Andi Rusnaenah, pakar teknik kimia dan polimer, pirolisis adalah proses &#8220;memotong&#8221; rantai panjang polimer plastik menggunakan panas tinggi sekitar 400-600°C tanpa oksigen. Plastik dipilah dan dicacah, lalu dipanaskan di dalam reaktor hingga terurai menjadi uap hidrokarbon, yang kemudian dikondensasi menjadi minyak pirolisis. Namun, tidak semua plastik &#8220;ramah&#8221; diolah. PVC misalnya, dapat melepaskan gas klorin berbahaya saat dipanaskan.</p>



<p>Data indikatif Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025 mencatat timbulan sampah nasional mencapai 29,2 juta ton per tahun, dan 67,1%&nbsp; diantaranya belum terkelola dengan baik. Menurut Andi, pirolisis paling relevan digunakan untuk plastik campuran atau kotor yang sulit didaur ulang secara mekanis, bukan pengganti daur ulang. Ia mengutip sejumlah studi yang menunjukkan bahwa daur ulang mekanis tetap lebih unggul secara lingkungan ketika memungkinkan untuk dilakukan.</p>



<p>Pirolisis juga tidak otomatis bebas emisi karena prosesnya berlangsung tanpa oksigen. Senyawa berbahaya seperti <em>Volatile Organic Compounds </em>(VOC) dan <em>Polycyclic Aromatic Hydrocarbons </em>(PAH) tetap bisa terbentuk jika proses tidak dikendalikan dengan baik. Komunitas <em>Get Plastic</em> di Bali telah mengoperasikan mesin pirolisis yang mengubah sampah plastik rumah tangga menjadi solar dan bensin alternatif untuk kebutuhan warga serta petani setempat. Bukti di lapangan ini sekaligus menegaskan pentingnya kontrol kualitas dan keamanan proses, bukan sekadar bukti bahwa teknologinya berhasil.</p>



<p>Pengalaman mahasiswa juga memberikan sudut pandang lain. Pramudhi Nur Dwiantoro, mahasiswa Teknik Kimia Polimer (TKP) Politeknik STMI Jakarta yang pernah mempraktikkan pirolisis secara langsung, mengaku tertarik menggunakan BBM dari plastik, ketika sudah terbukti aman dan sesuai standar SNI. Ia juga berbagi mengenai pengalaman pribadinya, &#8220;Waktu dulu saya mempraktikkan proses pirolisis ini, yang ada malah menghasilkan limbah polusi udara” ucap Pramudhi. Baginya, keamanan mesin, kualitas produk, biaya produksi, dan dampak lingkungan menjadi hal yang perlu diperhatikan sebelum teknologi ini diterapkan secara luas.</p>



<p>Indonesia memiliki modal yang cukup kuat, volume sampah yang besar dan regulasi yang sudah berjalan, seperti Peraturan Menteri LHK No. 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. Peluang pengembangannya luas mulai dari pengolahan plastik yang tak ekonomis untuk didaur ulang secara mekanis, integrasi dengan industri petrokimia, hingga pengembangan katalis dan teknologi lokal.</p>



<p>Dalam penerapannya, proses pirolisis juga menghadapi sejumlah tantangan. Sampah kota yang heterogen membuat bahan baku pirolisis sulit konsisten. Pemilahan dan logistik yang kurang optimal dapat meningkatkan biaya praperlakuan sekaligus memengaruhi mutu produk. Andi menegaskan bahwa minyak berwarna cokelat atau hitam yang dapat terbakar belum otomatis memenuhi standar sebagai solar, &#8220;minyak berwarna cokelat atau hitam yang dapat terbakar belum otomatis dapat disebut solar,&#8221; tegas Andi.</p>



<p>Jadi, apakah pirolisis merupakan solusi? Jawabannya tidak sesederhana itu. Teknologi ini dapat menjadi bagian dari solusi, terutama untuk plastik yang sulit didaur ulang secara mekanis, tetapi bukan satu-satunya jalan untuk mengatasi persoalan sampah plastik. Penanganannya tetap membutuhkan sistem terpadu, mulai dari pemilahan sampah di rumah, daur ulang mekanis, hingga pirolisis sebagai salah satu opsi untuk plastik yang sulit diolah.</p>



<p><strong>Penulis: Dzaki Muhammad Ihsan Abidin</strong><br><strong>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dari-sampah-menjadi-bbm-melalui-pirolisis-sebagai-solusi-pengolahan-sampah-plastik/">Dari Sampah Menjadi BBM melalui Pirolisis sebagai Solusi Pengolahan Sampah Plastik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dari-sampah-menjadi-bbm-melalui-pirolisis-sebagai-solusi-pengolahan-sampah-plastik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Networking sebagai Jembatan Career Pivot Mahasiswa</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/networking-sebagai-jembatan-career-pivot-mahasiswa/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/networking-sebagai-jembatan-career-pivot-mahasiswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 16:50:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[dunia-kerja]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2167</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Melakukan career pivot membuat mahasiswa menghadapi kesenjangan keterampilan dan persaingan dengan lulusan berlatar belakang linier. Networking menjadi salah satu cara untuk mengenal bidang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/networking-sebagai-jembatan-career-pivot-mahasiswa/">Networking sebagai Jembatan Career Pivot Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em><em><em><em>Melakukan career pivot membuat mahasiswa menghadapi kesenjangan keterampilan dan persaingan dengan lulusan berlatar belakang linier. Networking menjadi salah satu cara untuk mengenal bidang dan peluang karier baru.</em></em></em></em></em></em></p>



<p>Perubahan bidang pekerjaan dapat menimbulkan masalah teknis, terutama bagi mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang tidak linier dengan bidang yang dituju. Perbedaan keterampilan dapat menjadi hambatan ketika kandidat tidak memiliki portofolio yang relevan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Rahmat Adi Putra, seorang praktisi HR, menjelaskan bahwa pelamar lintas jurusan menghadapi kesenjangan keterampilan teknis sejak tahap awal rekrutmen. Kondisi tersebut dapat membuat berkas pendaftaran tersaring secara otomatis karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau kompetensi yang dibutuhkan.</p>



<p>Selain tantangan teknis, mahasiswa yang melakukan <em>career pivot</em> juga menghadapi tantangan psikologis, seperti sindrom <em>impostor</em>. Bersaing dengan lulusan berlatar belakang pendidikan linier sering kali menimbulkan rasa tidak percaya diri bagi mereka yang melakukan <em>career pivot</em>. Mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam mengartikulasi keterampilan dari jurusan asal, seperti <em>critical thinking</em>, analisis, dan komunikasi agar relevan dan <em>transferable</em> di industri sosial, &#8220;Mahasiswa sering mengalami kesulitan mengartikulasi bagaimana keterampilan dari jurusan asal seperti <em>critical thinking</em>, analisis, komunikasi secara relevan, dan <em>transferable</em> di industri sosial,&#8221; tegas Rahmat. Meskipun kemampuan analisis dan komunikasi dari berbagai latar belakang pendidikan tetap dapat diterapkan di dunia kerja, pemahaman tersebut penting untuk membantu meningkatkan keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan dirinya.</p>



<p>Kondisi tersebut juga dialami Ammar sebagai mahasiswa yang melakukan <em>career pivot</em>. Untuk memahami bidang pekerjaan yang dituju, mahasiswa harus belajar secara mandiri, “Bagi saya, tantangan tersebut justru menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan,” ucap Ammar. Keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman membantunya beradaptasi dengan cepat. Semangat untuk terus belajar juga menjadi hal penting dalam menghadapi perbedaan jurusan kuliah dengan bidang karier yang dituju.</p>



<p><em>Networking</em> menjadi salah satu cara untuk membuka peluang kerja bagi mahasiswa yang melakukan <em>career pivot</em>. Jaringan profesional dapat membuka akses ke <em>hidden job market</em> serta informasi dan peluang yang tidak selalu tersedia melalui jalur rekrutmen umum. Rahmat mengatakan bahwa <em>referral </em>dari profesional di bidang yang dituju dapat membantu berkas pendaftaran melewati tahap <em>screening </em>awal HR. Tahapan tersebut berpotensi mendiskualifikasi kandidat secara otomatis karena ketidaksesuaian latar belakang pendidikan. Ammar menambahkan, “<em>Networking</em> dapat membantu saya untuk mencari wawasan langsung dari para praktisi senior.”</p>



<p>Strategi yang tepat dan implementasi berkelanjutan diperlukan dalam membangun relasi profesional. Mahasiswa disarankan mengoptimalkan profil profesional melalui platform jejaring profesional. Pendekatan informational <em>interview </em>berbasis rasa ingin tahu juga memungkinkan fleksibilitas dalam membangun komunikasi dengan profesional di bidang yang dituju. Rahmat menyarankan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam komunitas, acara industri, kegiatan profesional, serta membangun hubungan dengan alumni dari kampus. Langkah-langkah tersebut dapat membantu mahasiswa memperoleh informasi dan memahami tentang dinamika kerja yang lebih nyata. </p>



<p>Keberhasilan dalam perpindahan jalur karier membutuhkan keberanian untuk mengambil langkah awal. Mahasiswa perlu terus meningkatkan keterampilan teknis mereka sekaligus memperluas jaringan profesional yang relevan dengan bidang yang dituju. Perpaduan antara keterampilan dan jaringan yang kuat dapat membantu mahasiswa menemukan peluang pekerjaan serta beradaptasi di bidang baru. Dengan strategi yang tepat dan konsisten, <em>career pivot</em> dapat dilakukan secara lebih terarah dan mendukung perkembangan karier.</p>



<p><strong>Penulis: Syahida Uswatun Hasanah<br>Editor: Zilvi Aulia Yasmin</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/networking-sebagai-jembatan-career-pivot-mahasiswa/">Networking sebagai Jembatan Career Pivot Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/networking-sebagai-jembatan-career-pivot-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DMS Menjadi Bekal Mahasiswa Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-bekal-mahasiswa-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-bekal-mahasiswa-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 16:23:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[dms]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[prakerin]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2164</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Memahami operasional dealer menjadi salah satu bekal mahasiswa otomotif sebelum memasuki dunia kerja. Pengenalan Dealer Management System (DMS) membantu mahasiswa memahami sistem yang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-bekal-mahasiswa-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/">DMS Menjadi Bekal Mahasiswa Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em><em>Memahami operasional dealer menjadi salah satu bekal mahasiswa otomotif sebelum memasuki dunia kerja. Pengenalan Dealer Management System (DMS) membantu mahasiswa memahami sistem yang digunakan dalam operasional dealer.</em></em></em></em></p>



<p>Memahami cara kerja dealer menjadi salah satu bekal bagi mahasiswa otomotif terutama jurusan Administrasi Bisnis Otomotif sebelum memasuki dunia kerja. Pengetahuan tersebut tidak hanya diperoleh melalui teori mengenai proses bisnis. Mahasiswa juga dikenalkan dengan sistem yang digunakan dalam operasional dealer. Salah satunya melalui <em>Dealer Management System </em>(DMS) yang menghubungkan berbagai bagian dealer.</p>



<p>Pemahaman mengenai sistem operasional dealer membantu mahasiswa mengenali kondisi kerja. Menurut Maya Aulia Saputri, dosen mata kuliah <em>Dealer Management System</em>, mahasiswa perlu mengenal sistem operasional dealer sejak perkuliahan. Pemahaman tersebut dapat memberikan gambaran mengenai operasional dealer sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja, “Jadi ketika masuk dunia kerja itu tidak benar-benar nol pengetahuannya tentang operasional sebuah dealer,” ujarnya.</p>



<p>Pentingnya pengenalan tersebut turut dirasakan oleh Geby Posenti, mahasiswa ABO. Ia mengaku awalnya mengira proses operasional dealer masih banyak dilakukan secara manual. Namun setelah mengenal DMS, pandangan Geby mulai berubah mengenai sistem operasional dealer. Dalam sistem terintegrasi ini berbagai data dapat saling terhubung. Data tersebut mencakup pelanggan, stok, transaksi, hingga laporan keuangan. Integrasi tersebut membuat informasi dalam operasional dealer dapat saling terhubung.&nbsp;</p>



<p>Pengenalan DMS sejak perkuliahan dinilai dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai operasional dealer. Selain itu, hal serupa disampaikan Zahrah Al Mughni, mahasiswa ABO. Menurutnya, DMS memberikan gambaran mengenai sistem yang digunakan dalam operasional dealer, “Dengan dikenalkannya DMS sejak di kuliah, sehingga mahasiswa ini tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki gambaran mengenai sistem yang digunakan dalam operasional dealer itu bagaimana dan seperti apa,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pengenalan tersebut dapat membantu mahasiswa memahami kondisi operasional sebelum memasuki industri.</p>



<p>Pemahaman mengenai DMS juga memperluas kompetensi yang perlu dimiliki mahasiswa otomotif. Menurut Yusuf Yuan Netradino, mahasiswa ABO, mahasiswa tidak cukup hanya memahami bagian teknis kendaraan. Mereka juga perlu mengetahui cara kerja sistem manajemen dalam industri. Pemahaman tersebut dapat mengurangi rasa ketidaksiapan ketika memasuki dunia kerja.</p>



<p>Hal lain yang perlu dipahami adalah alur kerja dealer dari awal hingga akhir. Menurut Najwa Qonita Jauharah Prasetyo, belajar DMS dapat membantu memahami alur tersebut. Prosesnya mencakup beberapa bagian dalam operasional dealer, mulai dari pengadaan hingga konsumen, “Dari awal purchasing, kemudian masuk ke warehouse, sampai bisa ke tangan konsumen,” ujarnya.</p>



<p>Pemahaman DMS juga tidak cukup hanya melalui teori perkuliahan. Najwa menilai mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan sistem secara langsung. Ia melihat praktik dapat membantu mahasiswa memahami cara kerja DMS dengan lebih jelas. Pengalaman tersebut dapat memberikan gambaran mengenai penggunaan DMS dalam kondisi kerja yang sebenarnya.</p>



<p><strong>Penulis: Muhammad Nur Ikhsan<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-bekal-mahasiswa-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/">DMS Menjadi Bekal Mahasiswa Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-bekal-mahasiswa-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DMS Menjadi Fondasi Integrasi Operasional Dealer di Era Digital</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-fondasi-integrasi-operasional-dealer-di-era-digital/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-fondasi-integrasi-operasional-dealer-di-era-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 16:14:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[dms]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2160</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Digitalisasi mengubah cara dealer menjalankan aktivitas operasionalnya. Berbagai proses yang sebelumnya berjalan terpisah kini dapat terhubung melalui Dealer Management System (DMS). Perkembangan teknologi</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-fondasi-integrasi-operasional-dealer-di-era-digital/">DMS Menjadi Fondasi Integrasi Operasional Dealer di Era Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em><em>Digitalisasi mengubah cara dealer menjalankan aktivitas operasionalnya. Berbagai proses yang sebelumnya berjalan terpisah kini dapat terhubung melalui Dealer Management System (DMS).</em></em></em></em></p>



<p>Perkembangan teknologi digital mendorong dealer untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas operasionalnya. Salah satunya melalui<em> Dealer Management System</em> atau DMS. Sistem ini dapat menghubungkan berbagai divisi dalam operasional dealer. Mulai dari penjualan, keuangan, pengelolaan stok kendaraan, hingga layanan <em>after sales</em>. Integrasi ini membuat informasi tercatat dan terdistribusikan dengan baik.</p>



<p>DMS menjadi bagian penting dalam menghubungkan berbagai aktivitas dealer. Menurut Maya Aulia Saputri, dosen mata kuliah <em>Dealer Management System</em>, DMS memiliki fungsi sangat vital bagi perusahaan. Berbagai divisi dapat saling terintegrasi melalui sistem tersebut, “Nah, dalam operasional dealer itu sendiri, Sistem Manajemen Dealer ini bisa kita ibaratkan sebagai otak yang mengatur seluruh operasional yang ada di dealer,” ujarnya.</p>



<p>Integrasi tersebut dapat terlihat saat terjadi transaksi penjualan kendaraan. Transaksi yang terjadi akan masuk ke bagian keuangan dan stok. Bagian keuangan dapat menggunakan data tersebut untuk pelaporan omzet. Sementara itu, bagian stok memperoleh informasi terkait stok yang tersisa. Dengan demikian, setiap divisi memperoleh informasi yang sama secara <em>real time</em>.</p>



<p>Kondisi berbeda dapat terjadi ketika data antardivisi tidak terhubung. Data yang terpisah dapat menimbulkan perbedaan informasi dalam operasional dealer. Maya menjelaskan bahwa kesalahan input dan perbedaan data antara divisi dapat mengakibatkan terhambatnya pekerjaan divisi lain. Karena itu, integrasi data sangat diperlukan untuk mendukung operasional dealer.&nbsp;</p>



<p>Integrasi tersebut juga membawa perubahan pada proses kerja sebelumnya. Beberapa pekerjaan manual beralih menuju komputerisasi dan otomatisasi. Perubahannya mencakup pencatatan transaksi, pengelolaan stok, hingga pelaporan keuangan. Proses digital tersebut membuat pekerjaan dapat dilakukan secara efisien. Data yang tersedia juga dapat membantu untuk pengambilan keputusan manajemen.</p>



<p>Manfaat digitalisasi melalui DMS tidak berhenti pada operasional internal dealer. Sistem tersebut juga dapat mendukung pelayanan kepada pelanggan. Riwayat servis pelanggan dapat tersimpan dan digunakan kembali. Pelanggan tidak perlu mengulang informasi ketika melakukan servis berikutnya, “ Jadi pelanggan itu tidak perlu mengulang lagi informasi yang sama saat datang kembali untuk servis-servis berikutnya karena sudah terdigitalisasi,” jelas Maya.</p>



<p>Digitalisasi kini menjadi kebutuhan bagi berbagai sektor industri, salah satunya yaitu industri otomotif. DMS menjadi salah satu sistem yang mendukung penerapan tersebut, “Jadi sekarang itu sudah sepertinya sudah menjadi kewajiban bagi seluruh industri, bahkan termasuk industri otomotif dan juga termasuk juga DMS ini hadir sebagai salah satu bagian penting dalam digitalisasi tersebut,” ungkap Maya.</p>



<p>Peran DMS kemudian tidak hanya berkaitan dengan urusan administratif dealer. Sistem tersebut menjadi salah satu fondasi transformasi digital dalam operasional dealer. Berbagai aktivitas dapat terhubung melalui satu sistem yang terintegrasi, “Jadi menurut saya DMS itu bukan hanya sekadar sistem administratif saja, tapi juga menjadi salah satu fondasi bagi dealer untuk bertransformasi secara digital,” ujarnya. Penerapan DMS akhirnya membantu dealer menjalankan operasional secara lebih terintegrasi.</p>



<p><strong>Penulis: Muhammad Nur Ikhsan<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-fondasi-integrasi-operasional-dealer-di-era-digital/">DMS Menjadi Fondasi Integrasi Operasional Dealer di Era Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-fondasi-integrasi-operasional-dealer-di-era-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Relevansi Kunjungan Industri dalam Mempersiapkan Mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/relevansi-kunjungan-industri-dalam-mempersiapkan-mahasiswa-administrasi-bisnis-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/relevansi-kunjungan-industri-dalam-mempersiapkan-mahasiswa-administrasi-bisnis-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 17:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[abo]]></category>
		<category><![CDATA[HMMI]]></category>
		<category><![CDATA[hyundai]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan-industri]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2145</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Kunjungan industri ke PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Politeknik STMI Jakarta untuk melihat langsung penerapan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/relevansi-kunjungan-industri-dalam-mempersiapkan-mahasiswa-administrasi-bisnis-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/">Relevansi Kunjungan Industri dalam Mempersiapkan Mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em>Kunjungan industri ke PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Politeknik STMI Jakarta untuk melihat langsung penerapan teknologi manufaktur modern.</em></em></em></p>



<p>Kunjungan industri merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang bertujuan menghubungkan teori yang dipelajari di perkuliahan dengan praktik di dunia industri. Tahun ini, Program Studi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) Politeknik STMI Jakarta untuk pertama kalinya memilih PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia sebagai tujuan kunjungan industri. Pemilihan perusahaan tersebut didasarkan pada perkembangan teknologi manufaktur modern yang berkembang pesat dan telah menerapkan sistem otomasi, robotika, serta produksi kendaraan listrik atau <em>Electric Vehicle</em> (EV).&nbsp;</p>



<p>Ketua Pelaksana Kunjungan Industri 2026, Nikita Arly Putri Kawai, mengatakan, “Kami ingin membawa para mahasiswa ABO melihat bagaimana cara kerja perusahaan EV yang sudah modern dan berkembang,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kunjungan industri bertujuan menjembatani teori dan praktik sehingga mahasiswa memahami penerapan manajemen administrasi dan operasional bisnis di industri manufaktur modern. Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai alur rantai pasok, proses produksi, serta sistem tata kelola administrasi di industri otomotif.</p>



<p>Kegiatan kunjungan industri dinilai relevan dengan kompetensi yang dipelajari mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif karena memberikan gambaran nyata mengenai proses bisnis di sektor manufaktur otomotif. Meskipun mahasiswa tidak dapat mengakses seluruh sistem administrasi perusahaan yang bersifat rahasia, mereka tetap memperoleh pemahaman mengenai keterkaitan proses produksi, pengadaan (<em>procurement</em>), logistik, pemasaran, hingga pengelolaan rantai pasok, “Kita bisa melihat keterkaitan antara <em>procurement</em>, logistik, sales marketing yang dijalankan dari proses manufaktur di lapangan,” ungkap Nikita. Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep manajemen bisnis otomotif sekaligus membentuk pola pikir yang sesuai dengan standar profesional industri. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama antara Politeknik STMI Jakarta dengan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja.</p>



<p>Manfaat kunjungan industri juga dirasakan langsung oleh para peserta. Mereka berkesempatan mengamati proses produksi kendaraan, sistem kerja yang terintegrasi, hingga penerapan teknologi otomatisasi yang digunakan di PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia. Salah seorang peserta, Tiara Caella, mengaku kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang paling berkesan selama kegiatan berlangsung. &#8220;Pengalaman yang paling berkesan kami bisa ngeliat ratusan robot yang membuat mobil itu secara langsung, benar-benar surprisingly yang tadinya hanya lihat di media sosial dan cuma cuplikannya saja. Kami benar-benar kagum karena ternyata perkembangan teknologi saat ini sudah sangat maju dan canggih,&#8221; ungkapnya. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja sehingga mahasiswa merasa lebih siap menghadapi program magang maupun karier di masa depan.</p>



<p>Kegiatan kunjungan industri diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan menghadirkan perusahaan otomotif yang menerapkan teknologi terkini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri, memperluas relasi, serta memahami kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Dari pengalaman kunjungan industri ke PT Hyundai, Tiara berharap, &#8220;Semoga kita sebagai mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja bisa menerapkan kedisiplinan pegawai-pegawai yang ada di PT Hyundai, dan bisa memahami sistem bisnisnya agar kita benar-benar siap untuk memasuki dunia kerja yang sangat luas. Apalagi dengan persaingan yang semakin ketat, kita harus bisa beradaptasi dan berpikir kritis dalam menghadapinya,&#8221; ungkapnya.</p>



<p><strong>Penulis: Febriany Akhwatul Hasanah<br>Editor: Zilvi Aulia Yasmin</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/relevansi-kunjungan-industri-dalam-mempersiapkan-mahasiswa-administrasi-bisnis-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/">Relevansi Kunjungan Industri dalam Mempersiapkan Mahasiswa Administrasi Bisnis Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/relevansi-kunjungan-industri-dalam-mempersiapkan-mahasiswa-administrasi-bisnis-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IPI Resmi Diterapkan pada Jalur Mandiri Politkenik STMI Jakarta</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/ipi-resmi-diterapkan-pada-jalur-mandiri-politkenik-stmi-jakarta/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/ipi-resmi-diterapkan-pada-jalur-mandiri-politkenik-stmi-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 12:53:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ipi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian-perindustrian]]></category>
		<category><![CDATA[MABA]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa-Baru]]></category>
		<category><![CDATA[pmb]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2140</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Penerapan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) pada jalur mandiri Politeknik STMI Jakarta menjadi sorotan setelah informasinya muncul di tengah proses Penerimaaan Mahasiswa Baru. Kemunculan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/ipi-resmi-diterapkan-pada-jalur-mandiri-politkenik-stmi-jakarta/">IPI Resmi Diterapkan pada Jalur Mandiri Politkenik STMI Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em>Penerapan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) pada jalur mandiri Politeknik STMI Jakarta menjadi sorotan setelah informasinya muncul di tengah proses Penerimaaan Mahasiswa Baru.</em></em></p>



<p>Kemunculan komponen biaya baru berupa Iuran Pengembangan Institusi (IPI) pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik STMI Jakarta menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa. Berdasarkan konfirmasi kepada pihak kampus, komponen biaya IPI tersebut dipastikan benar adanya. Kebijakan ini diterapkan sebagai penyesuaian regulasi internal institusi menjadi Satker Badan Layanan Umum.&nbsp; Kebijakan biaya di Politeknik STMI Jakarta mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 82 Tahun 2025 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Bidang Pendidikan SDM Industri pada Kementerian Perindustrian. Berdasarkan ketentuan, Politeknik STMI Jakarta berada pada Zona III dengan batas tarif tertinggi uang kuliah program Diploma IV/Sarjana Terapan sebesar Rp11.200.000 per semester. Ketua PMB Politeknik STMI Jakarta, Febyan Dimas Pramanta, S.T., menegaskan bahwa IPI diperuntukkan untuk menunjang pemeliharaan dan peningkatan fasilitas sarana serta prasarana kampus tanpa harus menaikkan beban Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) setiap semester.</p>



<p>Penerapan IPI dilakukan dengan nominal berbeda pada setiap gelombang dan hanya diterapkan pada Jarvis Mandiri. Besaran IPI ditetapkan sebesar Rp1.000.000 untuk Jarvis Mandiri I, Rp1.500.000 untuk Jarvis Mandiri UTBK, dan Rp2.000.000 untuk Jarvis Mandiri II. Strategi segmentasi tersebut diterapkan untuk mendorong calon mahasiswa mendaftar lebih awal. Menurut ketua PMB, secara perhitungan kampus sebenarnya memungkinkan untuk menerapkan tarif yang sama, namun sistem berjenjang dipilih sebagai strategi penerimaan mahasiswa baru. Selain itu, ia menjelaskan bahwa rencana penerapan IPI telah disusun sejak akhir tahun 2025 setelah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan mengenai tarif layanan BLU. Namun, kebijakan tersebut belum diberlakukan pada Jarvis Mandiri I karena pertimbangan internal yang tidak dapat disampaikan, “Namun, ada satu dan lain hal sehingga Jarvis Mandiri I belum kita kenakan IPI,” ungkapnya.</p>



<p>Munculnya informasi mengenai IPI di pertengahan proses PMB menjadi perhatian sebagian mahasiswa. Ketua PMB menjelaskan bahwa komponen biaya tersebut memang belum diterapkan pada Jalur Prestasi maupun Jarvis Mandiri 1. Oleh karena itu, materi promosi yang digunakan pada tahap awal PMB masih menggunakan skema biaya sebelumnya dan informasi mengenai IPI mulai disampaikan ketika kampus memasuki jalur penerimaan yang memang dikenai kebijakan tersebut, yaitu Jarvis Mandiri UTBK, “Baru ketika Jarvis Bersama tutup, kita mulai promosinya di Jarvis Mandiri UTBK.&nbsp;Jadi, setelah Jarvis Bersama, promosi ke sekolah sudah menggunakan brosur yang baru,” ujarnya. Selain itu, setiap calon mahasiswa juga kembali dikonfirmasi mengenai adanya IPI saat mengikuti proses wawancara sebelum melanjutkan pendaftaran. Menurut Ketua PMB, fokus promosi saat itu masih tertuju pada Jalur Bersama Kementerian Perindustrian sehingga pembaruan mengenai IPI tidak banyak mendapat perhatian.</p>



<p>Dari hasil wawancara beberapa calon mahasiswa Jarvis Mandiri UTBK, mereka mengaku baru mengetahui adanya IPI menjelang pelaksanaan wawancara, “Baru tau pas di wawancara itu ternyata sekarang pakai IPI,” ujar salah satu calon mahasiswa. Pengalaman tersebut membuat Calon Mahasiswa Baru berharap informasi mengenai seluruh komponen biaya dapat disampaikan sejak awal PMB dilakukan, bukan hanya saat jalur yang berkaitan dibuka. Dengan demikian, calon mahasiswa dan orang tua memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kebutuhan pendidikan, mengingat <em>deadline </em>pembayaran yang dianggap begitu singkat setelah pengumuman penerimaan.</p>



<p><strong>Penulis: Sheillomitha Salsa Nabila Putri Jofanala<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/ipi-resmi-diterapkan-pada-jalur-mandiri-politkenik-stmi-jakarta/">IPI Resmi Diterapkan pada Jalur Mandiri Politkenik STMI Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/ipi-resmi-diterapkan-pada-jalur-mandiri-politkenik-stmi-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perwakilan Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Dibekali Kompetensi Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 14:52:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pidi-4.0]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[proses-bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2138</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Politeknik STMI Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur pada 20-22 Juli 2026. Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman proses industri sebagai persiapan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/">Perwakilan Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Dibekali Kompetensi Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em>Politeknik STMI Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur pada 20-22 Juli 2026. Kegiatan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman proses industri sebagai persiapan menghadapi dunia kerja.</em></em></p>



<p>Politeknik STMI Jakarta melalui Unit Transformasi Digital 4.0, menggelar Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 Juli. Pelatihan ini bertujuan untuk bekal wawasan mahasiswa mengenai dunia industri. Kegiatan ini menghadirkan pemateri lintas program studi seperti pembuatan BPMN (<em>Business Process Model and Notation</em>), pembuatan diagram <em>Use Case</em>, pembuatan diagram <em>activity, </em>dan pembuatan <em>dashboard</em>. Selain itu, mahasiswa juga berkunjung ke PIDI 4.0 untuk memperoleh gambaran langsung mengenai implementasi proses bisnis manufaktur.</p>



<p>Penanggung jawab Pelatihan Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur, Cassey Paputungan, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan agenda rutin yang ditujukan bagi dosen, IKM (Industri Kecil Menengah), dan mahasiswa. Pelatihan ini juga dirancang untuk memberikan pengetahuan yang belum tentu diperoleh di ruang kelas, “Tujuannya sendiri itu kami ingin lebih mengajari mahasiswa, memberikan informasi, dan sharing terkait materi-materi yang mungkin tidak didapatkan di kelasnya secara langsung”, ujarnya. Ia menambahkan, pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai program studi sehingga menjadi wadah untuk saling berbagi pengetahuan.</p>



<p>Selain menghadirkan pemateri lintas program studi, peserta juga diajak melihat langsung implementasi proses manufaktur melalui kunjungan ke PIDI 4.0. Menurut Cassey, pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai dunia industri sebelum menjalani Praktik Kerja Industri (Prakerin) maupun memasuki dunia kerja, “Jadi sebelum masuk ke proses Prakerin, mahasiswa itu sudah dilibatkan dulu, sudah dapat pemahaman dulu terkait di dunia kerja itu bagaimana. Apa saja implementasi dari pembelajaran di kampus di dunia kerjanya” ujarnya.</p>



<p>Manfaat pelatihan juga dirasakan oleh Fatimatuzzahra, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Polimer (TKP). Ia mengaku memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses bisnis, “Hal baru yang paling utama mungkin lebih mendalami lagi mengenai proses bisnis, kalau misalnya di TKP itu memang lebih singkat untuk penjelasannya. Tapi kalau misalnya di sini benar-benar lebih mendalam lagi dan jadi lebih tahu lagi” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Tiara Caella dari Program Studi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) mengaku kunjungan ke PIDI 4.0 menjadi pengalaman yang paling berkesan, &#8220;Di PIDI itu ada Toyota, kan. Di Toyota-nya itu kita bisa tahu proses bisnis yang mereka jalankan itu seperti apa, dari mulai proses pembuatan mobilnya, terus juga digitalisasi prosesnya, proses bisnisnya. Jadi kita benar-benar menambah wawasan aja sih di PIDI itu&#8221; ujarnya. Pengalaman tersebut membuat Tiara merasa pelatihan ini menjadi bekal berharga sebelum menjalani magang maupun memasuki dunia kerja. Hal ini sejalan dengan pernyataan Bu Cassey bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja.</p>



<p><strong>Penulis: Muhammad Nur Ikhsan<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/">Perwakilan Mahasiswa Politeknik STMI Jakarta Dibekali Kompetensi Digitalisasi Proses Bisnis Manufaktur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/perwakilan-mahasiswa-politeknik-stmi-jakarta-dibekali-kompetensi-digitalisasi-proses-bisnis-manufaktur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beasiswa Tak Selalu Berupa Uang Tunai: Upaya Politeknik STMI Meringankan Beban Mahasiswa</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/beasiswa-tak-selalu-berupa-uang-tunai-upaya-politeknik-stmi-meringankan-beban-mahasiswa/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/beasiswa-tak-selalu-berupa-uang-tunai-upaya-politeknik-stmi-meringankan-beban-mahasiswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 03:47:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[baznas]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendiksaintek]]></category>
		<category><![CDATA[kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[SPP]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[UKT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2128</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Setiap tahun, pertanyaan soal beasiswa selalu menjadi topik hangat di kalangan mahasiswa Politeknik STMI Jakarta. Mulai dari siapa yang berhak menerima, bagaimana proses</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/beasiswa-tak-selalu-berupa-uang-tunai-upaya-politeknik-stmi-meringankan-beban-mahasiswa/">Beasiswa Tak Selalu Berupa Uang Tunai: Upaya Politeknik STMI Meringankan Beban Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em>Setiap tahun, pertanyaan soal beasiswa selalu menjadi topik hangat di kalangan mahasiswa Politeknik STMI Jakarta. Mulai dari siapa yang berhak menerima, bagaimana proses seleksinya, hingga mengapa pengumumannya sering kali terasa mendadak.</em></em></em></p>



<p>Ketika mendengar kata “beasiswa”, banyak orang membayangkan uang yang ditransfer langsung setiap bulan. Namun, di Politeknik STMI Jakarta konsepnya jauh lebih luas. Menurut Pak Amrin, Direktur Politeknik STMI Jakarta, hampir seluruh mahasiswa STMI sebenarnya sudah menerima “beasiswa tidak langsung” sejak awal kuliah berupa subsidi pemerintah yang membuat biaya SPP jauh lebih ringan dibanding biaya operasional sesungguhnya. Biaya SPP di Politeknik STMI Jakarta setelah disubsidi tercatat sebesar Rp4,875 juta per semester, namun pihak kampus tidak menyampaikan secara rinci besaran biaya sebelum subsidi tersebut diberikan.</p>



<p>Selain itu, STMI menjalin kerja sama dengan pihak eksternal seperti Baznas dan KT&amp;G untuk menyediakan beasiswa langsung, serta tetap membuka peluang kerja sama dengan perusahaan lain. Di samping itu, STMI belum dapat mengakomodasi program KIP Kuliah karena program tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek), sedangkan STMI berada di bawah Kementerian Perindustrian.</p>



<p>Mengenai sistem seleksi penerimaan beasiswa, Pak Amrin menjelaskan bahwa terdapat tahap seleksi berbasis data mahasiswa dan rekomendasi dosen karena jumlah peminat cukup banyak sehingga tidak semua usulan dapat diakomodasi. Kriteria utama dalam seleksi beasiswa meliputi prestasi akademik dan kondisi ekonomi, dengan prioritas bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Namun, penilaian tetap dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan aspek akademik, kehadiran, dan kondisi ekonomi. Untuk beasiswa dari pihak eksternal seperti KT&amp;G, kriteria seleksi biasanya ditentukan bersama pihak pemberi beasiswa.</p>



<p>Kamila, salah satu mahasiswa penerima beasiswa, menilai bahwa sistem seleksi sudah cukup ideal karena mempertimbangkan kondisi ekonomi dan prestasi akademik. Kamila menceritakan pengalamannya saat mengikuti proses seleksi, “Seleksi kemarin dari Korea. Seleksinya cuman diwawancarai terkait finansial, terus untuk seleksi berkasnya cuman ngirim slip gaji orang tua sama IPK,” ungkapnya.</p>



<p>Mengenai penyebaran informasi, Pak Amrin menyebutkan bahwa karena sistemnya menggunakan subsidi silang, informasi beasiswa disampaikan secara terbatas, biasanya melalui WhatsApp dan masing-masing program studi. Hal ini dilakukan agar jumlah pendaftar tidak membludak dan proses seleksi tetap terkendali. Namun, Kamila menilai penyebaran informasi tersebut belum sepenuhnya menjangkau seluruh mahasiswa karena pemberitahuannya sering kali mendadak dengan waktu pengumpulan berkas yang terkadang hanya satu hari.</p>



<p>Pak Amrin menjelaskan bahwa jumlah dan jenis beasiswa dapat berubah setiap tahun, bergantung pada ada atau tidaknya perusahaan baru yang menjalin kerja sama. Pihak kampus menyebutkan bahwa peluang kerja sama tersebut selalu terbuka, “Tetapi kami juga membuka peluang bagi perusahaan yang mau memberikan beasiswa,” ujarnya. Meskipun begitu, bentuk kerja sama ini dapat berubah dari tahun ke tahun sesuai dengan kondisi dan kebijakan perusahaan yang terlibat. Untuk saat ini, pihak kampus belum banyak menambah program beasiswa karena subsidi SPP dinilai sudah cukup sehingga fokus dialihkan pada perbaikan sarana dan prasarana secara bertahap.</p>



<p>Dengan kombinasi subsidi pemerintah, kerja sama eksternal, dan perbaikan fasilitas, STMI berupaya memastikan bantuan pendidikan tetap dirasakan mahasiswa. Ke depan, keberlanjutan dukungan tersebut diharapkan tidak hanya melalui penambahan program beasiswa, tetapi juga melalui optimalisasi berbagai bentuk bantuan yang telah tersedia.</p>



<p><strong>Penulis: Aghisna Nafisa<br>Editor: Zilvi Aulia Yasmin</strong></p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/beasiswa-tak-selalu-berupa-uang-tunai-upaya-politeknik-stmi-meringankan-beban-mahasiswa/">Beasiswa Tak Selalu Berupa Uang Tunai: Upaya Politeknik STMI Meringankan Beban Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/beasiswa-tak-selalu-berupa-uang-tunai-upaya-politeknik-stmi-meringankan-beban-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penggunaan Dompet Digital di Kalangan Mahasiswa dan Dampaknya terhadap Perilaku Konsumtif</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/penggunaan-dompet-digital-di-kalangan-mahasiswa-dan-dampaknya-terhadap-perilaku-konsumtif/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/penggunaan-dompet-digital-di-kalangan-mahasiswa-dan-dampaknya-terhadap-perilaku-konsumtif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 02:31:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[cashless-lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[cashless-society]]></category>
		<category><![CDATA[dompet-digital]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2120</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Kepraktisan dompet digital menggeser peran uang tunai di kalangan mahasiswa. Di balik kemudahannya, &#8220;ilusi finansial&#8221; berpotensi memicu perilaku konsumtif dan memengaruhi cara</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/penggunaan-dompet-digital-di-kalangan-mahasiswa-dan-dampaknya-terhadap-perilaku-konsumtif/">Penggunaan Dompet Digital di Kalangan Mahasiswa dan Dampaknya terhadap Perilaku Konsumtif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em><em>Kepraktisan dompet digital menggeser peran uang tunai di kalangan mahasiswa. Di balik kemudahannya, &#8220;ilusi finansial&#8221; berpotensi memicu perilaku konsumtif dan memengaruhi cara mahasiswa mengelola keuangan.</em></em></p>



<p>Penggunaan dompet tebal berisi lembaran uang tunai kini mulai menjadi pemandangan langka dalam gaya hidup mahasiswa. Kini, ponsel pintar selalu siap sedia untuk melakukan pembayaran digital, mulai dari pembelian kopi di pagi hari hingga pembayaran transportasi sehari-hari. Fenomena <em>cashless society</em> ini menawarkan proses transaksi yang lebih cepat dan efisien, namun di balik layar ponsel tersebut, terselip sebuah jebakan psikologis yang sering kali membuat penggunanya abai terhadap tumpukan pengeluaran kecil yang terus mengalir.</p>



<p>Menurut Fairuza Anargya Yusuf, mahasiswi Administrasi Bisnis Otomotif (ABO) Politeknik STMI Jakarta, dompet digital telah menjadi bagian dari kesehariannya. Kepraktisan menjadi alasan utama ia beralih ke metode transaksi digital, “Saya sangat sering menggunakan dompet digital karena lebih nyaman, gampang, dan praktis dibanding <em>cash</em>,” ungkapnya. Ia biasa menggunakannya untuk kebutuhan rutin, seperti membeli makanan hingga pengisian saldo <em>e</em>&#8211;<em>money</em>. Namun, kemudahan transaksi digital ini ibarat pedang bermata dua. Fairuza mengakui bahwa <em>cashless lifestyle</em> sering kali mengaburkan kesadarannya dalam mengeluarkan uang, sehingga pengeluaran kecil sering tidak terasa saat bertransaksi digital.</p>



<p>Menanggapi fenomena ini, Gustiyan Taufik Mahardika, M.M., dosen Politeknik STMI Jakarta, menjelaskan bahwa dompet digital hanyalah media pembayaran. Namun, media ini menciptakan sebuah “ilusi finansial” karena uang tidak lagi dipegang secara fisik. Mahasiswa yang kebutuhan dasarnya telah dipenuhi oleh orang tua cenderung mengalihkan pengeluarannya ke kebutuhan sekunder dan tersier yang bersifat impulsif, “Kemudahan digital memicu <em>impulsive buying</em> atau pembelian tanpa rencana. Mahasiswa merasa tertarik secara spontan dan mudah untuk langsung membayar tanpa perlu repot mengambil uang di ATM atau membawa kembalian receh. Jadi, fenomenanya lebih kepada perubahan metode yang memudahkan transaksi,” jelas Pak Dika.</p>



<p>Hal ini selaras dengan temuan Jurnal Ekonomikawan yang menunjukkan bahwa penggunaan dompet digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Semakin sering mahasiswa menggunakan dompet digital, semakin tinggi kecenderungan mereka untuk berperilaku konsumtif. Pak Dika menambahkan bahwa fitur promo dan cashback semakin memperkuat dorongan mahasiswa untuk terus bertransaksi demi memanfaatkan diskon yang ada. Kondisi tersebut sering kali membuat mahasiswa menjadi lebih “longgar” dalam berbelanja sehingga pengeluaran sulit dikendalikan.</p>



<p>Meski mendukung kemajuan teknologi, Pak Dika menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam mengelola keuangan pribadi. Ia menyarankan mahasiswa untuk mulai menerapkan prinsip “sisihkan, bukan sisakan” agar dapat menentukan skala prioritas dari kebutuhan. Sejalan dengan hal tersebut, Fairuza mulai melakukan langkah kontrol mandiri agar saldonya tidak terus berkurang. Ia mengaku kini lebih selektif saat akan melakukan transaksi digital dan rutin mengecek riwayat transaksi pada aplikasi keuangan. Kesadaran inilah yang diharapkan dapat terus tumbuh di kalangan mahasiswa agar kemudahan digital tetap menjadi solusi, bukan menjadi beban finansial ke depannya.</p>



<p><strong>Penulis: Zilvi Aulia Yasmin<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/penggunaan-dompet-digital-di-kalangan-mahasiswa-dan-dampaknya-terhadap-perilaku-konsumtif/">Penggunaan Dompet Digital di Kalangan Mahasiswa dan Dampaknya terhadap Perilaku Konsumtif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/penggunaan-dompet-digital-di-kalangan-mahasiswa-dan-dampaknya-terhadap-perilaku-konsumtif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakta di Balik Perubahan Sistem Biaya Kuliah Mahasiswa Baru Politeknik STMI Jakarta 2026</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/fakta-di-balik-perubahan-sistem-biaya-kuliah-mahasiswa-baru-politeknik-stmi-jakarta-2026/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/fakta-di-balik-perubahan-sistem-biaya-kuliah-mahasiswa-baru-politeknik-stmi-jakarta-2026/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 12:07:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[BPP]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[MABA]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa-Baru]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[UKT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2114</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Memasuki tahun akademik 2026/2027, Politeknik STMI Jakarta menerapkan penyesuaian skema pembiayaan bagi mahasiswa baru dengan mengintegrasikan biaya sidang dan wisuda ke dalam</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/fakta-di-balik-perubahan-sistem-biaya-kuliah-mahasiswa-baru-politeknik-stmi-jakarta-2026/">Fakta di Balik Perubahan Sistem Biaya Kuliah Mahasiswa Baru Politeknik STMI Jakarta 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Memasuki tahun akademik 2026/2027, Politeknik STMI Jakarta menerapkan penyesuaian skema pembiayaan bagi mahasiswa baru dengan mengintegrasikan biaya sidang dan wisuda ke dalam BPP.</em></p>



<p>Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Politeknik STMI Jakarta menerapkan penyesuaian skema pembiayaan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) beserta komponen biaya nonakademik bagi mahasiswa baru. Kebijakan ini sempat menimbulkan anggapan adanya kenaikan biaya kuliah. Namun, pihak kampus menegaskan bahwa tidak terjadi kenaikan BPP, melainkan penyesuaian skema pembiayaan melalui penggabungan beberapa komponen biaya nonakademik ke dalam BPP.&nbsp; Kampus juga menjelaskan bahwa perubahan besaran biaya yang dibayarkan mahasiswa berkaitan dengan penyesuaian tersebut serta peralihan status institusi menjadi Satuan Kerja Badan Layanan Umum (Satker BLU) sejak Agustus 2024. Status BLU memberikan kebebasan bagi kampus mengelola asetnya secara mandiri, sehingga beberapa anggaran yang sebelumnya disubsidi oleh pemerintah sekarang tidak lagi diberikan.</p>



<p>Direktur Politeknik STMI Jakarta, Amrin Rapi, S.T., M.T., memberikan klarifikasi langsung mengenai penggabungan biaya sidang dan wisuda ke dalam BPP, &#8220;UKT tidak ada kenaikan sebenarnya. Untuk angkatan baru Rp4.875.000 bukan ada kenaikan tapi biaya yang selama ini kalian bayar di akhir dikumpulin,&#8221; tutur beliau. Penumpukan biaya di akhir masa studi sering menyulitkan mahasiswa dan mempengaruhi persiapan panitia wisuda. Oleh karena itu, akumulasi biaya yang dibagi rata tiap semester menjadi solusi dari manajemen kampus. Secara rinci nominal BPP sebesar Rp4.875.000 per semester diperoleh dari biaya kuliah senilai Rp4.500.000 dikalikan delapan semester, ditambah biaya sidang Tugas Akhir sebesar Rp1.500.000 serta biaya wisuda sebesar Rp1.500.000, dari seluruh total biaya tersebut kemudian dibagi rata delapan semester. Melalui sistem ini, mahasiswa tidak akan dibebankan biaya tambahan saat hendak menyelesaikan studinya di semester akhir.&nbsp;</p>



<p>Selain BPP, mahasiswa baru angkatan 2026 juga dikenakan biaya nonakademik saat daftar ulang sebesar Rp1.150.000. Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru, Febyan Dimas Pramanta, S.T., menjelaskan bahwa biaya tersebut mencakup Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), asuransi empat tahun, jas almamater, dan seragam Praktik Kerja Industri (Prakerin), &#8220;Jadi Rp 1.150.000 terdiri dari empat komponen, kartu tanda mahasiswa, asuransi selama empat tahun, almamater, lalu seragam prakerin. Karena memang pembayaran BPP mahasiswa hanya cukup untuk mendanai operasional belajar mengajar. Apalagi kalian D4 lebih banyak model praktikumnya,” ujar Febyan.</p>



<p>Kebijakan ini memberikan fasilitas tambahan bagi mahasiswa baru dibandingkan angkatan sebelumnya. Pada angkatan sebelum 2026, asuransi baru diberikan saat mahasiswa akan melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin). Sementara itu, untuk angkatan 2026 telah memperoleh perlindungan asuransi sejak semester pertama selama empat tahun. Meskipun skema pembiayaan mengalami penyesuaian, seluruh fasilitas tetap diberikan kepada mahasiswa sesuai dengan <em>timeline</em> kebutuhan akademik mereka.</p>



<p>Kebijakan ini tidak mengurangi minat calon mahasiswa untuk mendaftar. Berdasarkan data Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), jumlah pendaftar justru berpotensi melampaui tahun sebelumnya. Dari enam jalur pendaftaran, empat jalur telah terlaksana, yaitu Jalur Prestasi 1, Prestasi 2, Mandiri Reguler 1, dan Jarvis Bersama, dengan jumlah pendaftar hampir 4.500 dari target total 5.000 pendaftar. Informasi mengenai rincian biaya juga telah dicantumkan melalui situs resmi, sementara penjelasan terkait komponen biaya akademik dan nonakademik disampaikan secara langsung kepada calon mahasiswa saat seleksi wawancara. Selain itu, pihak manajemen kampus turut memberikan penjelasan kepada orang tua mahasiswa baru melalui forum khusus yang diselenggarakan sebelum Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).</p>



<p><strong>Penulis: Sheillomita Salsa Nabila Putri Jofanala<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/fakta-di-balik-perubahan-sistem-biaya-kuliah-mahasiswa-baru-politeknik-stmi-jakarta-2026/">Fakta di Balik Perubahan Sistem Biaya Kuliah Mahasiswa Baru Politeknik STMI Jakarta 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/fakta-di-balik-perubahan-sistem-biaya-kuliah-mahasiswa-baru-politeknik-stmi-jakarta-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
